• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 20 February 2018

MasterCLASS 2015, Terlambat Belajar, Resikonya Fatal?

foto-masterclass-1Setelah sukses menyelenggarakan MasterCLASS 2013, di Hotel Nikko Bali, ActionCOACH kembali akan menyelenggarakan MasterCLASS 2015 di Bali. Rencananya di bulan Agustus 2015. MasterClass ini dihadiri oleh para klien, baik yang masih aktif menjalankan program coaching maupun yang sudah selesai.

Acara ini lebih menekankan pada pentingnya membangun mind set entrepreneur sejak dini, karena menurut Herman Susanto, Master Lisencee Indonesia, jika pengusaha terlambat belajar, resikonya akan fatal. “Banyak pengusaha kita yang menang di satu musim ekonomi, tapi gagal di tiga musim ekonomi yang lain. Ini sangat menyedihkan” ujarnya.

Herman mengingatkan, pada peserta bahwa yang paling penting bagi pengusaha adalah re-edukasi, tak cukup hanya edukasi saja. “Di sekolah kita sudah begitu banyak mendapat edukasi. Pengetahuan kita sudah sangat penuh, tapi saat terjun ke dunia bisnis, yang  diperlukan adalah re-edukasi” jawab Herman di depan para pengusaha dan mitra bisnis.

Menurut Herman, ada perbedaan antara edukasi dengan re-edukasi. Jika edukasi adalah hal-hal yang bersifat pengetahuan (teori), tapi re-edukasi adalah lebih kearah praktek. “Re-edukasi adalah melakukan dengan benar apa yang tahu. Artinya melakukan dengan benar adalah prosesnya di bimbing oleh orang yang tepat agar tidak salah arah. Dengan kata lain, ada proses interaktif antara yang melakukan dengan yang mengamati.” tambahnya

James Gwee, motivator terbaik Indonesia, salah satu klien mengakui, bahwa sebagai pembicara dia sudah oke, namun sebagai pemilik bisnis, dia mengakui belum oke. “Seorang pekerja bengkel. Bisa dibilang oke dalam melakukan pekerjaannya, tapi belum tentu bisa menjalankan bisnis bengkel. Kenapa? Karena keterampilannya beda” ujar Herman, saat menampilkan video James Gwee di slide kepada pada peserta.

Seasonal Economic Cycles

Pesan Brad Sugars yang akan di sharing kepada para peserta MasterCLASS 2015 nanti salah satunya adalah siklus musim ekonomi (Season Economic Cycles). Tentu saja, ada banyak sekali bocoran rahasia kesuksesan Brad Sugar dalam membangun kerajaan bisnisnya selama 26 tahun lalu, yang akan di sharing di MasterCLASS ini.

“Apa itu Season Economic Cycle? Seperti halnya musim di dunia ini, ada musim semi, musim gugur, musim hujan dan musim panas, begitu pula iklim ekonomi. Jika kita tidak siap di setiap musim ini maka kita akan mengalami banyak kesulitan,“ ungkapnya.

Herman mengakui, dunia ini berlimpah dan penuh dengan kekayaan, namun permasalahannya tak banyak orang yang bisa mengambil kekayaan itu dengan cara yang benar. Seperti anak ayam yang kelaparan di atas lumbung padi.

“Ini bukan soal berapa banyak kekayaan alam yang tersedia di semesta ini, karena alam semesta ini bersifat berlimpah, tapi soal bagaimana cara kita memanfaatkan kelimpahan dengan cara yang tepat “ katanya

Di event MasterCLASS 2015, Brad Sugars akan menjelaskan banyak hal selama 4 hari 3 malam ini. Tentu saja, investasi yang diperlukan sangat sepadan dengan apa yang akan didapat. “MasterCLASS di design untuk pengusaha yang siap belajar menjadi real entrepreneur. Yaitu entrepreneur yang berkompeten how to buy, build and sell auto pilot business. Selain itu, para pengusaha juga diajarkan untuk melek musim ekonomi agar tidak terjebak dalam mind set yang salah” papar Herman

Menurut Herman, begitu banyak pengusaha sukses yang tiba-tiba mengalami kegagalan secara signifikan karena gagal mengantisipasi musim ekonomi. Merasa terlena sukses di satu musim tapi gagal di tiga musim yang lain. Inilah petingnya belajar dari Sang Master Bisnis.

“Itulah pentingnya belajar dari Brad Sugars, kadang banyak hal-hal yang tak terlihat dan itu sangat krusial bagi keselamatan bisnis, itulah pentingnya memiliki kacamata seorang entrepreneur. Seorang entrepreneur melihat apa yang umumnya banyak pengusaha tak lihat, terutama terkait dengan siklus musim ekonomi” papar Herman sambil menutup pembicaraan. (Ridwan Effendi)


Related Articles

Industri Kertas Harus Lebih Inovatif

Jelang diberlakukannya perdagangan bebas di  kawasan Asia Tenggara ASEAN atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 menjadi peluang bagi industri pulp

Bercanda Ternyata Bisa Jadi Kunci Kesuksesan Berkarir, Benarkah?

Menjadi seorang yang humoris di kantor ternyata bisa saja menjadi rute Anda paling mudah untuk berada di C-suite atau C-level,

Kiat Hadapi Revolusi Industri 4.0

Setiap terjadi revolusi industri selalu ada perusahaan yang menjadi korban dan ada juga perusahaan yang naik menjadi perusahaan besar. Menurut

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*