• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 22 January 2018

Membangun Tim Impian Anda

Gani Gunawan DjongFinal liga Champion Eropa tahun 2011 telah menghasilkan klub asal Spanyol, Barcelona sebagai juara setelah mengandaskan tim dari Inggris, Manchester United yang sebelumnya sempat diunggulkan karena memiliki keuntungan bermain di Stadion Wembley dan penampilan mereka yang terus meningkat baik di liga lokal maupun Eropa, serta tentu saja motivasi besar para pemain untuk membalas kekalahan 0-2 pada kompetisi dua musim sebelumnya, namun seperti kita ketahui bukannya mereka menang, justru Wayne Rooney dan kawan kawan kembali harus mengakui kepiawaian Lionel Messi dan kawan-kawan dengan selisih gol yang sama, bahkan dengan angka 1-3, dan seperti telah disaksikan  sepanjang pertandingan itu khususnya di babak kedua, permainan klub dari negara matador ini sangat meyakinkan, sepertinya si kulit bundar sangat sulit untuk direbut oleh para pemain MU dari para pemain Barcelona. Lionel Messi sang maha bintang dari Argentina berhasil mencetak gol kedua di pertandingan itu, dan Pep Guardiola  sang pelatih muda yang juga pernah jadi bintang di Barcelona membuktikan dirinya sebagai pelatih yang tersukses di Eropa dan juga di dunia saat ini.

Yang menarik dari partai final ini adalah bagaimana kedua pelatih ini membangun tim impian mereka.  Kita tentu sering melihat bagaimana para pelatih berusaha mendapatkan pemain-pemain terbaik untuk didatangkan ke klub-klub mereka dengan nilai transfer yang sangat besar, namun demikian hal ini ternyata tidak selalu menjadi jaminan bagi para pelatih maupun pemilik klub untuk bisa menghasilkan trophy LIGA CHAMPION yang menjadi kebanggaan bagi mereka. Tengok saja ke klub kaya raya Chelsea dan Real Madrid yang walaupun bertaburan bintang dengan investasi yang demikian besarnya ternyata gagal juga melangkah ke final.

Dari kedua pelatih yang tampil di final 2011 ini,  ada beberapa kesamaan yang  mereka miliki yakni mereka sangat mengenal timnya,  dan juga para pemainnya , serta situasi timnya. Tahun 1986 ketika Alex Ferguson bergabung dengan Manchester United dari Aberdeen, dalam jumpa persnya dia mengatakan kalau dirinya akan membuat MU menjadi klub yang lebih hebat dari LIVERPOOL di liga Inggris, dan hal ini dia buktikan selama hampir 25 tahun karirnya,  bahkan akhirnya dia bisa membuktikan ucapannya ketika pada musim terakhir ini MU bisa mendapatkan gelar ke 19 nya dan menyamai rekor yang sudah dimiliki oleh Liverpool selama ini. Dia juga sudah berhasil membawa MU untuk 4 kali tampil di final Liga Champion , dimana 2 kali diantaranya mereka menjadi juara. Dia juga berhasil menjadi pelatih tersukses yang memberikan trophy juara untuk  timnya.

Begitu juga dengan Pep Guardiola, yang bergabung dengan Barcelona sejak tahun 1990 sebagai pemain dibawah asuhan pelatih dan mantan pemain legendaris Johan Cruyff, juga telah memberikan banyak gelar baik di liga Spanyol dan juga memiliki kontribusi ketika membawa Barcelona sebagai juara  liga Champion pada tahun 1992. Setelah bermain selama 11 tahun di Barcelona, dan kemudian berkarir di beberapa klub liga Italia, Pep akhirnya menjadi pelatih Barcelona pada tahun 2008, dan langsung meraih 3 kali juara liga Spanyol dan 2 kali menjadi Juara Liga Champion, suatu pencapaian yang luar biasa.

Jika kita perhatikan, baik Alex Ferguson maupun Pep Guardiola, adalah pelatih yang benar-benar mampu mengubah IMPIAN mereka menjadi suatu REALITA, dan hal ini bisa terjadi karena mereka melakukan beberapa hal yang kiranya perlu menjadi masukan berharga bagi siapa saja yang ingin membangun suatu tim impian, juga dalam dunia bisnis yang semakin kompetetif dewasa ini. Berikut ini adalah beberapa pelajaran yang dapat kita petik dari kedua pelatih ini :

Mereka mengambil KEPUTUSAN untuk membangun suatu TIM IMPIAN

Langkah pertama untuk membangun suatu tim impian adalah KEPUTUSAN yang harus diambil oleh sang pemimpin, karena dialah yang akan memberikan VISI dan menentukan ARAH bagi tim impian yang akan dibangunnya, dan dia jugalah yang harus memiliki dedikasi untuk merawat tim yang akan dibangunnya nanti. Seringkali alasan utama suatu tim tidak dapat mencapai sasaran-sasaran mereka adalah para pemimpin mereka tidak mendefinisikan dengan jelas, sehingga para anggota timnya tidak memahami rencana permainan mereka. Sepakbola adalah contoh yang amat jelas dimana ke dua tim yang terdiri dari sebelas orang memiliki tujuan yang sama untuk mencetak gol-gol ke gawang lawannya, dan sebaliknya mereka juga harus mempertahankan gawang mereka untuk tidak kebobolan dari tim penyerang lawan.

Membangun sebuah tim impian tentu membutuhkan waktu, lihat saja kedua pelatih ini yang berbeda generasi, namun kedua orang ini telah mengambil keputusan terbaik mereka untuk membangun tim impian, mereka mengambil keputusan yang kuat sejak mereka bergabung dalam tim mereka dan tentu saja diperlukan waktu untuk mewujudkannya.

Gani Gunawan Djong, Motivator dan Success Coach, Success Motivation Institute, Inc, Southeast Asia Regional Office.

Email :  impact.maker@yahoo.com,

Mobile : +62 21 8571 7594. Phone : +62 21 450 0075

Website : www.success-motivation.com


Related Articles

Ikuti Apa Kata Hati

Adanya opportunity for growth yang membuat Awaldi, pria berdarah Sumatera barat ini memutuskan untuk menerima tantangan berkarir di perusahaan konsultan manajemen terkemuka,

Pentingnya Nilai-nilai Bersama Bagi Perumusan Strategi

Bagaimana menganalisis seberapa bagus organisasi Anda berhasil mencapai sasaran yang diinginkan? Pertanyaan ini telah diajukan selama bertahun-tahun, dan jawabannya sangat

Peran HC Knowledge Management dalam Membangun Corporate University

“The illiterate of the 21st century will not be those who cannot read and write, but those who cannot learn,

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*