• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 20 September 2018

Pizza Gratis Lebih Memotivasi Karyawan Ketimbang Uang

pizzapowerIngin meningkatkan produktivitas di perusahaan Anda? Sepotong pizza panas lengket berisi keju dan pepperoni tampaknya menjadi pilihan yang lebih baik dibandingkan dengan uang tunai.

Hal ini berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh Dan Ariely, seorang profesor di Duke University, yang mengungkapkan bahwa karyawan lebih cenderung termotivasi bekerja dengan pizza dan pujian daripada bonus uang tunai yang nilainya kecil.

Ariely melakukan percobaan selama seminggu terhadap motivasi kerja karyawan di sebuah pabrik Intel semikonduktor di Israel. Setiap pagi, setiap pekerja menerima salah satu dari tiga email yang menjanjikan hadiah yang berbeda di akhir pekan jika mereka berhasil mengumpulkan sejumlah chip komputer setiap hari.

Tiga penghargaan yang berbeda tersebut adalah:

  1. Bonus uang tunai kecil dari sekitar 100 syikal baru Israel atau sekitar 36 dolar Singapura
  2. Sebuah pesan teks “Well done!” dari bos
  3. Sebuah voucher gratis untuk membeli pizza
  4. Kelompok yang bertindak sebagai kelompok kontrol dengan tidak mendapatkan tawaran hadiah.

Pada hari pertama penelitian, pizza gratis menempati urutan sebagai insentif yang teratas. Hal ini berdasarkan adanya peningkatan output pekerja sebesar 6,7%, dibandingkan dengan orang-orang dalam kelompok kontrol. Sedangkan  pujian dari bos karena peningkatan produktivitas menduduki peringkat kedua yaitu naik 6,6%, dan bonus uang tunai berada di posisi terakhir dengan peningkatan sebesar 4,9%.

Namun setelah seminggu, pujian akhirnya terbukti menjadi yang motivator terbesar secara  keseluruhan, sementara pizza gratis berada di posisi kedua. Anehnya, bonus uang tunai justru membuat karyawan menjadi kurang produktif. Pada hari kedua, kelompok pekerja yang termotivasi uang melakukan pekerjaan dilakukan lebih buruk  lebih buruk daripada kelompok control yaitu sebesar 13,2%. Pada akhir minggu, bonus cash membawa penurunan produktivitas secara keseluruhan sebesar 6,5%.

Ternyata, meski uang terlihat sebagai sesuatu yang paling memotivasi, justru di berada di posisi terakhir  di belakang kelompok control. Hal ini menunjukkan bahwa akan lebih baik untuk majikan untuk tidak menawarkan insentif dibandingkan dengan memberikan insentif tunai dalam jumlah kecil. Temuan Ariely ini mendukung penelitian sebelumnya yang telah menyarankan bahwa insentif dalam keuangan  selalu bisa diterima dan remunerasi adalah kunci ketika karyawan menerima posisi pekerjaan. Staf karyawan lebih termotivasi oleh ucapan terima kasih sederhana dalam keseharian mereka bekerja.

Tahun 2011, sebuah ulasan dari 50 studi tentang motivasi kerja, ditemukan bahwa orang cenderung untuk bekerja lebih keras ketika mereka merasa pekerjaan mereka lebih dihargai. Di sisi lain, insentif gaji berbasis kinerja cenderung menjadi bumerang. Menurut Adam Grant, seorang profesor psikologi yang mempelajari motivasi di tempat kerja, “Sebuah rasa dari penghargaan adalah motivator tunggal yang paling berkelanjutan di tempat kerja.” Kedua, tentu saja “pizza”. (sumber: HRM Asia)


Related Articles

5E dalam Mengelola Talent Versi Telkom

Hasil jajak pendapat McKinsey pada tahun 2000 yang memprediksi bahwa pada 2021 akan terjadi defisit talent global. Terjadinya defisit talent

5 Gaya Kepemimpinan

Tidak ada gaya kepemimpinan yang benar dan tidak ada gaya kepemimpinan yang salah. Setiap pemimpin memiliki gaya mereka sendiri dan

4 Langkah Memimpin dengan Positif

Menciptakan lingkungan kerja yang positif di organisasi memang bukan perkara mudah. Dibutuhkan kesabaran, ketelitian, dan  kerja keras agar lingkungan kerja

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*