Tips Mempertahankan Talent Potensial

foto-mas-barli“A great employee is like a four leaf clover, hard to find and lucky to have.”
-Tammy Cohen-

Memiliki talent potensial dalam tim adalah dambaan setiap perusahaan. Seperti yang pernah disampaikan Steve Jobs, Co-Founder perusahan ternama Apple Inc., “Saya telah belajar selama bertahun-tahun bahwa, bila anda memiliki orang yang benar-benar baik, anda tidak perlu berusaha keras membimbing mereka. Dengan mengharapkan mereka melakukan hal-hal besar, anda bisa membuat mereka melakukan hal-hal besar.

Menurut Coorporate Executive Board (CEB), talent potensial adalah karyawan  yang disaat bersamaan memiliki tiga karakteristik kunci:

  1. Aspirasi, yaitu keinginan untuk bertanggung jawab, menghadapi tantangan, dan dihargai dengan diberi peran yang lebih senior.
  2. Ability, kombinasi bakat bawaan dan keterampilan belajar.
  3. Engagement, komitmen emosional dan rasional karyawan terhadap perusahaan, dan berusaha untuk tetap tinggal.

Memiliki kumpulan talent potensial memberikan keleluasaan bagi perusahaan untuk berani bergerak, mencapai target penjualan produk, memberikan kepuasan pada pelanggan, memenangkan persaingan, menciptakan pertukaran informasi dan pengetahuan yang efektif, dan tentunya merencanakan kesuksesan yang lebih mudah. Kehilangan talent terbaik bukanlah hal yang mudah bagi perusahaan. Menurut the Society for Human Resource Management (SHRM), perusahaan akan menghabiskan “setara dengan enam sampai sembilan bulan gaji untuk mencari dan melatih penggantinya.” Belum lagi jika perusahaan memperoleh pengganti yang tidak tepat. Seperti yang disampaikan oleh Tony Hsieh, CEO dari Zappos yang memperkirakan bahwa “Pekerja yang buruk telah menghabiskan biaya lebih dari 100 Juta Dolar.” Selain itu perlu waktu adaptasi antara karyawan baru dan karyawan lama.

Nah, ada beberapa hal yang bisa dilakukan sehingga kita dapat membuat para talent potensial bahagia dengan pekerjaannya dan mereka merasa lekat dengan perusahaan.

1.     Pertajam Value Perusahaan.
Satu hal yang bisa membuat para talent potensial bertahan di perusahaan adalah mereka memperoleh gambaran yang jelas tentang apa harapan perusahaan terhadap  mereka.  Dan ini dimulai dari bagaimana perusahaan menentukan value nya.

Dari pengalaman mewawancarai para talent selama ini, terlihat gambaran bahwa mereka menaruh perhatian pada profil perusahaan terutama value yang dimiliki. Untuk itu adalah sangat penting bagi perusahaan mempertajam value yang dimiliki, untuk kemudian menjaring para kandidat potensial yang sesuai dengan value itu.

Kejelasan visi dan misi perusahaan disertai value yang tajam, sangat dibutuhkan bagi para talent potensial untuk dijadikan pijakan, menjadi arah bagi mereka kemana dan bagaimana mereka mesti melangkah.

2.     Adanya Penghargaan, Pengakuan dan Kesempatan.
Para talent potensial menginginkan dirinya berkontribusi nyata terhadap perusahaan. Mereka ingin tahu apakah pekerjaan dan tindakan yang mereka berikan berpengaruh terhadap kesuksesan dan dihargai oleh atasan dan perusahaan. Melibatkan mereka dalam proyek-proyek baru akan membuat mereka senang, karena para talent potensial menyukai tantangan dan suka dilibatkan. Tidak hanya berhenti disitu, bila mereka memberikan prestasi yang baik, selayaknya diberikan pengakuan dan penghargaan pada mereka. Ucapan terima kasih atau ucapan selamat karena keberhasilan mereka menyelesaikan suatu proyek dan diberikan saat meeting dengan mereka dihadapan semua tim yang terlibat, akan menjadi bentuk penghargaan tersendiri untuk mereka.mempertahankan-karyawan

Imbalan finansial, baik berupa insentif, bonus maupun hadiah merupakan bentuk penghargaan yang ditunggu oleh pekerja, jadi ini layak dipertimbangkan untuk membantu membuat mereka nyaman dan tetap bertahan.

 3.     Perkuat Orang-orang dan Lingkungannya.
Bagi para talent potensial, bergabung bersama tim yang hebat adalah hal yang positif dan memicu mereka untuk semakin berkompetisi. Mereka sangat senang jika memiliki akses untuk bertemu key person di perusahaan karena mereka dapat belajar dan mendapat inspirasi dalam bekerja.

Jadi, perusahaan harus bisa menciptakan kultur dan lingkungan yang positif, yang mendukung para talent berkembang dan bahagia dengan pekerjaan mereka.

Tidak mudah untuk membuat para talent potensial bertahan, karena begitu banyak godaan tantangan dan kesempatan diluar tentunya sangat menggiurkan bagi mereka.

Namun paling tidak, perusahaan dapat mengusahakan membuat para talent lekat dengan perusahaan, diantaranya dengan mempertajam value, memberikan penghargaan, pengakuan, dan kesempatan serta memperkuat orang-orang didalam dan lingkungan sehingga menjadikan perusahaan lebih sehat, para talent  bekerja lebih bahagia dan bersedia bertahan lebih lama.

Muhammad Barlian
Corporate HR Manager
Sahabat Utama  Group


Related Articles

“Employee Engagement”

Apakah para pekerja sudah merasakan keterikatan dengan pekerjaan yang dijalankan? “Baguss.. Hasil yang baikk!!” merupakan kata-kata yang sangat kita harapkan

Membangun Perusahaan World Class (Bagian 2)

Pada artikel sebelumnya, telah diuraikan pemahaman dasar dari perusahaan yang memiliki predikat ‘World Class’. Beberapa aspek terkait proses dan sistem

Ikuti Apa Kata Hati

Adanya opportunity for growth yang membuat Awaldi, pria berdarah Sumatera barat ini memutuskan untuk menerima tantangan berkarir di perusahaan konsultan manajemen terkemuka,

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*