• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 23 January 2018

Sukses Lintas Generasi

PDMA-GenYBe fast, be melting and be different, atau anti mainstream bisa menjadi modal persaingan di jaman ini. Produk menjadi bagian penting dari strategi pemasaran yang diterapkan pelaku industri. Produk baru yang berhasil di pasaran, mampu memberikan keuntungan signifikan dan terus meningkat sesuai harapan.

Pengembangan produk dalam suatu organisasi/perusahaan, dimana di dalamnya terdapat 4 (empat) kelompok generasi yang berbeda dalam organisasi/perusahaan, yang antara lain Baby Boomer, Gen X, Gen Y, dan Gen Z adalah tidak mudah. Keempat generasi tersebut dalam organisasi/perusahaan saling berhubungan. Meskipun, mereka memiliki perbedaan dalam banyak hal. Ini merupakan tantang bagi organisasi/perusahaan dalam menghasilkan produk sesuai harapan organisasi/perusahaan.

Menyatukan dua generasi yang berbeda memerlukan cara dan strategi tersendiri, salah satunya adalah dengan memberikan pemahaman terhadap budaya yang ada di organisasi/perusahaan. Organisasi/perusahaan yang mau memahami dan melakukan pendekatan terhadap Gen Y yang lebih baik adalah organisasi/perusahaan yang memiliki masa depan yang baik pula.

“Ada dua generasi pekerja pengisi perusahaan saat ini, yaitu Gen X dan Gen Y yang masing-masing memiliki karakter dan pandangan yang berbeda. Ini yang menjadi penyebab ‘persinggungan’ antar mereka,” ujar Wahyu T. Setyobudi, Core Faculty PPM SoM dalam Academics Gathering PDMA Indonesia yang dihelat di Executive Lounge PPM Manajemen Rabu 19 November 2014.

Lebih lanjut Wahyu mengatakan perlu ada awareness dari perusahaan mengenai budaya perusahaan untuk meminimalisir persinggungan antara Gen X dan Gen Y tadi. Perlu juga adanya kesadaran dari generasi terdahulu (Gen X) dan mau melebur dengan generasi saat ini (Gen Y). Tak dipungkiri ke depan tampuk perusahaan akan berada ditangan Gen Y yang menjadi penerus di masa mendatang.

Hal menarik dilakukan PT Kalbe Farma, saat ingin melakukan pengembangan produk, Kalbe melakukan survey salah satu produk kepada karyawan terlebih dulu khususnya terhadap Gen Y. “Ini kita lakukan saat kita survey salah satu produk, Gen Y memiliki cara pandang, cara mereka mengambil keputusan, dan cara mereka mengambil informasi, sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Cara mengkomunikasikannya pun kita harus mengikuti gaya mereka juga (Gen Y),” ujar Tunghadi Indra, Head of Nutrition Business Kalbe Nutritionals PT Kalbe Farma.

Tunghadi menambahkan sejauh ini gap antara Gen X dan Gen Y cukup variasi antar karyawan, secara keseluruhan hubungan antara Gen X dan Gen Y cukup baik, hal ini diimbangi dari pihak manajemen yang terbuka terhadap karyawan. Dari segi kontribusi, Gen Y belum seberapa, tapi suatu hari nanti pengaruhnya akan membesar dan akan berdampak pada kemajuan Kalbe Farma ke depan. (Kristiadi)


Related Articles

Aplikasi Kalkulator Finansial dari Commonwealth Life

Commonwealth Life meluncurkan kalkulator finansial versi terbaru hari Rabu (26/11) lalu. Kalkulator financial ini menyediakan fitur fasilitas keuangan yang mudah

Peluncuran Buku Perjalanan Incognito (Rahasia) Pak Harto

Perjalanan incognito merupakan episode penting pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto. Perjalanan seorang pemimpin, yang ingin menyambangi rakyatnya secara informal. Sebagai

Peran Baru Praktisi SDM Landskap Baru Bisnis Global

Perusahaan yang Sukses selalu ditandai oleh Suksesnya CEO (Chief Executive Officer) dalam mengelola bisnis serta suksesnya CHR (Chief Human Resources)

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*