• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 26 April 2018

Yakin SDM Indonesia bisa Bersaing

Sandiaga_Uno_dan_Nur_AsiaSiapa yang tak kenal Sandiaga Salahuddin Uno, seorang pengusaha yang berhasil mendirikan sebuah perusahaan investasi bersama Edwin Soeryadjaya yang dinamakan Saratoga Capital, sebuah perusahaan ini bergerak dalam bidang infrastruktur dan sumber daya alam. ia juga berhasil mendirikan sebuah perusahaan yang bergerak di bidang pengelolaan aset yang dinamakan PT. Recapital Advisors.

Karena ketertarikan dan performanya yang baik di dunia bisnis, ia sempat ditunjuk menjadi Ketua Umum Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) yang beranggotakan bahkan lebih dari 30.000 pengusaha untuk periode 2005-2008. Selain itu, ia juga aktif di Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sehingga sempat menduduki jabatan wakil ketua umum bidang usaha mikro kecil menengah dan koperasi.

Pada tahun 1990, Sandiaga pernah mengenyam pendidikan di Wichita State University dan dapat lulus dengan predikat cum laude dalam penempuhan gelar Bachelor of Business Administration. Dua tahun kemudian, ia melanjutkan studi di George Washington University untuk mendapatkan gelar master. Jam terbangnya dalam dunia bisnis membawanya untuk menerima sebuah anugerah sebagai “Indonesian Entrepreneur of the Year” pada ajang Anterprise Asia. Pada tahun 2008, ia mewakili Indonesia untuk bergabung dengan sebuah program kegiatan bernama Asia 21.

Resep Kebahagiaan
Sama halnya dengan orang-orang pada umumnya, dalam menjalani kehidupan, Sandiaga Uno dan sang istri, Nur Asia senantiasa memandang penting arti suatu kebahagiaan. Tidak hanya untuk diri sendiri, namun juga untuk orang lain. Di tengah-tengah kesibukan, pasangan suami istri ini memberikan rahasia kebahagiaan.

“Kunci pertama adalah bersyukur kepada Allah Swt atas semua nikmat dan ujian yang diberikan. Kami berdua yakin segala sesuatu yang terjadi sudah ada yang mengatur. Tugas kita ya tinggal menjalani sebaik-baiknya,” tutur pria yang pernah menjabat sebagai Direktur General Affairs PT. Adaro, di Jakarta, Rabu (2/3).

Sandi dan Nur pernah mengalami masa-masa sulit. Ketika Sandi harus menerima nasib terkena PHK pada 1997, sedangkan pada saat itu mereka baru saja mempunyai bayi kecil anak pertama mereka. Lalu, Sandi banting stir menjadi konsultan keuangan. Dan, hingga sekarang ini berhasil membangun bisnisnya yang memperkerjakan sekitar 50 ribu karyawan.

Kunci kedua rahasia kebahagiaan pasangan ini adalah menjaga kesehatan. Ini adalah nilai yang dianut oleh mereka berdua. Keduanya pun sering melakukan aktivitas olahraga lari bersama-sama. “Kalau badan kita sehat kita kan tidak ngerepotin orang lain. Semua bisa kita lakukan sendiri,” ujar Sandi, panggilan akrab Sandiaga.

Di luar kegiatan bisnisnya, Sandi memang memiliki jadwal khusus untuk sekadar berolahraga bersama keluarga kecilnya. Hobinya bermain bola basket juga membawanya menjadi Manajer Timnas Bola Basket Putri Indonesia di ajang SEA Games 2005 di Filipina. Berkat usaha kerasnya, Globe Asia mencatatnya sebagai orang terkaya ke-63 di Indonesia dengan nilai kekayaan mencapai 245 juta dollar AS.

Sementara Nur Asia, dirinya punya tugas khusus. Selain berolahraga, Nur juga selalu memperhatikan makanan yang disiapkan untuk keluarga. Ibu dari Anneesha Atheera Uno, Sulaiman Saladdin Uno, dan Amyra Atheefa Uno, ini sangat perhatian sekali dengan asupan gizi dari makanan yang dikonsumsinya. “Saya sangat concern sekali dengan makanan untuk keluarga. Kalau sayur dan buah ya beli yang fresh di pasar Santa. Selain olahraga, asupan makanan sehat juga sangat penting,” kata Nur menambahkan.

Nur membuka cerita awal mula ia menyukai olahraga. “Bapak senang olahraga lari, jogging, atau pergi ke lapangan basket sudah lama. Itu selalu dilakukan setiap hari. Jogging saja minimal lari sejauh 7km. Makanya saya terbiasa,” ujar Nur. Pernah suatu hari di bulan puasa dan cuaca yang dingin di sebuah kota, ia diajak Sandi jalan-jalan  berkeliling di sekitar hotel pukul 4 pagi. “Awalnya bilang jalan pagi. Lama kelamaan malah jalan cepat, lari-lari kecil, kemudian tiba-tiba bapak sudah lari kencang dan menghilang. Karena saya takut nyasar, akhirnya saya ikut lari sambil nangis,” kata Nur sambil tertawaSandiaga-1

MEA Itu Peluang
Kunci rahasia ketiga yang membuat pasangan ini selalu hidup bahagia, yaitu berbagi kepada sesama. “kita mendapatkan kelebihan rezeki, jangan pernah lupa untuk berbagi kepada yang membutuhkan,” papar Sandi dan Nur. Mereka pun mempunyai segudang kegiatan sosial. Lewat kegiatan ‘Berlari Untuk Berbagi’, Sandi yang lahir 28 Juni 1969 di Rumbai, Pekanbaru, ini melakukan kegiatan amal melalui hobinya berlari marathon. Sudah tidak terhitung yayasan sosial dan komunitas yang sudah dibantunya.

