• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 15 August 2018

Toys ‘R’ Us Berencana Tutup 182 Gerai

Toys-'R'-Us-Di tengah persaingan ketat dari pengecer online dan toko mainan yang lebih besar lainseperti Hamleys,  ritel mainan terbesar asal Amerika Toys ‘R’ Us dilaporkan akan kembali beroperasi secara global.

The Wall Street Journal telah melaporkan bahwa perusahaan yang mengoperasikan lebih dari 500 toko di Asia saja, berencana untuk menutup puluhan toko, meskipun lokasinya tidak ditentukan.

Hal ini mengikuti sebuah update resmi pada awal tahun 2018 ketika perusahaan mengumumkan akan menutup 182 toko pada bulan April, yang berpotensi mempengaruhi sekitar 4.500 pekerja.

Perusahaan raksasa mainan yang pernah dijuluki sebagai pernah “toko peralatan mainan mandiri terbesar di dunia” ini mengalami kebangkrutan tahun lalu, tepat sebelum musim liburan, setelah sebelumnya sang pemilik ekuitas swasta meninggalkan organisasi tersebut dengan hutang sebesar US $ 5 miliar.

Dan yang menambah keadaan menjadi lebih buruk lagi ketika penjualan mainan ini kurang dari rata-rata selama periode liburan 2017 kemarin.

Sementara itu di Inggris, media lokal melaporkan bahwa perusahaan tersebut dapat mulai beroperasi pada awal Maret, kendati gagal mendapatkan pembeli.

Peritel tersebut juga telah memberi tahu Dana Perlindungan Pensiun, skema kompensasi nasional, sebagai syarat untuk mengajukan bahwa perusahaan akan mengalami kebangkrutan, seperti dikutip SkyNews.

Toy ‘R’ Us mengoperasikan 105 gerai di Inggris dan mempekerjakan sekitar 3.200 pekerja. Per September 2017, perusahaan ini mempekerjakan 64.000 pekerja di seluruh dunia.


Related Articles

Generasi Digital Jadi Potensi Ekonomi Di Masa Depan

Perkembangan sistem informasi dan teknologi (IT) dewasa ini telah menjadi bagian penting bagi aspek-aspek kehidupan manusia. Salah satunya adalah aspek

Haruskah HR memantau Akun Sosmed Setiap Karyawan?

Menggunakan media sosial kini tidak hanya sebatas untuk urusan keluarga dan kegiatan sosial saja. Tapi saat ini media sosial juga

HR Jadi Kunci Kesuksesan BreadTalk

Peningkatan kesuksesan BreadTalk Group memang tidak kalah mengesankan, namun perusahaan yang bermarkas di Singapura ini berencana untuk tumbuh jauh lebih

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*