• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 18 June 2018

Mengembangkan Strategi Lewat Analisis Internal Perusahaan

VRIOKondisi Internal perusahaan, seringkali dijadikan sebagai dasar pembentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan. Analisis lebih jauh terhadap kondisi ini akan memberikan seberapa besar sumber daya yang dimiliki perusahaan, yang bisa memberikan keuntungan yang berkelanjutan (sustained advantage), mana yang bersifat sementara (temporary advantage), dan mana yang justru menjadi kerugian  (disadvantage) bagi perusahaan.

Dari waktu ke waktu, persaingan dan tantangan bisnis semakin ketat. Di lain pihak, teknologi terbaru bermunculan setiap tahunnya. Tak heran jika teknologi menempatkan diri sebagai salah satu faktor utama pendorong semakin ketatnya persaingan bisnis. Belum lagi derasnya laju globalisasi dan kecepatan informasi yang membuat para pelaku bisnis semakin gencar mencari strategi untuk memenangkan persaingan.

Hal ini yang membuat tantangan bisnis saat ini semakin lama semakin besar dari waktu-waktu sebelumnya. Namun, seperti kata-kata orang bijak, setiap jaman memiliki caranya sendiri untuk dapat “bertahan hidup”. Akan ada banyak metode maupun konsep baru yang bermunculan dan dilahirkan oleh para pelaku bisnis di tiap jamannya. Salah satu konsep bisnis yang diperkenalkan dan dikembangkan oleh Jay B. Barney (2007) adalah Analisis VRIO. VRIO adalah kependekan dari Valuable, Rare, Imitability, dan Organization. VRIO dapat digunakan untuk melihat perbandingan komparatif mengenai kekuatan dan kelemahan kondisi internal perusahaan.

Alat Analisis Internal

Konsep VRIO oleh Barney didasari pada sudut pandang melihat perbedaan berdasarkan sumber daya (resource) yang dimiliki perusahaan. Dua hal utama yang dipegang oleh sudut pandang ini adalah setiap perusahaan memiliki sumber daya yang unik dan sumber daya tersebut tidak dapat dengan mudah dipindahkan. Manajemen yang mampu mengelola dengan sangat baik sumber daya yang dimiliki perusahaan akan memberikan perbedaan dengan perusahaan lain. Perbedaan menjadi salah satu hal utama dalam survival tiap perusahaan.

Framework Analisis VRIO yaitu mengevaluasi segi Valuable, Rare, Imitate Costing & Organizing exploit resources. Pengujian dan evaluasi VRIO berdasarkan pertanyaan untuk setiap kondisi yaitu :

  • Pertanyaan untuk Valuable. Apakah kondisi tersebut mendorong perusahaan untuk mengeksploitasi kesempatan eksternal  dan/atau menetralisasi ancaman eksternal?
  • Pertanyaan untuk Rare. Apakah kondisi tersebut hanya dikendalikan sejumlah kecil perusahaan atau jarang dimiliki perusahaan lain?
  • Pertanyaan untuk Imitate to Cost. Apakah kondisi tersebut sulit untuk ditiru atau direplikasi perusahaan lain?
  • Pertanyaan untuk Organized. Apakah kondisi tersebut didukung dan dikelola perusahaan secara pantas?

Menurut Barney, karakteristik kemampuan (characteristics of capabilities) yang penting bagi perusahaan adalah VRIO. Value, sebagai karakteristik kemampuan perusahaan berbicara tentang apakah kemampuan perusahaan memiliki value. Maksudnya adalah apakah kemampuan perusahaan dapat menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi, kemampuan perusahaan dapat membuat beban biaya menjadi semakin rendah, atau bahkan kombinasi antara keduanya. Bila konsep value Barney dihubungkan dengan konsep value based management, maka menjadi penting bagi perusahaan untuk mencermati dan mengelola hal-hal yang menjadi revenue drivers dan cost drivers dalam bisnis yang dijalankan oleh perusahaan. Bila dipergunakan secara benar, maka peta kondisi internal perusahaan akan terlihat jelas.

