• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 24 January 2018

Mr. Chee Tung Leong: Karyawan Tidak Memiliki Gairah Bekerja

Foto-Chee-Tung-Leong-1Berdasarkan Survey Gallup, hanya 13 persen karyawan di Indonesia yang engaged dalam bekerja. Ini berarti bahwa relatif sedikit sekali karyawan yang memiliki gairah untuk bekerja. Untuk mengetahui hasil survei ini, Human Capital Journal mewancarai, Chee Tung Leong,  Manager Singapore and Southeast Asia Gallup, di acara Accelerated Strengths Coaching Course, Hotel  Le Meridien, Jakarta,  beberapa hari yang lalu. Berikut ini petikannya:

Bagaimana perkembangan Gallup dalam beberapa tahun terakhir ini? Apa saja target yang sudah tercapai di tahun ini, dan beberapa tahun ke depan?

Gallup sudah membantu dan melayani klien-klien di Indonesia selama 10 tahun, dan pada awal tahun ini mendirikan PT. Gallup Consulting Indonesia. Sangat fokus untuk meningkatkan kapabilitas Sumber Dayamanusia (SDM) lokal (local capability), agar bisa memberikan pelayanan strategic consulting terbaik ke semua klien  di Indonesia, dan khususnya menjelaskan Gallup Science dalam Bahasa Indonesia.

Selain itu, fokus untuk membantu orang Indonesia untuk menemukan talentnya, dan memiliki kemampuan untuk memaksimalkan performanya, baik dalam karir, maupun hubungan personal dengan konsep Strengths. Tahun ini, sudah memulai strengths movement, suatu gerakan yang tujuannya untuk merubah bagaimana melihat dan memahami diri sendiri, dan juga orang lain. Kalau dilihat sejarahnya, Strengths Movement ini didasari suatu teori yang powerful, namanya positive psychology. Teori ini menjelaskan bahwa orang akan lebih produktif, mudah beradaptasi, lebih sejahtera, dan dapat memberikan kontribusi lebih banyak  di tempat kerja.

Apa tantangan yang dihadapi Gallup dalam meningkatkan kualitas pelayanan?

Indonesia sangat unik dengan beranekaragam bahasa dan budayanya. Konsultan Gallup datang dari berbagai negara, dan semuanya belajar untuk mengerti dan memahami Indonesia, baik budaya maupun bahasanya. Gallup kuat di dunia publishing, banyak buku-buku best seller untuk management seperti: First Break All The Rules, Strengths Finder 2.0, Human Sigma, dan lain-lain. Tantangannya yang  dihadapi sekarang ini adalah bahasa. Karena buku-buku  diterbitkan dalam Bahasa Inggeris. Akan tetapi karena sudah memiliki kantor, dan resources di Indonesia, buku-buku Gallup akan tersedia dalam bahasa Indonesia dalam waktu dekat ini, sehingga akan lebih mudah untuk pembaca, dan mempelajari Gallup Science.

Bagaimana Gallup mengelola, dan meningkatkan kompetensi Sumberdaya Manusia (SDM) yang ada?Foto-Chee-Tung-Leong

Indonesia adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia. Tantangannya sekarang, selain masalah ekonomi dan politik, juga bagaimana meningkatkan kompetensi SDM.  Ada dua hal yang  bisa dijadikan masukan berdasarkan Gallup Analytics.

Pertama, memaksimalkan salah satu pola pikir yang paling kapitalistik di dunia. Sembilan puluh enam persen (96%) penduduk Indonesia pada tahun 2013 merasa bahwa bisa maju dengan bekerja keras, lalu ada China (86%), India (76%), dan rata-rata secara global di  138 negara, di mana pertanyaan yang sama di survey (79%). Pola pikir ini, yang jelas kondusif untuk nilai-nilai kapitalistik, untuk mendorong pengembangan bisnis yang positif dan kewirausahaan. Tapi masalahnya ada opini kurang positif mengenai dukungan pemerintah untuk bisnis dan wirausaha. Hanya setengah dari penduduk Indonesia pada tahun 2014, pemerintah mengatakan, mudah untuk memulai bisnis atau wirausaha.

Kedua, Perbaiki tingkat keterlibatan karyawan. Berdasarkan survey Gallup, hanya 13% dari karyawan Indonesia yang engaged dalam pekerjaannya  pada tahun 2013. Ini berarti bahwa relatif sedikit sekali karyawan yang memiliki gairah untuk bekerja,  inovasi drive (penggerak ivovasi), dan yang menggerakkan organisasinya untuk maju. Pekerja yang engaged adalah sumbernya dari perusahaan atau organisasinya. Untuk berhasil, mulailah memahami dan merumuskan strategi untuk mengatasi karyawannya. Gallup menyarankan, mulailah dengan para pemimpin perusahaan atau organisasinya. Dengan bantuan para pemimpin perusahaan atau organisasi, pekerja dapat mulai menyebarkan budaya yang memastikan bahwa mayoritas orang Indonesia datang untuk bekerja, dan berinovasi selama bekerja.

