• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 26 April 2018

Membangun Perusahaan World Class (Bagian 1)

foto Brata Taruna HardjosubrotoPerusahaan ‘World Class’, berarti perusahaan yang memiliki standar kualitas produk dan layanan yang sejajar dengan perusahaan terkemuka dunia (Global Company), dan oleh pelanggannya dinilai memberikan values yang tinggi dan konsisten. Global Company (Perusahaan Global) adalah perusahaan yang eksis/beroperasi di sebagian besar negara di dunia. Perusahaan yang beroperasi pada beberapa negara bisa disebut sebagai Multi National Company, namun belum dapat disebut sebagai Global Company. Global Company pada umumnya sudah memiliki standard kualitas operasional World Class, meskipun tidak selalu demikian. Sedangkan Multi National Company belum tentu memiliki standard operasional World Class.

Sebagai contoh, saat ini banyak perusahaan China, Taiwan atau negara lain, yang telah beroperasi di banyak negara, sehingga dapat disebut sebagai Global Company atau Multi National Company. Namun mereka belum beroperasi dengan standard dunia, atau bahkan ada yang dinilai tidak profesional. Mereka dapat beroperasi dan bersaing pada berbagai negara adalah dengan strategi low price, bukan dengan strategi best services. Demikian pula, perusahaan yang sudah beroperasi dengan standard World Class tidak harus berstatus perusahaan Global atau Multi Nasional. Namun bila sebuah perusahaan telah mampu beroperasi dengan standard World Class, maka perusahaan tersebut akan memiliki peluang yang lebih baik untuk dapat memasuki pasar Global, atau setidaknya perusahaan tersebut akan memiliki daya saing yang kuat untuk bertahan atau berkembang dengan sustainable.

Pada alinea di atas, penulis menguraikan bahwa ukuran world class ialah bila para pelanggan merasakanstandard values yang tinggi dari produk dan layanannya serta berlangsung secara konsisten. Sebagai contoh, Mc Donald atau Starbuck di Indonesia akan memiliki standard produk dan layanan yang sama dengan di Singapore atau Tokyo. Standard produk dan layanan yang diterima oleh pelanggan dinilai memberikan Valuesyang tinggi dan berlangsung secara konsisten kapanpun. Dengan demikian maka pelanggan akan merasa nyaman dan aman untuk membeli produk atau jasa dari perusahaan tersebut.

Jadi produk atau jasa yang dinikmati oleh pembeli bukan saja diukur dari nilainya, namun juga terbentuknya rasa aman atau secured, bahwa pelanggan akan memperoleh dukungan atau proteksi atas produk atau jasa yang dibelinya. Salah satu bentuk rasa aman ialah misalkan pada perusahaan bank, bahwa nasabah akan percaya atas perhitungan bunga atau proteksi yang akurat. Atau bila perusahaan makanan, pembeli merasa aman bahwa makanan tersebut adalah sehat dan tidak ada ingredient yang berbahaya, seperti formalin misalkan. Dengan demikian perusahaan dengan kualitas world class akan dipersepsikan sebagai perusahaan yang reliable, credible dan secured.

Agar perusahaan dapat menghasilkan produk dan jasa dengan standard kualitas world class, maka perlu melakukan fokus dalam membentuk 2 aspek dasar, yaitu aspek infrastruktur dan aspek budaya kerja. Beberapa aspek infrastruktur ialah seperti hal  berikut:

  1. Proses bisnis dan prosedur kerja berlangsung dengan sistem yang standard/baku dan efektif, serta senantiasa dilakukan  kontrol dan evaluasi sehingga tercipta konsistensi.
  2. Seluruh operasional ditunjang dengan information sistem dengan teknologi yang memadai, design yang cukup komprehensif dan proses yang automated.
  3. Seluruh karyawan memiliki kompetensi kerja yang cukup atau baik dan diperlengkapi dengan alat bantu kerja yang memadai dan cukup.
  4. Sistem management terintegrasi satu sama lain, dengan sasaran kerja yang tunggal dan jelas.
  5. Sinergi kerja pada jajaran management sangat erat, kohesif dan sangat supportif.
  6. Perusahaan bergerak berdasarkan kebutuhan pasar, dimana dilakukan studi pasar dengan sangat komprehensif dan cukup akurat.
  7. Memiliki identitas kerja dan branding yang kuat, baik internal dan juga eksternal

