• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 18 June 2018

Widiyanto Chandra: Jangan Kasih Waktu Untuk Stres

WidiyantoMeski berkecimpung di dunia HR System dengan ‘terpaksa’, namun pria yang kini menjabat sebagai Marketing Manager PT. Indodev Niaga Internet (DataOn) ini mengaku menikmati pekerjaannya. Menurutnya, kunci dalam mengelola people agar engage pada perusahaan bukan dari tools, tapi dari touch. Apa maksudnya?

Mengawali karir sejak lulus kuliah di sebuah perusahaan di Jakarta, jebolan Universitas Bina Nusantara Jurusan Manajemen Informatika ini memulai bekerja sebagai staf IT. “Waktu tahun 98, terjadi krisis di perusahaan sehingga saya sempat bingung harus bagaimana,” aku pemilik nama lengkap Widiyanto Chandra, namun biasa disapa Widi. Akhirnya, ia memutuskan pindah ke bagian Sales Marketing, merangkap jadi HR yang dulu masih bernama Personalia. Di bagian HR, ia banyak belajar tentang sistem penggajian,  komponen gaji, menghitung lembur dan lain-lain dan menurutnya bukanlah hal yang mudah. “Pokoknya dulu masih menggunakan program excel untuk urusan pendataan dan menggunakan kertas. Ribet, tapi saya justru menikmati,” tukasnya sambil tersenyum.

Walau tidak mudah, tetapi ia mengaku lama kelamaan menyukai pekerjaannya di personalia. “Menurut saya, ada 2 hal yang membuat orang bisa mengeluarkan potensinya ketika mendapatkan sebuah pekerjaan. Yaitu melakukan dengan terpaksa atau terdesak, serta melakukan dengan happy,” senyumnya mengembang.

Bahkan ketika ia pindah ke perusahaan lain dan masuk ke divisi sales dan IT, Widi tetap melakukan pekerjaan yang biasa dilakukan seorang personalia. Bahkan ketika tahun 2003-2006 ia dan rekan-rekannya mendirikan sebuah perusahaan IT sendiri, ia ikut terlibat dalam SDM. Menurutnya, saat itu orang-orang sudah mulai mengenal SDM dan tidak lagi dianggap hanya sekadar personalia saja. “Mereka menyadari bahwa resource terbesar adalah manusianya itu sendiri. Setelah itu, mulai ada pelatihan dan pengembangan manusia, kemudian berkembang lagi pemikiran tentang bagaimana mengelola talent yang akan menggantikan posisi di atasnya yang kosong,” kata Widi bercerita.Widi1

Saat itulah ia merasakan dan mempelajari bahwa ada kunci utama dalam mengelola manusia atau karyawan agar mereka engage kepada perusahaan. “Saya mulai belajar bahwa engagement tidak hanya melalui tools, tapi juga melalui touch. Makanya saya mulai berpikir bahwa saya harus mulai ikut kelas pelatihan dan seminar mengenai HR, management, sales dan marketing dan rajin membaca buku tentang HR dan psikologi,” kata pecinta fotografi, off road, dan jalan-jalan. Ilmu yang ia dapat ia rangkum dan ia terapkan di perusahaannya.

Saat perusahaannya dilanda krisis, ia memutuskan untuk menerima tawaran bekerja di beberapa perusahaan IT di Indonesia, seperti OTI Transformasi Lintas Internasional, Mitra Integrasi Informatika, Unit4 Indonesia dan lain-lain. “Di sini, saya juga belajar lagi tentang HR karena salah satu produk perusahaan-perusahaan ini adalah HR Information System. sebelumnya, saya juga sempat masuk ke bagian sales. Jadi meski background saya IT, saya juga belajar sales, HR,” aku Widi yang mengaku senang ketika perusahaan tempatnya bekerja bisa meningkatkan jumlah klien.

Tantangan yang besar semakin besar ia rasakan saat ia memutuskan untuk menerima tawaran DataOn awal tahun 2014 lalu. Menurutnya, ia bisa memiliki keleluasaan dan kesempatan berkreasi dalam mengembangkan perusahaan adalah sebuah tantangan tersendiri baginya. “Saya senang bisa mendapatkan kesempatan untuk berkreasi,” ujar Widi. Sejak menerima tawaran di perusahaan penyedia aplikasi HR SunFishHR, Widi melakukan beberapa strategi perusahaan terkait dengan penjualan produk DataOn, mulai dari penambahan jumlah personil marketing hingga melakukan road show produk DataOn ke beberapa kota besar di Indonesia.