Ketika ia  maju sebagai calon Gubernur DKI Jakarta 2017 yang diusung dari Partai Gerindra, banyak harapan dan obsesi yang ingin dilakukan pria berkacamata ini. “Saya suka ‘gemas’ melihat kota Jakarta, kapan Jakarta bisa menjadi kota yang bisa dinikmati semua masyarakat. Saya gemas dengan sungai yang kotor karena banyak sampah, saya gemas dengan Jakarta yang selalu macet. Saya ingin Kota Jakarta  bisa menjadi kebanggaan seperti di negara-negara lain,” ujarnya sambil tersenyum. Ia ingin anak-anak dari golongan tidak mampu bisa bermain dengan bebas di taman, tanpa harus pergi ke pusat perbelanjaan. Baginya, gaya hidup pergi ke mal justru mendorong masyarakat menjadi konsumtif.

Lewat Indonesia Setara dan Mien R Uno Foundation, Sandi juga menyalurkan passion-nya membina dan mendidik para pelaku usaha mikro dan pengusaha pemula. “Hal ini bertujuan supaya para pemuda Indonesia kelak dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, buka justru mencari kerja,” kata Sandi. Sedangkan Nur Asia, aktif di kegiatan YAMSA (Yayasan Abang Mpok Sayang Anak), yayasan yang peduli dan fokus pada pendidikan dan tumbuh kembang anak di usia dini.

Diakui Sandi, Mien R Uno Foundation memiliki niat yang baik, menyediakan beasiswa kepada mereka yang mempunyai niat dan menunjukkan hasil yang nyata untuk menciptakan usaha. “Ini sebenarnya bentuk dari pembudayaan kaum muda itu sendiri,” imbuhnya. Beragam usaha kewirausahaan yang sudah mendapatkan beasiswa dari Mien R Uno Foundation, mulai dari kuliner, cleaning service, fashion, dan masih banyak.

“Saya suka terharu, Kadang  mereka di tahun kedua, mereka sudah mengembalikan beasiswa karena mereka menganggap sudah mandiri dan tidak pantas menerima beasiswa lagi,” jelasnya. Bagi Sandi, “As an entrepreneur you need to be fully aware of things around you. Manage your awareness fully. Be sensitive. Awareness empowers.” Maksudnya, seorang pengusaha seharusnya menyadari dan peduli  kepada hal di sekitarnya. Prinsip inilah yang selalu ia tanamkan di ingatannya.

Sandi pun yakin jika tenaga-tenaga muda Indonesia saat ini mampu bersaing sejalan dengan dicanangkannnya MEA  (Masyarakat Ekonomi ASEAN). “Mereka bisa melahirkan suatu SDM yang kompetitif karena mereka harus punya daya saing. Caranya, harus dipersiapkan terlebih dulu melalui program terpadu,” katanya. Ia mencontohkan, ketika berkunjung ke negeri  Thailand, ia melihat mata pelajaran yang paling banyak diminati warga negara Thailand justru adalah mata pelajaran Bahasa Indonesia.  Ini artinya, warga negara Thailand sudah melihat potensi Indonesia adalah sebuah negara yang berpeluang besar dalam karir atau usaha. “Ini sebuah keniscayaan. Kita sendiri belum ada anak-anak  muda yang menggarap pasar Thailand. Kenapa tidak dicoba?” kata Sandi menyayangkan hal ini.

MEA sangat berpotensi dan dan mempunyai peluang besar supaya Indonesia  bisa “menangkap” pasar-pasar di negara lain. Jadi jangan hanya bertahan  di Indonesia.  “Saya ingin mengubah bahwa potensial itu tidak selalu melalui kejuruan sekolah saja. Jangan hanya asyik menciptakan generalis-generalis, tapi tidak memiliki technical skill yang tinggi. Ciptakan pula lebih banyak insinyur dan ilmuwan,” ucap Sandi. (Ratri Suyani)


Related Articles

Terlibat dalam Perumusan Business Plan dan Business Strategy

Strategic Business Partner (SBP) merupakan sebuah konsep pergeseran paradigma dimana tugas dan fungsi HR di sebuah perusahaan mengalami pergeseran. Dahulu,

Drs. Pujianto Apt. MM: Transformasi Bisnis Kimia Farma Hadapi Persaingan Global

Lima tahun terakhir, PT. Kimia Farma gencar melakukan transformasi bisnis  dari  yang semula sebagai pharmaceutical company menjadi health care company.

Wujudkan “Management by Fun”

Transformasi dilakukan oleh setiap perusahaan mengingat bisnis saat ini mengalami perubahan cepat, termasuk di dalamnya perubahan tren pasar, perilaku konsumen,

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*