Ketujuh butir diatas adalah merupakan infrastruktur dasar yang harus dibangun oleh perusahaan yang ingin memiliki standard produk dan layanan tingkat world class. Pada butir 1 diatas, mengenai proses bisnis dan prosedur kerja adalah merupakan infrastruktur yang sangat mendasar dan sangat penting. Proses bisnis akan sangat menentukan efektifitas, kualitas dan efisiensi kerja dan hasil akhir. Proses bisnis yang tidak sesuai akan menimbulkan pemborosan, keterlambatan, tingkat kesalahan yang tinggi, menurunnya kepuasan pelanggan dan karyawan. Seringkali terjadi, perusahaan melakukan perubahan organisasi namun tidak dibarengi dengan perubahan proses bisnis atau lambat perubahannya. Hal ini akan memberikan kerugian yang sangat besar dan terlebih lagi bahwa pelanggan tidak akan memperoleh hasil yang memuaskan dan juga dipastikan tidak terjadi konsistensi pelayanan.

Proses bisnis dan prosedur harus senantiasa dilakukan evaluasi dan penyesuaian, sifatnya sangat dinamis sehingga membutuhkan penyesuaian. Perusahaan harus memiliki tim yang senantiasa memantau proses bisnis dan prosedur kerja, yang kemudian mengukur efektifitasnya. Hal ini harus dilakukan pada segala bentuk industri, apakah organisasi manufaktur, atau jasa keuangan atau organisasi distribusi, dan juga yang lain. Hal ini adalah merupakan proses perubahan dan inovasi yang tanpa henti.

Pada butir dua di atas, yaitu mengenai penggunaan teknologi informasi yang solid dalam menunjang operasional perusahaan. Khususnya pada kondisi pasar saat ini dimana bisnis semakin kompleks dan permintaan pelanggan/pasar yang semakin demanding, maka merupakan hal yang mutlak untuk melengkapi operasional perusahaan dengan sistim informasi yang memadai untuk menunjang proses bisnis, dan juga sebagai alat management control yang akurat. Data management adalah salah satu aspek yang cukup crusial bilamana tidak ditunjang oleh sistem informasi yang terintegrasi. Alur data yang sangat banyak bila tidak dilakukan secara automation antara unit kerja satu dan lainnya, maka proses kerja akan berjalan dengan sangat lambat dan tingkat kesalahan akan sangat tinggi. Terlebih lagi untuk alur data antar perusahaan, akan menjadi sangat berbahaya bila tidak dilakukan automation dengan tingkat security yang tinggi.

Pada butir tiga di atas, yaitu terkait dengan tingkat kompetensi karyawan, adalah merupakan aspek yang mutlak dibangun oleh perusahaan. Karyawan yang tidak atau kurang kompeten sudah pasti akan membuat kinerja organisasi menjadi rendah. Untuk dapat mencapai perusahaan dengan standard world class, mutlak untuk memiliki karyawan dengan kompetensi yang tinggi atau di atas rata-rata. Perusahaan harus memiliki sistem pelatihan yang komprehensif dan berkesinambungan. Program pelatihan harus senantiasa dilakukan secara terus menerus dengan kualitas yang tinggi, baik untuk aspek teknis maupun aspek non teknis. Sebagai referensi, maka setiap karyawan perlu untuk mengikuti berbagai bentuk pelatihan minimal sebanyak 10 hari kerja, setiap tahunnya.

Brata Taruna Hardjo­subroto adalah mantan Eksekutif IBM & Indosat Group, sekarang berprofesi sebagaiExecutive Coach dan Practice Leader MKI Corporate University.


Related Articles

Profit Centre vs Cost Centre

Seorang CEO yang baru diangkat melalui RUPS, menerima pesan khusus dari Dewan Komisarisnya. Dia diminta dalam mempersiapkan LRP, disebut sebagai

Perusahaan Jasa outsourcing terancam

Gelombang unjuk rasa buruh, terutama di kawasan Jabodetabek, bulan lalu untuk memprotes praktik usaha outsourcing (alih daya) membuat tekanan terhadap jasa tenaga

Pentingnya Nilai-nilai Bersama Bagi Perumusan Strategi

Bagaimana menganalisis seberapa bagus organisasi Anda berhasil mencapai sasaran yang diinginkan? Pertanyaan ini telah diajukan selama bertahun-tahun, dan jawabannya sangat

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*