• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 18 October 2018

Remunerasi Sebagai Sumber Motivasi?

husen suprawinata imagePerusahaan menyediakan sebuah lingkungan kerja dan sistem pendukung yang diperlukan sedangkan tanggung jawab setiap karyawan adalah untuk melengkapinya dengan berbagai keterampilan diri pribadi, aktivitas-aktivitas, dan motivasi agar keseluruhan kegiatan operasional perusahaan dapat berlangsung lancar.

Adalah keliru apabila ada anggapan bahwa dengan memberikan jumlah remunerasi dan/atau insentif lebih banyak secara otomatis merupakan solusi untuk semua permasalahan yang terkait dengan motivasi.
Seorang karyawan dengan tingkat produktivitasnya yang tidak memuaskan, sebenarnya sudah dibayar berlebih. Dengan lebih banyak uang yang akan dikeluarkan bahkan dapat menekan produktivitas perusahaan lebih rendah lagi karena hal tersebut dapat menciptakan kesan tidak logis bahwa kinerja yang sudah dicapai sekarang ini memang sudah layak mendapatkan imbalan.

Penyebab Masalah Produktivitas
Beberapa kemungkinan penyebab dari masalah-masalah yang berkaitan dengan kepegawaian adalah sebagai berikut:

  • Kebosanan pada pekerjaan dan kebutuhan akan beberapa perubahan
  • Frustrasi dengan pekerjaan yang tidak menantang
  • Masalah-masalah fisik atau emosional yang memerlukan bantuan tenaga profesional
  • Stres yang diakibatkan oleh masalah-masalah keluarga

Seorang eksekutif atau manajer yang sibuk sering tergoda untuk menyimpulkan bahwa mencoba mengatasi permasalahan yang berkaitan dengan produktivitas karyawan hanya akan membuang-buang waktu dan tidak akan ada hasilnya sehingga lebih baik dengan mengganti orang yang bermasalah walaupun akan terpaksa memulai kembali dari awal.

Kecuali jika memang dapat dipastikan bahwa tidak akan pernah ada lagi masalah yang berkaitan dengan produktivitas karyawan, cara tersebut mungkin bisa saja diterapkan. Namun demikian, permasalahan yang berkaitan dengan orang pasti akan terjadi selama ada orang-orang dalam perusahaan. Dan jikapun misalnya seorang manajer dapat meniadakan semua orang kecuali dirinya sendiri, manajer tersebut masih tetap memiliki masalah karena dirinya akan menjadi seorang yang mesti melakukan terlalu banyak pekerjaan, sangat tertekan, merasa kurang dibayar dan dengan beban pekerjaan yang akan membuat dirinya frustasi karena memang tidak akan mungkin semua dikerjakan sendiri.

Kesempatan dalam Meningkatkan Keahlian Manajemen Sebagai Salah Satu Bentuk Remunerasi
Pengembangan keahlian manajemen memungkinkan seorang karyawan selain untuk dapat meraih sasaran-sasaran perusahaan juga sasaran-sasaran pribadi. Kesuksesan sebagai seorang karyawan memberikan pendapatan memadai, kesempatan untuk meningkatkan karir ke jenjang lebih tinggi sehingga dapat memiliki kebebasan untuk mengelola sendiri kegiatan-kegiatan, serta kesempatan untuk bergabung dalam setiap kelompok sosial atau profesional yang menarik minat. Sasaran-sasaran yang terkait dengan keluarga dan rumah dan area lain dari kehidupan menjadi lebih terjangkau saat seorang karyawan berkembang dalam karirnya.

Peningkatan dalam jenjang karir seorang karyawan adalah perwujudan tertinggi dari harapan-harapan untuk dapat meraih prestasi yang secara terukur memberikan kontribusi pada kehidupan diri sendiri dan orang2 lainnya. Kesuksesan yang dapat diraih dalam karir sebagai seorang karyawan akan memberikan sangat banyak imbalan.

