• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 23 January 2018

Tips Mengatasi Atasan Berkarakter Unik

menghadapi-bosMemiliki atasan yang berperilaku unik tidak hanya menyebalkan, tapi juga menyiksa Anda secara psikis. Bila ada kesalahan kecil saja atasan Anda akan berteriak-teriak meluapkan kemarahan, bahkan mencaci-maki seluruh anak buahnya. Yang lebih gawat lagi jika Atasan Anda melakukan pelecehan seksual kepada anak buahnya.

Berbagai tipe dan karakter atasan yang kurang bersahabat memang bukanlah suatu hal yang siapapun inginkan, termasuk Anda.  Ada yang senangnya marah-marah meskipun itu bukan kesalahan Anda, ada yang memperlakukan Anda sebagai asisten pribadi, ada juga yang senang mengambil keuntungan dari apa yang telah Anda perjuangkan selama bekerja, ada  yang genit, dan masih banyak lainnya.

Padahal, produktivitas karyawan sangat terkait dengan kesehatan dan kesejahteraan. Bukan hanya kesehatan fisik, tapi juga menyangkut psikis. Siapa yang bisa bekerja maksimal bila setiap hari harus menghadapi kelakuan atasan yang unik?  Apapun karakter atasan Anda, tidak bisa Anda diamkan begitu saja karena akan mengganggu motivasi dan kerja Anda. Anda pasti menginginkan lingkungan bekerja yang nyaman.

Jika Anda mendapati lingkungan bekerja dengan atasan berkarakter unik, apa saja yang harus Anda lakukan? Berikut beberapa tips yang mungkin berguna untuk Anda:

  1. Cara terbaik untuk menghadapi bos yang sangat teliti dan kerap mencari kesalahan adalah dengan memberikan informasi terkini terkini dari pekerjaan Anda secara berkala. Kirimkan laporan pekerjaan yang sedang Anda lakukan beserta data-data yang mendukung, kapan Anda pergi menemui klien dan apa saja progress-nya.  Demikian juga bila Anda telah menyelesaikan tugas-tugas Anda.
  2. Jika atasan Anda datang ke kantor dan marah-marah kepada Anda karena ada kesalahan yang sebenarnya bukan disebabkan oleh  Anda atau memang Anda melakukan kesalahan yang sebenarnya tidak terlalu besar tapi dibesar-besarkan, jangan berdiam diri. Katakan dengan tenang bahwa Anda membutuhkan diskusi dengan kepala dingin untuk menyelesaikan pekerjaan, bukan dengan teriak  atau marah-marah.  Bila cara ini tidak berhasil, bicarakan pada bagian HRD untuk menyelesaikan masalah tersebut.
  3. Jika atasan Anda mengambil keuntungan dari pekerjaan Anda, sebaiknya jangan didiamkan begitu saja. Bicarakan secara baik-baik dan kepala dingin dengan atasan Anda perihal pekerjaan Anda.  Usahakan Anda bersikap tenang dan jangan pernah sekali-kali terpancing dan ikut marah karena hal tersebut akan memperburuk keadaan. Oke Anda memiliki prestasi dan hasil pekerjaan yang bagus. Tapi jika atasan Anda tidak mengakui kesalahan mengambil keuntungan yang seharusnya milik Anda, tidak perlu Anda emosi. Adakalanya Anda terpaksa harus bersikap menerima kenyataan, toh Anda sudah membicarakan hal ini dengan atasan. Artinya, Anda harus berhati-hati dan mengantisipasi  jika suatu saat atasan Anda akan melakukan hal yang sama.
  4. Terkadang data-data yang Anda buat bisa dijadikan sebagai bukti. Bahkan data yang terkirim melalui email bisa dijadikan sebagai bukti karena email merupakan catatan resmi perusahaan.  Secara tidak langsung Anda juga sudah melindungi diri Anda sendiri jika terjadi kesalahan, karena sudah ada dalam catatan resmi perusahaan. Pastikan bahasa yang Anda gunakan juga bahasa yang profesional dan tidak berbelit-belit dan membingungkan.
  5. Memiliki atasan yang menganggap Anda sebagai asisten pribadinya sepertinya bukan perkara yang buruk.  Namun jika sebentar-bentar atasan Anda memanggil hanya untuk minta diambilkan minuman, dan sebagainya, jelas akan mengganggu pekerjaan Anda. Tidak ada salahnya jika Anda menolak saat sedang menyelesaikan pekerjaan. Katakan bahwa pekerjaan Anda sudah ditunggu hasilnya oleh klien atau dengan divisi lain.
  6. Atasan yang kerap marah terkadang ada untungnya juga. Untuk menghindari kemarahannya tentu Anda akan berusaha maksimal memberikan hasil yang terbaik, sehingga Anda tergerak untuk melakukan berbagai insitiatif demi menghasilkan prestasi yang memuaskan. Bila Anda terbiasa bersikap proaktif, kelak ini akan menjadi nilai plus Anda di masa depan.
  7. Anda tak perlu menuruti setiap kemarahan dan omelan atasan bila Anda yakin telah melakukan hal yang benar dan telah berkonsultasi dengan orang lain. Jadi, biarkan saja atasan Anda marah-marah, tak perlu diambil hati karena sifat buruknya itu menandakan atasan  Anda bukanlah orang yang dewasa. Biarkan saja ia dengan kemarahannya, sementara Anda tetap produktif dan menunjukkan kinerja terbaik.
  8. Jika atasan Anda melakukan pelecehan seksual, Anda perlu bersikap tegas. Buat jurnal tertulis dari kejadian tersebut. Tuliskan apa yang terjadi, apa yang dikatakan atasan kepada Anda, dan bagaimana Anda memilih untuk menghadapinya pada saat itu dan mengapa. Tulis pula tanggal dan waktu kejadian. Jauhkan jurnal ini di tempat yang sangat aman. Langkah berikutnya, beritahu orang lain terutama bagian HRD. Jika Anda bekerja untuk sebuah perusahaan kecil dan tidak ada HRD atau tidak ada orang yang didefinisikan nyata bertanggung jawab atas SDM, temui  bos atasan Anda. Jika bos Anda adalah pemilik, dan tidak ada bagian HRD, Anda bisa mengajukan keluhan resmi kepada Serikat Pekerja di wilayah Anda. Ingat, pelecehan seksual adalah salah satu hal yang akan membuat kondisi Anda berada di tingkat paling atas ketidaknyamanan dalam bekerja. Jadi, jika atasan Anda sudah sangat mengganggu, pindah kerja adalah cara yang terbaik.

Related Articles

Bagaimana Mewawancarai dan Merekrut Orang Terbaik Setiap Saat?

Setiap organisasi ingin merekrut orang terbaik. Tetapi, apakah hal itu selalu berhasil? Jawabannya tidak. Bahkan lebih sering gagal ketimbang berhasil.

5 Cara Membuat Karyawan Loyal

Membuat karyawan loyal terhadap perusahaan merupakan suatu upaya demi kemajuan perusahaan itu sendiri. Berbagai upaya bisa dilakukan perusahaan untuk itu,

7 Cara Agar Perencanaan Suksesi Efisien

7 Cara terbaik untuk mempersiapkan suksesi bisnis adalah membayangkan dua hal, kemungkinan terbaik dan terburuk yang bisa terjadi pada perusahaan

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*