• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 24 January 2018

Membangun Mutu SDM lewat Universitas Terbuka

Sumber Daya Manusia (SDM) yang handal merupakan modal utama suatu bangsa untuk bersaing dengan negara lain. Namun, mutu dan kehandalan SDM Indonesia seringkali dipertanyakan seiring dengan terjadinya perubahan lingkungan internal dan eksternal yang sangat pesat. Perubahan yang terjadi justru menimbulkan tantangan, tuntutan, masalah dan cara-cara baru dalam menyelesaikan masalah, baik dalam dunia kerja maupun dimensi lainnya.

Kondisi tersebut menuntut para profesional untuk memiliki kesanggupan memperbaharui kapasitas diri secara terus-menerus dalam mengantisipasi dan menghadapi perubahan tersebut. Kemampuan itu akan terbangun jika setiap individu profesional memiliki kesanggupan untuk menjadi pembelajar mandiri. Saat ini, proses pembelajaran tidak terkendala lagi oleh jarak dan waktu. Universitas Terbuka (UT) sebagai perguruan tinggi negeri dengan sistem pembelajaran jarak jauh menjadi salah satu solusi bagi proses pembelajaran mandiri individu profesional.

mutu universitas terbuka

Menurut Rektor UT Tian Belawati, istilah belajar jarak jauh mengandung pengertian adanya jarak antara belajar dan yang diajar. Jarak ini dijembatani dengan media yang khusus dikembangkan untuk sistem belajar jarak jauh. “UT merupakan perguruan tinggi terbuka dan jarak jauh dengan aksesibilitas dan fleksibilitas layanan pendidikan sehingga siapapun bisa terus belajar tanpa terkendala waktu dan ruang, termasuk kesibukan pekerjaan,” ujar Tian dalam sambutannya pada acara Seminar Sumber Daya Manusia bertajuk “For better Future – Spread Your Horizon, Strength Your Potential” di Jakarta beberapa waktu lalu.

Ia menambahkan, dengan kemajuan teknologi informasi, tidak ada lagi alasan bagi siapapun, termasuk para profesional, untuk terhenti menuntut ilmu dan memperbaharui kapasitas dirinya sendiri secara berkelanjutan. “Intinya adalah disiplin dan mempunyai kemauan serta motivasi yang kuat agar proses belajar mengajar dapat berlangsung secara maksimal,” lanjutnya.

Pembantu Rektor IV Bidang Kerja Sama UT Mohamad Yunus menambahkan bahwa sistem pembelajaran jarak jauh dan terbuka membuat mahasiswa dapat menentukan sendiri waktu kuliah mereka yang dapat disesuaikan dengan waktu bekerja. Jadi, setiap mahasiswa bebas menentukan sendiri bahan pelajaran dan waktu belajar mereka. “Kami juga menginformasikan kepada mahasiswa materi apa saja yang akan dipelajari di minggu berikutnya, bisa melalui sms atau online. Bahkan  Selain secara online, mahasiswa juga dapat mengikuti pembelajaran tatap muka.

“Salah satu keunggulan pembelajaran jarak jauh adalah bersifat low cost atau minim biaya sehingga dapat menjangkau berbagai lapisan masyarakat di Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan dengan biaya terjangkau,” papar Yunus. Saat ini, peminat UT tidak hanya dari dalam negeri. Masyarakat Indonesia yang bekerja di luar negeri pun banyak yang terdaftar menjadi mahasiswa UT. Saat ini sebanyak 1.706 mahasiswa luar negeri yang tersebar di 20 negara. Mahasiswa terbanyak adalah di Negara Korea selatan yang berjumlah 571 orang atau sekitar 33,47%, diikuti oleh Malaysia sebanyak 302 orang atau 17,70% dan terakhir Saudi Arabia sebanyak 198 orang atau 11,61%. (Ratri Suyani)


Related Articles

Memulihkan Daerah Lewat Reklamasi

Reklamasi adalah kegiatan yang bertujuan memperbaiki atau menata kegunaan lahan yang terganggu sebagai akibat kegiatan usaha pertambangan, agar dapat berfungsi

HR Jadi Kunci Kesuksesan BreadTalk

Peningkatan kesuksesan BreadTalk Group memang tidak kalah mengesankan, namun perusahaan yang bermarkas di Singapura ini berencana untuk tumbuh jauh lebih

Good Corporate Governance (GCG) 2014, Untuk Kesejahteraan Karyawan

Penerapan Good Corporate Governance (GCG) di perusahaan-perusahaan , khususnya bagi perusahaan public, lembaga keuangan, dan BUMN adalah sesuatu yang mutlak.

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*