Imbalan-imbalan paling jelas dari mengembangkan keahlian manajemen adalah imbalan keuangan dan jabatan yang bisa didapatkan seorang karyawan. Manfaat-manfaat nyata ini memungkinkan seorang karyawan dapat memenuhi lebih banyak kebutuhan dasar dan memungkinkan untuk memberikan lebih banyak waktu dan perhatian untuk kebutuhan-kebutuhan lain yang memiliki tingkat lebih tinggi bahkan memungkinkan untuk lebih berkembang lagi dalam karir.

Sebelum seorang manajer atau pimpinan perusahaan memilih pemutusan hubungan kerja sebagai sebuah solusi untuk setiap masalah kepegawaian, pertimbangkan efektivitas berikut dari segi biaya dan waktu apabila diupayakan langkah – langkah pemecahan masalah-masalah dibandingkan dengan langkah mengganti karyawan bermasalah tersebut:

  • Anda telah melakukan investasi besar dalam pelatihan dan pengalaman yang akan hilang jika anda mengganti seorang karyawan.
  • Dengan mengganti seorang karyawan berarti perusahaan kehilangan manfaat-manfaat dari hubungan-hubungan yang sudah terjalin antara orang – orang dalam perusahaan dimana kerja sama tim memang dibutuhkan, dan antara karyawan dengan para pelanggan atau klien.
  • Mengganti seorang karyawan akan berarti menurunkan produktivitas selama periode orang baru mendapatkan pelatihan.
  • Dengan mengatasi masalah dan mempertahankan seorang karyawan akan dapat meningkatkan moral karena para karyawan lain dalam perusahaan melihat bahwa anda menganggap orang-orang dan kebutuhan mereka sebagai hal yang penting; sedangkan bila dengan mudah anda mengganti orang bermasalah akan mengesankan bahwa anda tidak peduli pada karyawan.
  • Investasi waktu dan uang dalam upaya anda memecahkan permasalahan seputar orang akan menciptakan loyalitas lebih besar dibandingkan dengan yang dapat anda harapkan segera dari seorang karyawan baru.

Mencari solusi untuk masalah motivasi seharusnya diawali dengan membangun hubungan pribadi yang positif. Dengan hubungan semacam itu, seorang pimpinan dapat mengenali kebutuhan-kebutuhan yang menurut pandangan karyawan adalah penting. Hal ini mungkin akan memerlukan waktu cukup lama.
Seseorang yang mengetahui bahwa pimpinannya merasa tidak puas akan kinerjanya tentu akan sulit untuk mencurahkan isi hatinya kepada pimpinannya tentang segala kebutuhan atau masalah-masalah pribadinya.

Pahamilah bahwa produktivitas yang rendah hanyalah sebuah gejala, sehingga seorang pimpinan harus dapat menemukan masalah sebenarnya yang menjadi penyebab produktivitas yang rendah. Setelah anda menemukan penyebab dari masalah tersebut, barulah anda dapat mulai mengembangkan rencana untuk mengatasinya.

Motivasi
Ada beberapa pendekatan dasar untuk pemahaman tentang motivasi. Satu metode tradisional yang sudah lama dipergunakan untuk menciptakan motivasi adalah penggunaan rasa takut sebagai alat untuk memotivasi atau lebih tepatnya “memaksa” orang melakukan apa yang perusahaan inginkan. Metode ini mempergunakan ancaman hukuman atau penghapusan hak-hak istimewa untuk mendapatkan ketaatan pada perintah. Ketika anda masih anak-anak misalnya, mungkin anda pernah mengalami penggunaan rasa takut sebagai dasar motivasi ketika orang tua dan guru memperingatkan anda tentang berbagai konsekuensi dari kegagalan.

Dalam banyak perusahaan, rasa takut masih sering digunakan untuk menekan orang-orang agar mengikuti aturan. Ancaman kehilangan pekerjaan atau evaluasi kinerja yang buruk termasuk dalam cara memotivasi dengan mempergunakan rasa takut ini. Akan tetapi rasa takut adalah alat yang lemah untuk dapat menghasilkan motivasi yang positif. Untuk bisa efektif, cara ini tergantung pada kekuatan eksternal, dan paling-paling hanya dapat berlangsung sementara. Segera setelah sumber ancaman itu tidak ada, atau ketika individu tersebut menyadari bahwa adalah mungkin untuk tetap bertahan meskipun ada rasa takut terkena ancaman hukuman, cara memotivasi dengan mempergunakan rasa takut ini tidak akan efektif lagi.

