• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 18 October 2018

Peran HC Knowledge Management dalam Membangun Corporate University

“The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn, unlearn, and relearn”

–Alvin Toffler-

Dion Markimmer Sihaloho – (Learning & Development Assistant Manager Sahabat Utama Manajemen; on behalf of FirstAsia Consultants)

Dion Markimmer Sihaloho – (Learning & Development Assistant Manager Sahabat Utama Manajemen; on behalf of FirstAsia Consultants)

Corporate University (CU) adalah salah satu istilah yang marak dibicarakan di lingkup perusahaan saat ini. Istilah CU bukan tertuju pada universitas/institusi pendidikan yang dibangun oleh perusahaan untuk menelurkan sarjana, melainkan fungsi dari sebuah perusahaan yang bertugas mengelola proses belajar di perusahaan. Mengapa proses belajar di perusahaan menjadi sebuah hal penting yang harus dikelola secara serius? Sejalan kutipan Toffler, jelas terungkap bahwa ukuran kepandaian sesorang di abad ke-21 tidak hanya terukur dari kemampuan membaca dan menulis. Setiap orang dituntut untuk terus belajar dan meningkatkan pengetahuan. Tuntutan untuk terus belajar dalam sebuah organisasi/perusahaan membuat CU memiliki peran penting untuk menjaga arus informasi pegawai bisa berdaya guna utuk perkembangan perusahaan.

Dalam konteks formal, arus informasi pada pegawai bisa datang dari kegiatan pelatihan internal maupun eksternal yang difasilitasi dan didokumentasikan oleh perusahaan. Setelah mengikuti pelatihan, pegawai diminta untuk membuat laporan dan melakukan sharing. Bagaimana “nasib” pengetahuan hasil pelatihan dan sharing  yang didapat pegawai?

Pengetahuan setiap pegawai harus dikelola dengan baik agar berdampak untuk pengembangan perusahaan.  Proses pengelolaan pengetahuan ini kita kenal dengan istilah knowledge management (KM) dan metode ini menjadi pondasi awal sebuah perusahaan untuk membangun Corporate University. Jan dan Lantu (2006) menjelaskan bahwa “Knowledge Management merupakan proses sistematik untuk menemukan, memilih, mengorganisasikan, menyarikan, dan menyajikan pengetahuan dengan cara tertentu, sehingga para pekerja mampu memanfaatkan dan meningkatkan penguasaan pengetahuan dalam suatu bidang kajian yang spesifik, untuk kemudian ada proses institusionalisasi agar pengetahuan yang diciptakan menjadi pengetahuan perusahaan”. Inti dari definisi tersebut adalah bagaimana mengelola pengetahuan mulai  diterima sampai dibuat menjadi formal pengetahuan perusahaan.Learn-FirstAsia

Dalam KM, ada istilah Community of practice (COP). Komunitas inilah yang membantu adanya “saluran” formal yang mengalirkan pengetahuan dalam perusahaan dan menjadi media bagi karyawan untuk saling berbagi hasil pelatihan dan sharing yang mereka ikuti. Keberadaan COP dalam sebuah perusahaan membantu pegawai m


Related Articles

Mengapa Budaya Perusahaan Sangat Penting (Bagian 1)

Sering sekali kita mendengar bahwa budaya perusahaan adalah sangat penting bagi kinerja dan produktifitas perusahaan? Benarkah demikian, seberapa pentingkah? Corporate

Pentingnya Nilai-nilai Bersama Bagi Perumusan Strategi

Bagaimana menganalisis seberapa bagus organisasi Anda berhasil mencapai sasaran yang diinginkan? Pertanyaan ini telah diajukan selama bertahun-tahun, dan jawabannya sangat

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*