Apa pesan yang ingin disampaikan terhadap para karyawan, dan perusahaan untuk mendukung keberhasilan program peningkatan dan pengembangan Gallup?

Ada satu hal yang mau disampaikan terhadap para karyawan dan perusahaan untuk mendukung keberhasilan program peningkatan dan pengembangan Gallup adalah Fixing weaknesses atau fokus pada kekurangan seseorang, dan selalu mencoba untuk memperbaiki kelemahan seseorang hanya akan menghasilkan mediocrity (hasil yang biasa saja), akan tetapi saat  bisa fokus pada strengths atau kekuatan seseorang, inilah yang akan membantunya untuk menjadi excellent. Riset gallup menunjukkan bahwa orang yang menggunakan kekuatannya setiap hari ternyata enam kali (6x) lebih engaged dengan pekerjaannya. Dengan kata lain, fokus pada kekuatan adalah kunci untuk mengintegrasikan bakat karyawan dengan performa bisnis di perusahaannya.

Bisa jelaskan dari awal bekerja sampai sekarang?

Saya tumbuh sebagai seorang economist. Belajar di Inggeris mendapatkan gelar dari Cambridge. Belajar mengenai game theory, how to work in complex environment, juga belajar mengenai behavioral economics. Belajar the effects of psychological, social, cognitive, and emotional factors on the economic decisions of individuals and institutions and the consequences for market prices, returns, and the resource allocation.

Belajar di New York untuk S2 mengambil jurusan political science di Columbia University. Belajar mengenai science of decision making, dan memahami psychology.

Lalu bergabung dengan Gallup, di mana memberikan advis dengan menggunakan Gallup Science. Belajar dari Senior Leaders selama perjalanan karir. Yang membuat  mencintai pekerjaan adalah market Southeast Asia, karena market ini beragam-ragam, dan berbeda dengan market di Amerika. Complexity inilah yang membuat  tertantang, dan makin mencintai pekerjaan.

Bisa dijelaskan suka duka, dan tantangan yang  dihadapi selama berkarir?

Mungkin tantangan selama berkarir adalah bahasa, karena  memimpin operation di beberapa negara seperti  Malaysia, Indonesia, Philippines, dan lain-lain, di mana bahasa yang digunakan berbeda-beda. Memang saat meeting dengan client,  bisa menggunakan Bahasa Inggeris, tetapi akan lebih mudah, apabila bisa mengerti bahasanya. Contohnya Bahasa Indonesia, saat dealing dengan klien-klien di Indonesia.

Bisa jelaskan impian-impian dalam kehidupannya?

Kalau lihat sejarahnya GDP (Gross Domestic Product) di dunia dari 2000 tahun yang lalu, bisa lihat bahwa pertumbuhannya flat (datar) sampai tahun 90an, di mana bisa  lihat pertumbuhannya, dan saat ini pertumbuhannya begitu cepat sekali.

Impian saya adalah untuk bisa kontribusi growth  di Southeast Asia, dengan apa yang  dikerjakan di Indonesia, Singapore, dan negara-negara Asean lainnya. Saya yakin dan percaya bahwa Southeast Asia akan tumbuh begitu cepat seperti China, dan India.

Bisa jelaskan tentang hobbynya? Makan kesukaannya? Warna kesukaannya? Dan liburan ke mana?

Terakhir liburan ke Ubud, Bali dengan istri. Sangat senang dengan tempatnya. Karena Ubud memiliki banyak keunikan. Tempat ini terdiri dari bukit, sawah, dan hutan  yang masih  alami, serta pesona kecantikannya yang tidak mudah untuk dilupakan.

Yang menarik di Ubud adalah seninya. Mengunjungi galeri-galeri seninya. Bisa menikmati lukisan yang indah, tetapi juga bisa menikmati seni pertunjukan lainnya seperti musik dan tari.

Ada satu tempat di Indonesia yang ingin dikunjungi pada kesempatan berikutnya, yaitu Yogyakarta. Tempat ini sangat indah, banyak candi-candi, dan bersejarah. Dan ada satu lagi yang  mau dikunjungi yaitu Gunung Bromo.

(Ridwan Effendi)


Related Articles

Zaafril Razief Amir Semua Episode Hidup Harus Dinikmati

Berbekal pengalaman di Kementrian Keuangan, Zaafril Razief Amir memiliki obsesi menjadikan PT Asuransi Ekspor Indonesia (ASEI) menjadi perusahaan yang berkontribusi signifikan bagi

Potret Diri Setiap Karyawan

Kinerja ekselen perusahaan berplat merah kini semakin gencar digaungkan. Hal ini sejalan dengan ditetapkannya kinerja BUMN berbasis Kriteria Kinerja Ekselen

5 Saran Dari Isran Noor Untuk Stakeholders

Pagi itu, Senin (10/11/2014) adalah pagi yang penuh ketegangan sekaligus kegembiraan, khususnya bagi H. Isran Noor, katua Asosiasi Pemerintah Kabupaten

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*