• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 23 January 2018

Perlukah Gelar Sarjana Tertentu Untuk Bekerja di Dunia HR?

SarjanaLebih dari satu dekade beragam pengalaman di dunia HR  - atau mungkin dalam beberapa kasus justru lebih dari satu dekade – gelar sarjana tertentu diperlukan untuk mendapatkan pekerjaan di bidang HR?

Pertanyaan 1: Saya memiliki 10 tahun pengalaman di dunia HR. Kemudian saya keluar dari dunia HR selama lima tahun dan baru-baru ini kembali ke dunia HR dengan menerima tawaran salah satu perusahaan kecil yang hanya memiliki 30 karyawan. Saya tidak memiliki gelar sarjana. Tapi saya belajar untuk mengambil gelar Senior Profesional Human Resource (SPHR) saya – di Indonesia, sama dengan Certifed Human Resource Management Program (CHRMP). Saya ingin tahu, apakah ada kebutuhan untuk gelar khusus pada saat ini dalam karir saya? Terima kasih!

Pertanyaan 2: Saya telah berkecimpung ke dunia HR secara generalis selama 32 tahun sekarang. Ketika saya mulai di HR, saya tidak punya gelar sarjana. Saya menerima gelar PHR (Profesional Human Resource) saya dan saya SHRM-CP (Certified Profesioanal). Saya menerapkan perekrutan melalui  aplikasi online. Jika ada calon karyawan tidak memiliki gelar sarjana, maka dengan sendiri aplikasi yang dikirimkan akan mental. Bagaimana saya bisa mendapatkan seseorang yang sesuai kebutuhan, padahal ketika melihat  masa lalu saya, saya sendiri tidak memiliki hal itu?

Mungkin masih ada sederet pertanyaan dan permasalahan seputar gelar sarjana dan gelar tertentu di bidang HR dalam beberapa tahun terakhir. Menurut salah satu penulis terlaris Martin Yate, seorang coach karir dan mantan profesional HR, dalam dunia di mana sifat setiap pekerjaan akan berkembang dengan pesat, maka semua orang akan terus belajar.

Hal ini terbukti dalam proses perekrutan dan promosi dimana setiap calon karyawan dan karyawan dituntut untuk memilki kemampuan belajar. Tetapi dengan memiliki gelar akan memberikan gambaran kepada pengusaha tentang pembuktian kemampuan kandidat dalam pekerjaan analitis dan pelatihan dalam keterampilan inti dan menunjukkan komitmen kandidat untuk pengembangan profesional dan kemampuan untuk tinggal dan menghadapi tantangan dalam jangka panjang. Ini bukanlah hal untuk mengatakan bahwa Anda memiliki kekurangan dan tidak memiliki berbagai keterampilan, tapi hanya sebagian cara bagaimana para pengusaha memandang mereka yang memiliki gelar.

Ketika para majikan menggunakan gelar tertentu sebagai kriteria kandidat untuk masuk ke perusahaan mereka dan jika Anda tidak memiliki satupun, maka resume Anda akan tetap tersembunyi di aplikasi data pemohon saja. Maksudnya, untuk alasan apapun Anda tidak dapat menyelesaikan pendidikan sarjana, maka akan  banyak perusahaan yang “membanting pintu “ dan menutup kesempatan Anda untuk bertemu dengan majikan sekalipun Anda adalah orang yang potensial.

Karena itu, ada cara beragam cara agar bisa “membuka pintu”. “Saran saya adalah sebaiknya Anda mulai mengambil kelas agar Anda bisa mendapatkan gelar,” papar Yate. Mulailah dengan Mengevaluasi reputasi beberapa universitas online yang berbeda. Kebanyakan mereka menawarkan lebih banyak fleksibilitas bagi yang ingin bekerja secara profesional, misalnya dengan bertanya pada Society for Human Resource Management (SHRM), Facebook dan LinkedIn tentang pilihan berkualitas untuk gelar online yang tepat. Di Indonesia sendiri, banyak pula penyelenggara pelatihan seputar HR misalnya PT. Menara Kadin Indonesia, Universitas Atmajaya, GML Performance Consulting, dan masih banyak lagi.

Cek pula apakah Anda bisa mendapatkan kredit untuk pengalaman kerja Anda dan akreditasi profesional. Kemudian evaluasi pula masalah waktu, biaya dan manfaatnya. Banyak universitas yang memungkinkan Anda untuk mendaftar di beberapa kelas  tertentu sehingga Anda dapat  mengendalikan biaya untuk menyesuaikan anggaran dan waktu Anda. Dengan cara ini, Anda dapat menambahkan gelar di bawah bagian pendidikan di resume Anda.


Related Articles

Forum Inovasi GE Healthcare: Quality Healthcare for Emerging Economies

Seiring berkembangnya populasi masyarakat Indonesia kelas menengah, berpengaruh pada tingkat kesehatan masyarakat itu sendiri. Peraturan baru dalam industri kesehatan serta

3 Pilar Pengembangan SDM Berbasis Kompetensi Lewat Pelatihan

Upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia bisa dilakukan dengan berbagai macam cara. Salah satunya dengan cara melakukan pelatihan kerja.

Pemerintah Malaysia Kaji Ulang Remunerasi Pekerja

Dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun, peningkatan gaji pekerja di Malaysia hanya sekitar RM200 (atau sekitar Rp600 ribu), kata

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*