Evaluasi Potensi & Efektivitas Sumber Daya 

Analisis VRIO memanfaatkan sumber daya perusahaan untuk mengembangkan aset strategis. Perusahaan perlu bertanya pada diri sendiri mengapa ia memiliki posisi pasar tertentu. Mengapa melakukan lebih baik atau lebih buruk dari pesaingnya? Bagaimanakah keterampilan pekerja yang berkontribusi pada kesuksesan perusahaan? Apakah paten dan hak cipta menempatkan perusahaan dalam posisi menang? Atau apakah ada beberapa faktor lainnya yang membantu atau menghambat? Banyak faktor yang dapat berkontribusi untuk posisi pasar. Setiap organisasi telah menetapkan sendiri spesifik sumber daya seperti manusia, proses, aset fisik, dan banyak lagi. Cara bahwa perusahaan melakukan bisnis dan menggunakan sumber daya tersebut dapat menjadi alasan utama untuk keberhasilan. Dalam bisnis yang sampai batas tertentu bergantung pada sumber daya yang mendasari, perlu perlu mengevaluasi potensi dan efektivitas dari semua sumber daya secara berkelanjutan, untuk membangun keunggulan kompetitif. Analisis VRIO dapat membantu perusahaan melakukan hal ini.VRIO1

Hampir semua perusahaan memiliki dapat dianggap sebagai sumber daya atau kemampuan. Karena itu perusahaan harus mencoba untuk mempersempit orang-orang inti yang kompeten, dan menjelaskan mengapa kinerja perusahaan berbeda.  Untuk mengarah pada keunggulan kompetitif yang berkelanjutan, sumber daya atau kemampuan harus berharga, langka, ditiru, dan terorganisir.

Jika Anda bertanya mengapa manajer perusahaan mereka melakukan dengan baik sementara yang lain buruk, jawaban yang umum adalah mungkin karena mereka adalah “orang-orang kita”. Padahal ini mungkin menjadi awal dari jawaban. Seharusnya perusahaan perlu untuk menyelidiki lebih dalam apa yang sangat berharga tentang “orang kita” tersebut. Bisa saja pesaing memiliki orang-orang yang sama atau bahkan akan mempekerjakan orang-orang kita tersebut. Pertanyaan-pertanyaan semacam ini merupakan pertanyaan membentuk dasar VRIO dan sampai ke jantung mengapa beberapa sumber daya dapat membantu perusahaan lebih dari yang lain.

Sebagai contoh, merek Coke yang dikenal di dunia tetapi sebagian besar pesaing Coke seperti Pepsi, 7up, RC  juga telah diakui secara luas. Sehingga tidak jarang terjadi salah satu perusahaan pemegang merek dagang tersebut mengklaim paling diakui dan dikenal. Sebuah perusahaan yang memiliki sumber daya berharga yang langka relatif akan berada di posisi unggul terhadap pesaingnya. Jika sumber daya berharga ini sudah umum dipegang oleh banyak pesaing maka memungkinkan jika pesaing tersebut akhirnya sejajar dengan perusahaan yang telah unggul lebih dulu. Kecuali jika perusahaan yang unggul ini tetap mempertahankan kepemilikan sumber daya berharga yang langka dalam industri mereka sehingga mereka tetap berada dalam posisi unggul terhadap pesaing mereka yang tidak memiliki sumber daya berharga.

Mungkin saja para pesaing dapat memanfaatkan peluang baru atau meniadakan ancaman karena tidak memiliki atau kurang sumber daya berharga yang dimiliki perusahaan kompetitor. Atau bisa juga beberapa pesaing yang memiliki sumber daya berharga yang sama justru mendapatkan keuntungan atas pesaing-pesaing yang lain. Misalnya Toyota dan Honda. Keduanya memiliki kemampuan untuk membuat mobil berkualitas tinggi dengan biaya yang relatif rendah. Produk mereka secara teratur mengalahkan produk perusahaan saingannya baik dalam peringkat kualitas jangka pendek dan jangka panjang. Dengan demikian, kriteria kelangkaan mensyaratkan bahwa sumber daya tidak dimiliki secara luas dalam industri. Hal ini juga menunjukkan bahwa perusahaan menjadi lebih eksklusif jika mempunyai akses ke sumber daya yang sangat berharga. Semakin besar akses ke sumber daya yang berharga, semakin besar manfaat karena hal itu.

Sulit Ditiru

Sebuah sumber daya yang tak ada bandingannya adalah yang sulit untuk ditiru atau untuk membuat pengganti yang siap. Jika perusahaan mempunyai sumber daya yang tak ada bandingannya dan non substitutable, maka akan sulit bagi perusahaan lain untuk memperoleh atau mengganti sumber daya yang sudah ada di tempatnya. Sebuah sumber daya yang berharga dan langka justru kemampuan akan memberikan keunggulan kompetitif asalkan perusahaan-perusahaan lain tidak mendapatkan atau memiliki sumber daya tersebut atau mendapatkan pengganti yang siap dalam waktu dekat.

