Stay Interview Vs Exit Interview

Irma Triana - Corporate HR Sahabat Utama Manajemen on behalf Firstasia Consultants

Irma Triana – Corporate HR Sahabat Utama Manajemen on behalf Firstasia Consultants

Rumput tetangga selalu lebih hijau.“ Namun banyak yang tidak menyadari, rumput tersebut lebih hijau karena diberi “pupuk” omong kosong dari orang-orang di sekitarnya. Seringkali timbul pertanyaan mengapa sampai ada keinginan karyawan untuk resign atau mengundurkan diri dari perusahaan tempat yang bersangkutan bekerja saat ini? Jika kita sedikit menengok ke belakang pada saat karyawan direkrut, sebenarnya banyak faktor yang menyebabkan mereka memutuskan untuk bergabung. Tetapi tawaran gaji yang lebih tinggi dari perusahaan lain, “work-life balance” yang kurang terpenuhi, issue budaya, relasi dengan partner kerja, dan berbagai isu lainnya turut menjadi alasan seorang karyawan keluar dari perusahaan tersebut. Pertanyaannya, apakah alasan karyawan bertahan di dalam sebuah perusahaan dikarenakan faktor yang sama dengan alasan mereka ketika mereka berniat untuk mengundurkan diri?

Wawancara ketika karyawan keluar atau yang biasa disebut exit interview sayangnya akan terlambat untuk mengidentifikasi masalah dan membantu karyawan untuk tetap bertahan mencapai tujuannya bekerja di perusahaan. Sebaliknya, stay interview yang dapat memberikan pengetahuan tentang bagaimana organisasi dapat melakukan perbaikan dan bagaimana manajemen dapat mempertahankan karyawan, sekaligus memberikan apresiasi bagi mereka.  Dalam stay interview, kita memiliki kesempatan untuk bertanya kepada karyawan, mengapa mereka terus bekerja untuk organisasi. Maka dari itu stay interview lebih baik dibandingkan dengan exit interview, karena kita bisa mendapat masukan untuk melakukan refleksi apakah ada kebijakan perusahaan yang secara signifikan berdampak buruk bagi performa karyawan.

Sebelum lebih jauh menelisik manfaat dari stay interview, sebelumnya kita perlu mengetahui apa itu stay interview. Istilah stay interview diperkenalkan oleh Dick Finnegan, CEO of C-Suite Analytics dalam buku The Power of Stay Interview for Engagement & Retention. Ia menyatakan stay interview dapat mengurangi turnover dan meningkatkan engagement karyawan.

“Apa yang membuat Anda mencintai pekerjaan Anda? Apa yang mengganggu Anda tentang pekerjaan Anda? Apabila Anda diberi kesempatan, untuk mengubah peran, peran dan tanggungjawab seperti apa yang Anda akan ambil?”

Pertanyaan di atas merupakan contoh pertanyaan stay interview. Stay interview yang baik dapat mengidentifikasi apa yang disukai oleh karyawan tentang pekerjaan mereka saat itu dan/atau tentang dinamika dengan divisi kerjanya. Hal ini secara otomatis akan membentuk kepercayaan di antara karyawan dan perusahaan, serta menjadi kesempatan untuk menilai tingkat kepuasan karyawan dan keterlibatan antar karyawan dalam satu divisi dan atau organisasi. Stay interview dapat menjadi media komunikasi dua arah dengan adanya kesempatan bagi karyawan untuk mengajukan pertanyaan dan perusahaan melakukan tindak lanjut terhadap ide-ide yang mereka sampaikan. Keterlibatan semua pihak dalam bentuk komunikasi tersebut dapat meningkatkan kepuasaan atau kebahagiaan tim, menghilangkan kekhawatiran tim terhadap pekerjaan yang harus dilakukannya.StayInterview

Siapa yang harus melakukan stay interview? Stay interview harus dilakukan oleh atasan dan/atau human resource staff untuk dapat mendorong komunikasi terbuka di dalam divisi/perusahaan, terutama atasan karena ia berperan memberikan pengaruh pada kondisi kerja sehari-hari. Dalam stay interview, baik atasan maupun human resource staff dituntut lebih aktif mendengarkan dan menuliskan catatan untuk mengumpulkan banyak informasi dari dari para karyawan.

Hasil berbagi ide dari karyawan dikumpulkan dan dapat menjadi acuan untuk menentukan perbaikan apa yang perlu dilakukan di dalam divisinya. Maka sebelum melakukan stay interview, atasan perlu membangun komitmen karyawan yang terlibat untuk membuat perubahan positif, sebagai bentuk hasil tindak lanjut dari saran dan tanggapan dalam stay interview mereka. Nah, sekarang pilihan ada di kita semua, apakah kita akan melakukan stay interview atau exit interview terhadap karyawan?


Related Articles

Males Ngantor

Hari ini bangun pagi Anda gampang apa susah? Maksudnya gampang adalah; ketika alarm berbunyi Anda langsung bangun, ataukah hanya menggeliat

T.E.A.M. Together Everyone Achieves More

Kutipan dari  kuliah yang diberikan oleh Ken Blancard pada Konvesi Dunia LMI/SMI/FMI tahun 2012 Dapat bertatap muka dengan orang yang

Ironi Manajemen HR Berbasis Kompetensi?

Terlepas dari meluasnya adopsi konsep Competency Based HR Management (CBHRM) di Indonesia, manfaat implementasi CBHRM memang banyak dipertanyakan oleh jajaran manajemen puncak

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*