• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 23 January 2018

The Art Of Creative Selling

foto Gani Gunawan DjongPernahkah anda merasa menyesal setelah melakukan pembelian suatu produk atau jasa, ketika anda sudah tiba di rumah. Anda merasa telah diperdaya oleh seorang penjual, karena sebenarnya anda tidak membutuhkan produk tersebut. Sebagai seorang pemilik bisnis yang ingin perusahaan anda terus berkembang tentunya tidak menginginkan para penjual melakukan penjualan produk maupun jasa-jasa anda dengan cara seperti tersebut di atas, karena tentu saja pembeli tersebut merasa kecewa dan tidak akan membeli maupun mere­ferensikannya kepada teman-teman dan juga familinya.

Berikut ini ada beberapa hal yang harusnya menjadi perhatian dari para penjual anda:

>     Hargailah pendapat pembeli.

      Ketika seorang penjual sedang berbicara kepada seorang calon pembeli, maka dia harus menjaga sikapnya untuk memperlakukan si calon pembeli sebagai seorang yang memiliki pengetahuan  dan membiarkannya untuk melakukan respon penawaran yang penjual sampaikan. Dengarkan dengan seksama informasi berharga yang disampaikan oleh prospek. Berikan masukan secukupnya untuk menunjukkan kepada prospek bahwa sebagai penjual anda juga adalah pendengar yang baik.

>     Cari tahu keinginan pembeli.

      Seringkali seorang penjual ingin secepatnya melakukan penawaran dan menutup sebuah penjualan karena target yang dibeban kepadanya, sehingga mereka tidak terfokus kepada apa yang sebenarnya yang menjadi keinginan calon pembeli. Dorong prospek anda untuk lebih banyak berbicara tentang keinginannya, gunakan pertanyaan terbuka yang akan merangsang percakapan yang akan mengungkapkan kebutuhannya yang lebih mendalam.

>     Tekankan manfaat  produk.

Karena gagal menemukan yang yang menjadi keinginan seorang pembeli, maka seorang penjual tidak bisa menekankan manfaat maupun imbalan produk maupun jasa yang ditawarkannya. Seorang penjual haruslah dapat menjawab pertanyaan utama seorang prospek, yakni apa kehebatan produk dan jasa yang ditawarkan itu dalam memecahkan persoalan yang sedang dihadapinya. Melalui pencocokan antara kebutuhan prospek dan fitur unik produk/jasa, akan semakin meyakinkan dan meningkatkan antusiasme seseorang dalam melakukan pembelian.

>     Ikutilah jalur pembicaraan.

Sebagai seorang penjual, anda tentunya ingin menutup sebuah penjualan, namun demikian anda harus mengikuti jalur pembicaraan prospek  yang memiliki gaya bicara yang berbeda-beda. Ada yang senang mengobrol, ada yang sangat detail, namun juga ada yang hanya menyukai gambaran besar saja. Disinilah anda dapat memainkan peranan dengan membaca gaya bicara dan kepribadian pembeli, sehingga anda dapat menutup penjualan dengan sukses.

>     Beri waktu pembeli untuk mengambil keputusan.

      Ada beberapa alasan seorang prospek belum mengambil keputusan untuk membeli produk maupun jasa yang ditawarkan. Mungkin ka­rena disebabkan dia belum sepenuhnya memahami apa keuntungannya, atau bisa juga karena belum tercukupi dana yang diperlukan, dan berbagai faktor lainnya. Oleh karena itu jika anda terus mengejarnya atau membujuknya, ada kemungkinan besar justru prospek akan semakin menghindar atau mengindahkannya. Karena itu beri waktu kepada calon pembeli anda untuk memutuskan.

>    Tetap menjaga hubungan.

      Banyak penjual setelah gagal melakukan penutupan penjualan, mulai beralih ke prospek lainnya, tanpa menjaga hubungan dengan prospek yang masih menunda keputusan pembeliannya. Anda tentu harus tetap menjaga hubungan dengannya dengan melakukan kunjungan atau hanya mengirim SMS, email dan telepon. Mungkin pada kesempatan-kesempatan tersebut prospek akan menyampaikan alasan-alasan penundaannya, sehingga anda dapat melakukan tindak lanjut.

>     Mintalah referensi.

      Walaupun prospek anda masih menunda keputusan pembelian, anda dapat meminta refe­rensi darinya. Apalagi kepada prospek yang telah membeli dan puas dengan pelayanan yang anda berikan. Seringkali seorang penjual tidak  meminta referensi karena merasa enggan atau tidak enak karena merasa akan merepotkan mereka, padahal para prospek dan pembeli ini tentu sangat menginginkan teman-teman dan familinya untuk membantu dia mengambil keputusan atau mendapatkan manfaat dari produk dan jasa yang anda tawarkan dan jual

Selamat mencoba..

Gani Gunawan Djong, Motivator dan Success Coach.

Success Motivation Institute, Inc, Southeast Asia Regional Office. Email: impact.maker@yahoo.com,

Mobile : + 62 815 8571 7594. Phone : + 6221 45 000 75

Website : www.success-motivation.com


Related Articles

Karir dan Kasir

MADESU, Masa depan suram. Sering sekali kata ini diucapkan oleh para talents yang sedang frustrasi di korporasinya, apalagi kalau sudah

Memahami Millennials: Mitos dan Fakta

Tidak sedikit dari kita yang cenderung menganggap bahwa generasi Millenials adalah generasi pemalas yang narsistik atau optimis yang bersemangat untuk

Menjelang MEA, Bagaimana Menjaga Talent di Perusahaan?

Isu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) beredar sejak tahun 2002. Konsepnya dikembangkan secara bertahap pada setiap Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*