• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 17 August 2018

Potret Diri Setiap Karyawan

Bambang Triwibowo- Direktur Utama Pembangunan Perumahan (PP)

Bambang Triwibowo- Direktur Utama Pembangunan Perumahan (PP)

Kinerja ekselen perusahaan berplat merah kini semakin gencar digaungkan. Hal ini sejalan dengan ditetapkannya kinerja BUMN berbasis Kriteria Kinerja Ekselen (KKE). Penerapan KPKU BUMN tersebut bersifat mandatori bagi setiap BUMN tanpa terkecuali. Sistem Penilaian Kinerja BUMN yang diimplementasikan merupakan adopsi dan adaptasi dari Malcolm Baldrige Criteria for Performance Excellence (MBCPE). “BUMN membuat Kriteria Penilaian Kinerja Unggul atau KPKU berdasarkan Malcolm Baldrige tersebut,” papar Bambang Triwibowo, Direktur Utama Pembangunan Perumahan (PP) ketika dijumpai di sela-sela acara di Jakarta. Penerapan KPKU ini membuat seluruh BUMN mulai berbenah, termasuk PP.

Menurutnya, penerapan Malcolm Baldrige Criteria melalui KPKU sangat bagus karena untuk mengetahui dan mengidentifikasi faktor-faktor keberhasilan kunci dalam sebuah perusahaan. Selain itu, juga menjadi tuntunun bagi pimpinan perusahaan untuk mengambil langkah-langkah perbaikan agar terhindar dari resiko gagal dan mampu meraih kinerja yang ekselen.

Ketika disinggung perihal tantangan terbesar dalam menerapkan KPKU, Bambang menjelaskan bahwa adanya KPKU membuat PT PP melakukan transformasi secara besar-besaran. “Transformasi dilakukan agar BUMN bisa berkinerja ekselen,” katanya. Untuk itu, setiap karyawan PT PP diminta untuk membuat RKP (Rencana Kerja perusahaan). Karyawan juga diminta untuk melakukan ‘potret diri sendiri’, apa saja kelebihan dan kekurangan masing-masing karyawan.

“Karyawan harus tahu apa saja kekurangannya, apa saja kelebihannya. Yang kurang akan diisi dengan pelatihan dan pengembangan sehingga performance mereka menjadi bagus. Pokoknya semua kita perbaiki, yang bagus dipertahankan dan yang tidak bagus diperbaiki,” tukasnya. Dari hasil potret diri karyawan tersebut, ternyata sekarang hasilnya menjadi lebih bagus. Ia menambahkan, salah satu cara untuk mengetahui bahwa perusahaan tersebut sudah bagus adalah dengan melakukan benchmark dengan perusahaan lain yang sejenis. “Benchmark itu penting. Kami tidak hanya lakukan benchmark dengan perusahaan dalam negeri tapi juga perusahaan asing di luar,” kata Bambang.

Bambang patut berbangga hati. Beberapa penghargaan berhasil diraih PT PP seperti Penghargaan Karya Konstruksi 2014 yang diselenggarakan Kementerian Pekerjaan Umum, Living Legend Company Award 2014 dari majalah Warta Ekonomi, Anugerah BUMN 2011 untuk Kategori Inovasi Teknologi BUMN Terbaik, dan masih banyak lagi. Bahkan gedung utama Kementerian PU Jakarta yang dibangun PT PP mendapat penghargaan ”The Winner of ASEAN Best Practice Awards for Energy Efficient Building, New and Existing Building Category”. “Dengan adanya KPKU, maka semua BUMN jadi sama dalam hal penilaian kinerjanya. JIka PP dulu dari disebut sebagai earlier improvement, sekarang menjadi good performance,” papar Bambang. (Ratri Suyani)


Related Articles

Darwan Tirtayasa: Semua Sudah Terlaksana

Darwan Tirtayasa boleh berbangga hati. Selama 26 tahun lebih ikut terlibat dalam mengelola Federal International Finance (FIF), ia dan seluruh

5 Saran Dari Isran Noor Untuk Stakeholders

Pagi itu, Senin (10/11/2014) adalah pagi yang penuh ketegangan sekaligus kegembiraan, khususnya bagi H. Isran Noor, katua Asosiasi Pemerintah Kabupaten

Drs. Pujianto Apt. MM: Transformasi Bisnis Kimia Farma Hadapi Persaingan Global

Lima tahun terakhir, PT. Kimia Farma gencar melakukan transformasi bisnis  dari  yang semula sebagai pharmaceutical company menjadi health care company.

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*