• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 22 June 2018

Patriotic Leadership Program, Program Diklat Unik Merpati Nusantara Airlines

Apa yang membuat PT. Merpati Nusantara Airlines  (MNA)  mengadakan Patriotic Leadership Program bekerja sama dengan Komando Latih Korps Marinir Pusat Latihan Pasukan Pendarat?Services, quality dan productivityyang akan menghasilkan disiplin tinggi untuk melayani client adalah alasannya. Hasilnya? It works

Merpati Training Center  (MTC) sebagai salah satu unit bisnis MNA yang berlokasi di Sidoarjo, Jawa Timur mengemban tugas yang cukup besar, sesuai dengan visi dan misinya yaitu menjadi lembaga pendidikan dan pelatihan penerbangan berkualitas dan memberikan pendidikan dan pelatihan penerbangan berkualitas untuk memenuhi kebutuhan pelanggan melalui pemberdayaan sumber daya manusia. Ini tidak hanya berlaku untuk internal, tapi juga untuk eksternal.  Hal ini dijelaskan oleh Riswanto Chendra Putra, Managing Director SBU MTC. “Artinya peningkatan SDM ke dalam akan terus berjalan melalui berbagai pelatihan dan pendidikan. Demikian juga dengan kebutuhan SDM eksternal,” paparnya.

diklat program merpati nusantara

Untuk  meningkatkan SDM secara internal, MTC membuat beberapa program pendidikan dan pelatihan (diklat), salah satunya adalah dengan mengadakan  Patriotic Leadership Program (PLP), sebuah program pelatihan kedisiplinan, kerjasama tim, dan patuh pada atasan bekerjasama dengan Komando Latih Korps Marinir Pusat Latihan Pasukan Pendarat (Kolapmar Puslatpasrat) di Bhumi Marinir Gunung Sari, Jawa Timur pada 29 Oktober – 3 November 2012 lalu. Ide mengadakan PLP berasal dari Direktur Utama MNA, Sardjono Jhony Tjitrokusumo, yang menganggap bahwa karyawan MNA membutuhkan semangat patriotic untuk bersama-sama membangun perusahaan. “Industri di Indonesia berkembang, industry penerbangan di Indonesia juga berkembang, maka MNA juga harus berkembang,” ujar Capt. Asep Ekanugraha, Direktur Operasional MNA yang menjadi peserta PLP Batch II.

Program diklat ini dikhususkan untuk karyawan MNA di level general manager, kepala cabang hingga direktur.  “Program diklat PLP ini merupakan adalah yang kedua kalinya kami lakukan dan karyawan diwajibkan untuk mengikuti program ini, khususnya di level managerial ke atas,” kata Riswanto yang juga menjabat sebagai Vice President Organization Development, Human Capital & General Services MNA. PLP Batch II diikuti sebanyak 58 peserta dan sebelum mengikuti pelatihan tersebut, setiap peserta diwajibkan untuk melakukan medical check up untuk memastikan peserta mampu mengikuti program ini dari awal hingga akhir.

Menurut Direktur Teknik Ir. Priharyono, yang menjadi Inspektur Upacara dalam pembukaan PLP pada 29 Oktober 2012 lalu, program ini dipastikan memiliki dampak yang sangat besar bagi karyawan yang mengikutinya. “Yang jelas, disiplin, kerjasama tim dan peningkatan produktitas kini lebih terlihat nyata,” papar Ir. Priharyono yang pernah menjadi peserta PLP Batch I. Hal yang sama juga dipaparkan oleh Letkol R. Wira Gantoro selaku Komandan Puslatpasrat. “Di sini, setiap peserta diwajibkan untuk disiplin, bekerja sama dengan tim, dan patuh pada atasan. Hasilnya juga akan berdampak pada pekerjaan sehari-hari mereka di kantor. Mereka juga akan dididik untuk menyelesaikan pekerjaan hari ini, tidak menunda-nunda,” kata Letkol Wira.

Beberapa materi pelatihan di antaranya adalah psikologi pergaulan, wawasan kebangsaan, pertolongan/penyelamatan di darat dan air serta survival jika suatu ketika mereka terpaksa mengalami kecelakaan pesawat dan terdampar di hutan atau berada di laut. “Peserta dilatih jika tiba-tiba mereka terpaksa harus bertahan hidup di laut atau hutan dan membantu teman atau customer/penumpang,” kata Letkol Wira kembali.

Sedangkan untuk memenuhi kebutuhan SDM secara eksternal, MTC memiliki beberapa program pelatihan yaitu Training for Airlines Staff (TAS), Flight Operation Officer (FOO), Flight Attendant (FA), dan Merpati Pilot School (MPS). MPS merupakan salah satu sekolah pilot terkemuka di Indonesia yang didirikan untuk memenuhi kebutuhan pilot dalam negeri yang masih sangat sedikit. Menurut  Capt. Asep menuturkan bahwa kebutuhan SDM di dunia penerbangan termasuk pilot cukup tinggi.  “Saat ini kebutuhan pilot di Indonesia sekitar 400 orang per tahun. Makanya kami mendirikan Merpati Pilot School (MPS) tahun 2009 lalu yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan tersebut meskipun sebenarnya masih belum terpenuhi semuanya,” tukasnya.

Saat ini, MTC memiliki mesin simulator pilot sebanyak 3 buah yaitu Foker 27, CN 235, dan MA 60 yang disesuaikan dengan kebutuhan. “Setiap calon pilot akan diajarkan untuk menerbangkan berbagai jenis pesawat mulai dari pesawat kecil hingga pesawat besar seperti Airbus atau Boeing,” tukasnya.  Selain itu, training center yang menempati lahan seluas kurang lebih 8800 m2 ini juga memiliki hangar khusus pesawat-pesawat di luar Merpati yang membutuhkan perawatan dan perbaikan pesawat.  “Melalui Merpati Maintenance Fasility (MMF), pesawat-pesawat dari berbagai maskapai penerbangan bisa melakukan perawatan dan perbaikan di sini,” kata Riswanto. Ratri Suyani


Related Articles

Trakindo Peduli Pendidikan

Pendidikan berkualitas yang berbasis karakter akan mendukung keberhasilan pembangunan nasional, kualitas guru memegang peranan penting bagi peningkatan pendidikan di Indonesia.

27.000 Orang Mudik Gratis Bersama Jasa Raharja

Seperti tahun-tahun sebelumnya, PT Jasa Raharja mengadakan mudik gratis untuk yang ketujuh kalinya. Berangkat dari tugas pokoknya, melindungi para penumpang

Donor Darah Dalam Rangka HUT ke-34 Bukit Asam

Dalam rangka hari ulang tahunnya yang ke 34 PT Bukit Asam Tbk mengadakan bakti sosial berupa kegiatan donor darah. Kegiatan

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*