Perlunya Kolaborasi Antara Akademisi dan Pelaku Industri

PDMA-Connect2Pengembangan industri harus didukung sinergi dari pemerintah, akademisi, komunitas dan bisnis. Sinergi akan menghasilkan konten yang unik dan berdaya saing. Transfer teknologi, dalam sebuah istilah yang cukup terkenal, yaitu “valley of death”. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1995 untuk merujuk pada tantangan mentransfer teknologi pertanian ke negara-negara Dunia Ketiga (Markham et al., 2010).

Pada perkembangannya, istilah ini juga sering digunakan sebagai metafora untuk menggambarkan kesenjangan antara inovasi berbasis akademik dan aplikasi komersial di pasar.

Jika menilik kondisi di Indonesia, “valley of death” dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain adalah sampai saat ini belum ada kolaborasi yang baik antara perguruan tinggi dan dunia usaha terkait pemanfaatan riset.

Akibatnya, hasil penelitian-penelitian di perguruan tinggi hanya tersimpan di rak perpustakaan. Padahal, pengembangan riset dan teknologi harus berdasarkan ilmu pengetahuan yang berimplikasi pada dunia usaha.

Bergerak dari latar belakang di atas, PDMA Indonesia sebagai asosiasi yang sangat peduli terhadap pengembangan produk berinisiatif mempertemukan pihak akademisi dengan para pelaku industri dalam acara CONNECT THE EXPERTS: “Bringing Research Products into Business” di Auditorium PPM Manajemen, Jakarta beberapa waktu lalu.

Setidaknya ada tiga profesor atau doktor hadir pada kesempatan ini untuk mempresentasikan hasil penelitiannya yang berupa pengembangan sebuah produk. Ketiga professor tersebut adalah Prof. Dr. Ir. I Gede Wenten, M.Sc (ITB), Prof. Dr. Ir. Slamet Budijanto, M.Agr. (IPB), Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG(K) (UI). Selain itu, juga hadir dari kalangan praktisi industri yakni Prof. Dr. Ir. Bernard T. Widjaja, MM (PT. Martina Berto Tbk), Ir. Simon Jonatan (PT. Bintang Toedjoe) yang berbagi mengenai kebutuhan industri yang ada saat ini.

Harapan dari digelarnya ajang semacam ini adalah, akan ada hasil temuan dari profesor atau doktor yang hadir dan dapat dikembangkan lebih lanjut untuk menjadi sebuah produk yang siap jual di pasaran, serta sebagai wadah pelaku industri agar dapat berkolaborasi dengan para akademisi untuk mengembangkan produk sesuai dengan kebutuhan mereka.


Related Articles

Saatnya Perguruan Tinggi di Indonesia Mengubah Arah

Kesuksesan negara maju seperti Amerika dan Eropa perlu dicontoh. Mereka berani mengubah arah kebijakan perguruan tingginya dari high learning institute

Tingkatkan Skill Melalui Program Pemagangan Nasional

Pemerintah dlam hal ini Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyelenggarakan Program Pemagangan Nasional, dalam program tersebut Menteri Ketenagakerjaan M Hanif Dhakiri mengajak

Aplikasi Kalkulator Finansial dari Commonwealth Life

Commonwealth Life meluncurkan kalkulator finansial versi terbaru hari Rabu (26/11) lalu. Kalkulator financial ini menyediakan fitur fasilitas keuangan yang mudah

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*