• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 22 January 2018

Peran HC Knowledge Management dalam Membangun Corporate University

“The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn”

–Alvin Toffler-

Dion Markimmer Sihaloho – (Learning & Development Assistant Manager Sahabat Utama Manajemen; on behalf of FirstAsia Consultants)

Dion Markimmer Sihaloho – (Learning & Development Assistant Manager Sahabat Utama Manajemen; on behalf of FirstAsia Consultants)

Corporate University (CU) adalah salah satu istilah yang marak dibicarakan di lingkup perusahaan saat ini. Istilah CU bukan tertuju pada universitas/institusi pendidikan yang dibangun oleh perusahaan untuk menelurkan sarjana, melainkan fungsi dari sebuah perusahaan yang bertugas mengelola proses belajar di perusahaan. Mengapa proses belajar di perusahaan menjadi sebuah hal penting yang harus dikelola secara serius? Sejalan kutipan Toffler, jelas terungkap bahwa ukuran kepandaian sesorang di abad ke-21 tidak hanya terukur dari kemampuan membaca dan menulis. Setiap orang dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan. Tuntutan untuk terus belajar dalam sebuah organisasi/perusahaan membuat CU memiliki peran penting untuk menjaga arus informasi pegawai bisa berdaya guna utuk perkembangan perusahaan.

Dalam konteks formal, arus informasi pada pegawai bisa datang dari kegiatan pelatihan internal maupun eksternal yang difasilitasi dan didokumentasikan oleh perusahaan. Setelah mengikuti pelatihan, pegawai diminta untuk membuat laporan dan melakukan sharing. Bagaimana “nasib” pengetahuan hasil pelatihan dan sharing  yang didapat pegawai?

Pengetahuan setiap pegawai harus dikelola dengan baik agar berdampak untuk pengembangan perusahaan.  Proses pengelolaan pengetahuan ini kita kenal dengan istilah knowledge management (KM) dan metode ini menjadi pondasi awal sebuah perusahaan untuk membangun Corporate University. Jan dan Lantu (2006) menjelaskan bahwa “Knowledge Management merupakan proses sistematik untuk menemukan, memilih, mengorganisasikan, menyarikan, dan menyajikan pengetahuan dengan cara tertentu, sehingga para pekerja mampu memanfaatkan dan meningkatkan penguasaan pengetahuan dalam suatu bidang kajian yang spesifik, untuk kemudian ada proses institusionalisasi agar pengetahuan yang diciptakan menjadi pengetahuan perusahaan”. Inti dari definisi tersebut adalah bagaimana mengelola pengetahuan mulai  diterima sampai dibuat menjadi formal pengetahuan perusahaan.Learn-FirstAsia

Dalam KM, ada istilah Community of practice (COP). Komunitas inilah yang membantu adanya “saluran” formal yang mengalirkan pengetahuan dalam perusahaan dan menjadi media bagi karyawan untuk saling berbagi hasil pelatihan dan sharing yang mereka ikuti. Keberadaan COP dalam sebuah perusahaan membantu pegawai memperkaya pengetahuan bagi kinerja lebih baik. Sayangnya, tidak semua pegawai memanfaatkan komunitas ini untuk mengembangkan diri. Top management memiliki peran untuk memastikan adanya “permintaan” pengetahuan agar terjadi keseimbangan antara permintaan dan persediaan pengetahuan. Pemimpin di setiap lini perusahaan harus menumbuhkan minat pegawai akan pengembangan pengetahuan. Keseimbangan yang diikuti dengan dokumentasi pengetahuan yang baik akan membuat setiap karyawan punya akses untuk belajar. Pegawai “dipaksa” untuk memperkaya pengetahuan melalui sharing dalam bentuk formal.

Pada sebuah BUMN, setiap pegawai yang hendak pensiun “dipaksa” untuk membuat sebuah tulisan formal. Tulisan itu berisi pengalaman spesifik yang bisa menjadi pengetahuan untuk pegawai lain di kemudian hari. Apabila pegawai tidak membuat tulisan, maka ada konsekuensi bagi pegawai dan atasannya. Tidak hanya pengalaman menyenangkan, salah satu perusahaan swasta nasional menerapkan KM yang merangkum sharing tentang kegagalan agar ada rencana tindak lanjut untuk menghindari kesalahan yang sama.

Corporate University adalah wadah pengelolaan pengetahuan yang kemudian hari menjadi salah satu faktor pendukung kemajuan perusahaan. Salah satu bagian yang memiliki peran penting dalam keseluruhan proses ini adalah bagian human capital development. Kekayaan pengetahuan dan kebutuhan perusahaan ada dalam pengelolaan human capital development. Selamat berkolaborasi mengelola aliran pengetahuan sampai ke sendi-sendi terkecil perusahaan untuk kemajuan dan pertumbuhan perusahaan!


Related Articles

Leadership: ‘Memilih Calon Pemimpin’

Leadership Style yang diperlukan: “Mekanistik” atau “Organik”..? Pimpinan setiap organisasi atau unit kerja akan selalu berganti, dikarenakan berbagai sebab. Pada

Membangun “The Dream Team”

Bagi sebagian penggemar olahraga bola, terutama yang mengikuti Liga Utama Inggris, pasti mengetahui kehebohan tim Leicester City yang beberapa hari

Menjelang MEA, Bagaimana Menjaga Talent di Perusahaan?

Isu Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) beredar sejak tahun 2002. Konsepnya dikembangkan secara bertahap pada setiap Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN.

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*