• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 18 June 2018

Terlibat dalam Perumusan Business Plan dan Business Strategy

Bambang Sugeng

Bambang Sugeng
Human Capital & GA Director Semen Indonesia

Strategic Business Partner (SBP) merupakan sebuah konsep pergeseran paradigma dimana tugas dan fungsi HR di sebuah perusahaan mengalami pergeseran. Dahulu, HR identik dengan bagian personalia. Namun sekarang fungsi HR berkembang tidak hanya sebagai personalia tetapi juga sebagai partner bisnis. Demikian juga dengan fungsi HR di Semen Indonesia (SI) yang kini telah bergeser menjadi SBP. “Dengan ditetapkannya posisi Direktur SDM pada susunan Board of Directors sejak tahun 2010, maka fungsi SDM hampir selalu terlibat dalam keputusan-keputusan strategis perusahaan,” ujar Bambang Sugeng, Human Capital & GA Director  Semen Indonesia. Fungsi HR di SI disebut sebagai SBP sekarang ini berada pada tingkat 4 skala 5.

Strategi yang ditetapkan fungsi HR di SI yaitu dengan melibatkan diri dalam proses perumusan business plan dan business strategy serta menyusun HR strategy yang selaras dengan Business Strategy. Sebagai contoh, HR di SI memberikan inisiatif strategis ekspansi regional  diterjemahkan dalam penyiapan SDM dengan peningkatan kompetensi merger & acquisition,  pengembangan kemampuan berbahasa dan penyiapan paket kompensasi yang kompetitif pada pasar regional. Selain itu, HR juga memberikan inisiatif strategis pe­ngembangan kapasitas diterjemahkan dalam pe­n­y­i­­ap­­an SDM dengan perencanaan dan rekrutmen yang antisipatif dan mening­katkan kompetensi teknis rancang bangun dan manajemen proyek secara dini.

Menjalankan fungsi HR sebagai SBP bukan perkara mudah. Diakui Bambang, ada beberapa tahapan yang harus dilakukan HR di SI. Langkah pertama adalah dengan melakukan penguatan di HR Architecture (Arsitek Sistem Manajemen SDM). “Langkah kedua yaitu penguatan kompetensi HR Proffesional, terutama di level HR Manager atau HR Executive,” jelas Bambang. Berikutnya adalah dengan membentuk Direktorat SDM dalam susun­an Direksi dan terakhir adalah dengan melibatkan fungsi SDM dalam rapat-rapat pengambilan keputusan strategis. “Yang terpen­ting, syaratnya harus terpenuhi. HR harus memiliki kapabilitas dalam menjawab tantangan bisnis dari persepektif SDM, dengan menyiapkan Human Capital Readiness yang tinggi serta sistem manajemen SDM yang selaras pada setiap inisiatif strategis perusahaan,” tukasnya.

Dikatakan lebih lanjut, fungsi HR sebagai SBP baru bisa dinilai berhasil jika beberapa indikator terpenuhi yaitu ada atau tidaknya Direktur SDM, dalam rapat-rapat strategis Departemen HR dilibatkan dan selalu ada strategi fungsional SDM di samping business strategy. Ketika disinggung konsekuensi dari status SBP terha­dap kompetensi dan kinerja pegawai pada fungsi HR, Bambang menegaskan bahwa konsekuensinya adalah perusahaan harus memiliki kompetensi HR Proffessional yang tinggi, agar dapat secara proaktif menjawab tantang­an strategi bisnis dengan inisiatif manajemen SDM yang selaras. l RS


Related Articles

To be Famous and Unique

Winners never quit, quitters never win, merupakan motto Fransiscus Budi Pranata, pria kelahiran 25 Januari 1967 yang telah 22 tahun

Djoko Kusumowidagdo: Bangun Karakter SDM dengan Outbond

Profesionalisme dan etika bagaikan dua sayap yang tidak boleh patah atau hilang bagi setiap orang terutama para profesional bisnis, pejabat

Heriyanto Agung Putra: Menjaga Talent

Berhasil mencetak orang-orang yang berkualitas dan memiliki value yang tinggi dan dikenal di dunia merupakan obsesi Heriyanto Agung Putra, Executive

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*