Jika sumber daya yang berharga dan langka tersebut bertanggung jawab terhadap keunggulan kompetitif perusahaan yang menjadi pemimpin pasar, ada kemungkinan bahwa pesaing yang kurang sumber daya atau kemampuan,  akan melakukan semua hal agar yang mereka bisa mendapatkan sumber daya atau kemampuan sendiri. Konsep imitasi (Imitability) meliputi segala bentuk sumber daya yang kurang dan mengganti sumber daya yang sama atau meningkatkan sumber daya yang ada tersebut sehingga memberikan manfaat setara dengan pesaing. Kriteria penting untuk diperhatikan adalah apakah pesaing menghadapi kerugian biaya dalam memperoleh atau mengganti sumber daya yang kurang. Ada banyak cara bahwa perusahaan dapat memperoleh sumber daya atau kemampuan yang mereka miliki.

Memang tidak mudah karena perusahaan unggul akan berusaha mendapatkan hak paten agar produk mereka tidak bisa ditiru. Atau jika memang bisa ditiru dan tidak ada hak paten, setidaknya perusahaan pesaing membutuhkan waktu yang cukup lama dan biaya yang besar untuk meniru. Oleh karena itu, salah satu cara untuk menghindari besarnya biaya dan waktu yang lama yang harus dibebankan ke perusahaan adalah dengan membandingkan berapa lama perusahaan pesaing untuk meniru atau menggantikan sesuatu yang lain untuk sumber daya tersebut dan membandingkannya dengan masa manfaat produk.

Cara lain untuk membantu menentukan apakah suatu sumber daya mudah ditiru atau tidak adalah mengapa/bagaimana itu terjadi. Sumber daya tak ada bandingannya sering merupakan akibat dari sejarah, menyebabkan ambigu, atau sosial yang kompleks.

Kriteria Analisis VRIO keempat dan terakhir adalah berbicara tentang bagaimana karakteristik organisasi perusahaan menjadi sangat penting dalam bisnis. Apakah perusahaan membangun insentif, struktur, dan budaya organisasi yang saling aligned sehingga mampu memberikan dukungan bagi orang-orang yang berada di dalamnya untuk mengeksploitasi sumberdaya yang ada, dan bahkan mampu menciptakan kemampuan-kemampuan baru yang selama ini belum ada. Bisa jadi apa yang menjadi karakter utama dalam organisasi suatu perusahaan adalah sesuatu yang akan memberikan keunggulan kompetitif yang luar biasa sehingga menjadi barrier to entry yang tidak dapat dengan jelas teramati oleh perusahaan-perusahaan pesaing, karena letak keunggulannya terletak di dalam organisasinya, ada pada orang-orang yang terlibat didalamnya.

Meskipun tercatat sebagai kriteria terakhir dalam analisis VRIO, pertanyaan terhadap organisasi adalah suatu kondisi yang diperlukan untuk menjadi puas jika suatu perusahaan adalah untuk menuai keuntungan dari salah satu dari tiga kondisi sebelumnya. Dengan demikian, sumber daya yang berharga tetapi banyak diadakan hanya mengarah ke paritas kompetitif bagi sebuah perusahaan jika mereka juga memiliki kemampuan untuk mengeksploitasi sumber daya. Demikian juga, sebuah perusahaan yang memiliki sumber daya yang berharga dan langka tidak akan mendapatkan keuntungan kompetitif kecuali itu benar-benar dapat menempatkan sumber daya yang digunakan efektif. Banyak perusahaan memiliki sumber daya yang berharga dan langka tapi mereka gagal untuk mengeksploitasi sumber daya yang berharga dan langka. Ratri Suyani (Dari berbagai sumber)


Related Articles

Pesona Generasi Y Milenia yang Mengguncang HR

Kehadiran Generasi  Y Milenia ke dunia kerja membuat perusahaan semakin kreatif untuk menjangkau dan bisa merekrut para “New Kids on

Perusahaan Indonesia Sulit Mempertahankan Karyawan Kompeten

Perusahaan-perusahaan di Indonesia mengalami kesulitan dalam memahami faktor-faktor yang mendorong loyalitas dan engagement para pekerja professional terhadap perusahaan tempatnya bekerja.

Menganalisis Kompetensi Inti Perusahaan

Perusahaan perlu menetapkan, mempertahankan, dan mengembangkan kompetensi inti untuk meraih keunggulan dalam persaingan di pasar. Kompetensi inti tersebut berbeda dengan

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*