• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 17 August 2018

Love (Hate) Your Boss

Dhani Wulandari, Business Development Manager

Dhani Wulandari, Business Development Manager

Orang bijak berkata, “Anda menikahi pekerjaan Anda”. Betapa tidak, saat bangun tidur, Anda memikirkannya, membawanya ke meja makan, atau bahkan Anda tidur pun sambil memikirkannya. Saya rasa sebagian dari diri kita menyetujuinya. Namun seorang atasan seakan menjadi hal yang terpisah dari quote itu, padahal tidak.

Pada kenyataannya, atasan Anda adalah juga bagian dari hidup Anda khususnya dalam pekerjaan. Dalam sudut pandang positif, ia akan senantiasa bersama Anda, memberikan arahan, dan membantu Anda dalam mencapai target. Sedangkan dari sudut pandang negatif, bisa saja terlihat atasan adalah sosok yang memberi Anda beban kerja, selalu mengawasi, dan mempersulit hidup Anda di kantor. Dengan keharusan untuk bertemu setiap hari, apa yang harus Anda lakukan untuk bisa survive, khususnya‘deal’ dengan tipe atasan yang tergolong a bad boss atau atasan yang sulit. Berikut beberapa tips yang bisa dilakukan :

  1. Pinjam kacamatanya. Sesekali, cobalah untuk melihat lingkungan kerja dari perspektif atasan Anda. Berandai-andai akan sangat membantu Anda membayangkan bahwa atasan berdiri di antara perusahaan dan karyawan, termasuk Anda. Kadang ia harus mengambil keputusan sulit atau menjadi seseorang yang menyebalkan demi tercapainya tujuan perusahaan, agar perusahaan dapat terus beroperasi dan menjaga rekening di bank Anda tetap terisi setiap bulannya.
  2. Tawarkan bantuan. Pernahkah terpikir oleh Anda bahwa seseorang bisa terlihat sebagai pribadi yang sulit karena sesungguhnya ia membutuhkan bantuan? Sebagai contoh saat kelemahan kita diuji oleh sebuah masalah, kita cenderung menjadi emosional danpada akhirnya sering kali kondisi emosi ini tampak pada sikap serta pembawaan kita tanpa disadari. Orang di sekitar akan merasakan bahwa kita terkesan menjadi pribadi yang kurang sabar atau moody. Bukan tidak mungkin kondisi tersebut bisa tejadi pada atasan Anda juga. Dan sikap yang bisa anda lakukan bila melihat kondisi tersebut adalah tanyakan pada atasan Anda, apakah ada sesuatu yang dapat Anda bantu. Buat atasan Anda nyaman untuk mengatakannya, dan kemudian Anda bisa sampaikan kesediaan Anda untuk membantu.
  3. Tetap professional. Ketika Anda menghadapi sikap atasan yang emosional, jangan terlalu mengambil hati tentang hal itu karena akan memecahkan konsentrasi Anda. Tetaplah berpikir positif dan fokus pada tujuan yang dikehendaki. Kondisi ini bisa mengembangkan toleransi stres dan daya tahan Anda dalam menghadapi tekanan.
  4. Bercermin dan lihatlah. Jika Anda melihat ada seseorang yang bermasalah dengan atasan dan dibuat pusing olehnya, bisa jadi Anda melupakan sesuatu. Apa yang Anda lihat ketika bercermin sesungguhnya adalah seseorang yang telah berhasil menghadapi banyak kesulitan dalam hidupnya, dan sosok itu adalah Anda. Tanpa disadari Anda telah berhasil mengatasi masalah demi masalah sampai sekarang, tetaplah optimis bahwa Anda juga akan berhasil mengatasi masalah menghadapi tipe atasan yang sulit dan bisa membuat keseharian di kantormenjadi lebih menyenangkan. What doesn’t kill you make you stronger, right?!Bos
  5. Share the lesson. Berikanlah diri Anda sedikit pujian ketika Anda merasa sedang menghadapi seorang atasan yang sulit. Tidak semua orang memiliki kesempatan dan keberanian untuk melakukan apa yang Anda lakukan. Biarkan rekan kerja Anda menyaksikan bagaimana perjuangan Anda ketika berproses bersama atasan. Beranikan diri untuk menyampaikan secara terbuka, bahwa Anda dapat mengatasinya dan mereka dapat belajar dari Anda.

Ketika Anda sudah berhasil melalui kelima poin di atas, bersiaplah, bisa jadi Anda giliran berikutnya. Adalah suatu hal yang mungkin bahwa suatu hari Anda akan dapat duduk di sofa atasan Anda. Bahkan, kelak Anda akan berterimakasih bahwa Anda pernah melalui segala kesulitan yang pernah diberikan olehnya sehingga Anda dapat menjadi pribadi yang tangguh dalam menghadapi tantangan di tempat kerja. Seluruh pengalaman itu akan membimbing Anda menjadi orang yang lebih baik, dan keberhasilan dalam mengatasi permasalahan tersebut menambah satu poin lagi dalam kualifikasi untuk menjadi seorang pemimpin.

So, love or hate your boss?

Dhani Wulandari


Related Articles

How Professional Leader Manage Performance

Uraian ini menjelaskan langkah yang perlu dilakukan oleh setiap manager dalam proses Performance Management guna meningkatkan kinerja atau performansinya. Setiap

Behavioral Event Interview : Tidak Hanya Sekedar Bertanya, Tapi Perlu Persiapan.

Menempatkan orang yang tepat pada posisi yang tepat, di waktu yang tepat, adalah salah satu tuntutan kerja Praktisi HR. Sejalan

Jangan Malu, Jangan Takut, Jangan Ragu untuk Berubah

Namanya Nicholas Hayek. Orangnya sederhana dan ngomong apa adanya. Keturunan Libanon dan tinggal di Swiss, makanya dia lancar berbahasa Inggris,

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*