Pendekatan kedua untuk memotivasi adalah dengan menawarkan insentif sebagai imbalan atas kinerja. Setiap bentuk imbalan untuk perbaikan atau sukses adalah suatu insentif. Berbagai bentuk insentif dapat ditemukan sejak awal kehidupan dan masih dipergunakan dalam banyak perusahaan. Berbagai bentuk insentif dapat sangat efektif jika imbalan tersebut adalah sesuatu yang diinginkan oleh orang tersebut dan jika orang tersebut yakin bahwa dia dimungkinkan untuk mendapatkannya. Jenis motivasi ini, seperti juga pada memotivasi lewat rasa takut, adalah eksternal dan sementara. Begitu gairah untuk mendapatkan imbalan terpuaskan, motivasi segera hilang atau paling tidak akan sangat berkurang.

Yang dibutuhkan perusahaan adalah sebuah pendekatan untuk memotivasi yang bersifat internal -dan permanen. Strategi untuk dapat berhasil adalah dengan mengupayakan terjadinya perubahan sikap. Seorang manajer yang memimpin para anggota tim untuk mengembangkan motivasi dari dalam diri sendiri yang mengacu pada sikap positif menemukan solusi-solusi permanen untuk permasalahan yang berkaitan dengan produktivitas orang-orang.

Banyak masalah dapat dicegah dengan memiliki sikap positif yang diikuti tindakan jauh hari sebelum munculnya kesulitan. Kepemimpinan yang positif oleh eksekutif atau manajer adalah awal dari penerapan strategi ini. Seorang pimpinan dan/atau manajer harus menjadi model acuan bagi para anggota timnya. Jadilah sebuah model yang positif. Seorang pemimpin dan/atau manajer harus dapat menunjukkan manfaat dari rasa percaya pada diri sendiri dan pada potensi diri. Salah satu perwujudan dari sikap tersebut adalah berinisiatif dan menerima tanggung jawab. Seorang pemimpin harus dapat membuat para anggota tim untuk juga bertindak mengikuti cara yang sama.

Seorang pemimpin perlu melibatkan para anggota tim dalam mengembangkan sasaran-sasaran perusahaan. Seorang pemimpin harus membantu para anggota tim dalam menetapkan sasaran-sasaran pribadi juga. Kemudian seorang pemimpin atau manajer perlu menunjukkan pada mereka bagaimana dengan memberikan kontribusi yang sesuai dalam upaya – upaya pencapaian sasaran-sasaran perusahaan akan membantu mereka dalam mencapai sasaran – sasaran pribadi mereka.

Seorang pemimpin perlu memberikan waktu yang memadai untuk berinteraksi dengan para anggota tim. Hal tersebut merupakan waktu pembelajaran yang berharga baik bagi pemimpin atau manajer dan anggota tim. seorang pemimpin akan dengan cepat dapat mengetahui apa kebutuhan-kebutuhan saat ini yang penting bagi setiap individu. Sehingga ketika kemudian muncul masalah motivasi, seorang pemimpin tahu bagaimana mengatasinya dengan mengajak orang yang terlibat untuk menemukan solusi non finansial dibandingkan dengan hanya mengandalkan imbalan dalam bentuk uang.


Related Articles

T.E.A.M. Together Everyone Achieves More

Kutipan dari  kuliah yang diberikan oleh Ken Blancard pada Konvesi Dunia LMI/SMI/FMI tahun 2012 Dapat bertatap muka dengan orang yang

Perusahaan Jasa outsourcing terancam

Gelombang unjuk rasa buruh, terutama di kawasan Jabodetabek, bulan lalu untuk memprotes praktik usaha outsourcing (alih daya) membuat tekanan terhadap jasa tenaga

Keterampilan Dasar Coaching

Dalam beberapa workshop coaching yang kami lakukan, banyak pertanyaan yang diajukan oleh para peserta, dan salah satu pertanyaan yang paling

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*