Nokia di Usia 150 Bersama Para Karyawan

Foto-NokiaNokia berulang tahunnya yang ke 150 dengan merayakannya bersama para karyawannya di seluruh dunia. Ini sebagai cara untuk merefleksikan perjalanan sejarah perusahaan, dengan berbagai tantangan perubahan yang dihadapinya dalam membuka peluang bagi dunia tekonologi.

“Hari ini merupakan momen bagi seluruh karyawan Nokia, dan semua orang yang pernah menggunakan Nokia selama bertahun-tahun, untuk merayakan tonggak sejarah yang benar-benar penting dalam perusahaan,” kata  President and CEO Nokia, Rajeev Suri

“Sejarah kami adalah salah satu perubahan yang akan tercatat dalam sejarah; dari kertas ke kabel, sepatu karet ke TV, dan ponsel ke Nokia. Selama 150 tahun kami sudah akrab dengan perubahan-perubahan semacam ini, yang justru membuat kami lebih kuat. Dan pengumuman Alcatel-Lucent baru-baru ini, merupakan salah satu momen penting. Kami bergerak maju dengan keyakinan, kepercayaan diri, dan kerendahan hati, dan sepenuhnya berfokus mewujudkan potensi dunia yang semakin terhubung,” ungkap Suri.

Dia menjelaskan, sebagai pelopor dalam industri mobilitas, Nokia sudah memulai perdebatan tentang dunia yang terhubung dengan  maketechhuman, sebuah percakapan tentang teknologi, perannya dalam masyarakat, dan fungsinya bagi kemanusiaan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi peluang dan tantangan yang diciptakan oleh teknologi, dan kemudian membentuk masa depan ke arah yang positif melalui percakapan, kesadaran, dan konten.

Nokia itu, kata Suri adalah hasil dari dua transformasi besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Pembelian saham Siemens yang kemudian memunculkan Nokia Siemens Networks pada tahun 2013, dan diikuti oleh penjualan hampir seluruh perangkat, dan layanan bisnis Nokia kepada Microsoft pada tahun 2014.

Apa yang kemudian muncul? Suri menyatakan, Nokia sebagai perusahaan teknologi global yang tangguh dengan tiga lini bisnis, yang masing-masing merupakan pemimpin di bidangnya. Pertama, Nokia Networks memegang kendali pada hampir semua segmen kompetisinya, termasuk 4G. Kedua, Here yang  saat ini merupakan pemain terkuat dalam layanan pemetaan bagi industri otomotif. Ketiga Nokia Technologies, yang terus berkembang, dan dikenal sebagai pemilik portofolio  terbesar di sejarah industri.

“Semua bisnis tersebut kini tengah berfokus pada dunia yang saling terhubung, yang akan melibatkan hampir semua orang dan lebih dari 50 miliaran pada tahun 2025.  Sebuah masa ketika perangkat lunak terkoneksi bersama-sama, ketika analisis membawa makna, dan ketika otomatisasi membawa kemudahan dan efisiensi,” tegasnya.

Berbekal fondasi kekuatan itu, Nokia mengumumkan langkah transformasi berikutnya pada tanggal 15 April 2015 yang lalu, yaitu bergabung dengan Alcatel-Lucent untuk menciptakan pemimpin inovasi pada generasi teknologi dan layanan berikutnya adalah untuk dunia Internet Protocol (IP). “Perencanaan transaksi tengah berlangsung, dan perusahaan terus berharap untuk menyelesaikannya pada pertengahan 2016. Transaksi tersebut masih membutuhkan persetujuan pemegang saham Nokia, beberapa konsultasi dengan dewan, disepakatinya beberapa peraturan, dan kondisi-kondisi lainnya,” tambahnya. (Ridwan Effendi)


Related Articles

Aturan Baru Pembayaran THR

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 6 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/Buruh di Perusahaan merupakan amanat Pasal 7 ayat (3)

Aksi Sequis Dukung Cegah Difteri, Adakan Vaksinasi Difteri Untuk Karyawan

Penyakit difteri yang mewabah di penghujung tahun 2017 bahkan disebut sebagai kejadian luar biasa (KLB). Berdasarkan Data Kemenkes RI bahwa

Agus Suhartono Jabat Komisaris Utama Bukit Asam

PT Bukit Asam, Tbk (PTBA) menetapkan Agus Suhartono sebagai Komisaris Utama merangkap sebagai Komisaris Independen yang baru, hal ini ditetapkan

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*