“Awalnya saya melihat hanya 2 orang marketing yang ada di DataOn. Kemudian saya brainstorm ke manajemen, kalau perusahaan mau maju, harus ditambah marketingnya,” papar Widi seraya menjelaskan saat ini DataOn didukung oleh 7 marketing dan 4 tim sales yang totalnya 15 orang. Strategi lainnya adalah dengan melakukan road show ke berbagai kota besar di Indonesia seperti Bandung, Surabaya, dan Bali. “Khusus untuk Bali, kami membidik pangsa pasar hotel di sana.  DataOn melakukan ekspansi ke luar Jakarta yaitu dengan cara road show, tujuannya agar kami bisa menemukan partner untuk ‘jualan’ produk DataOn,” tambahnya.

Dengan bertambahnya perusahaan yang menjadi partner DataOn, maka akan semakin besar peluang DataOn mendapatkan klien baru sehingga klien DataOn semakin bertambah. Memberikan pelatihan tentang produk kepada para partner juga dilakukan oleh Widi agar partner bisa memiliki pengetahuan tentang produk DataOn sehingga mereka bisa memasarkan produk DataOn seperti SunFishHR dengan baik. “Kenapa memilih partner yang ada di daerah, karena mereka lebih mengenal daerah mereka sendiri dan apa saja yang menjadi kebutuhan calon klien dibandingkan dengan kami,” tutur Widi seraya menambahkan bahwa DataOn akan menggelar konsep yang berbeda di setiap conference tahunan DataOn yang diadakan setiap bulan April.

Ada kebanggaan tersendiri bagi Widi berkarir di perusahaan penyedia HR software ini. Selain jumlah sistem keamanan yang tinggi, DataOn juga sangat dikenal di Indonesia hingga pemakainya yang mencapai lebih dari 500 perusahaan di Indonesia. DataOn juga berhasil meraih penghargaan prestisius Top IT & Telco Award 2014 untuk kategori Top HC/HR Solution 2014 pada 14 Mei 2014 lalu. Ia meyakini, jumlah klien DataOn akan terus bertambah seiring dengan perkembangan fitur produk DataOn yang semakin lengkap dan tren yang mengarah ke system berbasis teknologi, serta sistem keamanan yang semakin baik.

Di tengah kesibukannya yang padat, ia masih menyempatkan diri untuk jalan-jalan, fotografi dan off road. “Menghabiskan waktu luang? buat saya sih gampang. Saya lebih membaur dengan alam kalau lagi stres, misalnya dengan traveling sambil fotografi dan off road. Bagi saya,bergaul dengan siapa saja ok, saya juga anggota Indonesia Off-Road Federation (IOF) dan aktif di berbagai club jip 4×4 seperti Tilis Kitip Poo by Poo, Taft Bogor, Terano Club Indonesia, kami jalan-jalan ke berbagai tempat di Jabodetabek. Seru,” ujar pria yang menjabat sebagai bendahara di sebuah klub off road. (Ratri Suyani)


Related Articles

Darwan Tirtayasa: Semua Sudah Terlaksana

Darwan Tirtayasa boleh berbangga hati. Selama 26 tahun lebih ikut terlibat dalam mengelola Federal International Finance (FIF), ia dan seluruh

Anita Widjaja: The Best HR is Your Line Manager

Di tangan Anita Widjadja, Bank Mandiri mengalami beberapa perubahan, termasuk di bidang teknologi. Wanita yang menjabat sebagai Head of Human

Pambudi Sunarsihanto: Talent harus Mampu Hadapi VUCA World

Salah satu tantangan yang harus dihadapi di dunia bisnis adalah VUCA world. VUCA yang merupakan singkatan dari Volatility, Uncertainty, Complexity

2 comments

Write a comment
  1. Jauwidi
    Jauwidi 16 February, 2015, 16:50

    Luar biasa, Ko Widi.
    Sukses selalu yah.. :)

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*