• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 23 January 2018

Line Manager = HR Manager

SyahmuharnisManajemen sumberdaya manusia (SDM) tidak hanya menjadi tanggung jawab manajer SDM (HR Manager) semata. Tak kalah penting sebenarnya adalah peran manajer lini (Line Managers). Kenapa? Sejatinya, aspek pengelolaan SDM sehari-hari lebih banyak dipe­rankan oleh para manajer lini, yakni para manajer yang memimpin unit kerja/fungsional dalam perusahaan: Pemasaran, Keuangan, Operasional, Teknologi Informasi, dan sebagainya. Para manajer lini inilah yang sehari-hari berha­dapan dengan para karyawan, menerapkan kebijakan dan ketentuan terkait manajemen SDM.

Dalam pengelolaan SDM, peran unit SDM lebih banyak menyusun dan mensosialisasikan kebijakan, ketentuan, pedoman, dan prosedur di bidang manajemen SDM. Kalaupun unit SDM juga berperan langsung dalam manajemen SDM, itupun terbatas kepada perencanaan SDM, aspek administrasi SDM, dan koordinasi dengan unit kerja lain terkait manajemen SDM. Namun, aspek implementasi dari kebijakan, ketentuan, pedoman, dan prosedur lebih banyak diperan­kan oleh para manajer lini. Itu sebabnya, muncul istilah Line Manager adalah juga HR Manager. Artinya, para manajer lini sejatinya juga manajer SDM di unit kerja masing-masing.

Merujuk kepada praktik semacam ini, tak pelak lagi peran manajer lini dalam manajemen SDM sangat menentukan. Tanpa kompetensi memadai, para manajer lini akan kesulitan menjalankan kebijakan, peraturan, pedoman, dan prosedur manajemen SDM sesuai keingin­an perusahaan. Diperlukan kerjasama yang konstruktif antara manajer SDM dengan para manajer lini, baik dalam perumusan kebijakan, peraturan, pedoman, dan prosedur manajemen SDM, maupun dalam mengimplementasikan kebijakan, peraturan, pedoman, dan prosedur manajemen SDM tersebut secara tepat. Kedua pihak saling memiliki ketergantungan.

Agar sukses dalam manajemen SDM, maka kedudukan manajer HR dengan para manajer lini adalah sejajar/setara – tidak seperti realitas umum di mana kedudukan manajer SDM diposisikan lebih rendah dibandingkan dengan kedudukan manajer lini.  Agar bisa menyusun dan menetapkan kebijakan, peraturan, pedoman, dan prosedur manajemen SDM yang tepat, maka manajer SDM harus memiliki kompetensi tentang manajemen SDM dan pemahaman terhadap bisnis perusahaan yang komprehensif. Manajer SDM juga harus memiliki kemampuan berkomunikasi dan lobi yang baik, khususnya terhadap direksi dan para manajer lini perusahaan.

Di sisi lain, agar para manajer lini mampu menjalankan kebijakan, peraturan, pedoman, dan prosedur manajemen SDM, maka mere­ka harus memahami kebijakan, peraturan, pedoman, dan prosedur manajemen SDM tersebut secara baik. Kualitas manajerial dan kepemimpinan mereka akan sangat menentukan kualitas manajemen SDM di unit kerja masing-masing. Pembekalan manajer lini terhadap manajemen SDM menjadi sebuah keharusan. Mereka harus memahami aspek strategis dan teknis manajemen SDM, termasuk hal-hal kecil sekalipun, supaya bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan kebijakan, peraturan, pedoman, dan prosedur manajemen SDM perusahaan.

Sebagai “HR Manager” di unit kerja masing-masing, fokus dalam manajemen SDM adalah pemberdayaan para manajer lini dalam implementasi manajemen SDM. Selanjutnya, komunikasi dan koordinasi dengan manajer SDM ha­rus dibangun dengan baik dan responsif. Setiap persoalan dalam manajemen SDM di unit kerja harus diketahui juga oleh manajer SDM untuk mendapatkan bantuan pemecahan masalah bila diperlukan. Melaluiupdate informasi tentang berbagai persoalan manajemen SDM di unit kerja, manajer SDM akan bisa mendapatkan masukan yang berharga tentang berbagai aspek manajemen SDM yang sudah tepat dan perlu untuk disempurnakan. Pada akhirnya, gerak maju perusahaan akan lebih mantap kalau semua pihak mau bekerjasama untuk kemajuan bersama

Penulis: Ir. Syahmuharnis, MBA

Direktur PT. Menara Kadin Indonesia

Chief Editor Human Capital Journal

Strategic Performance Consultant


Related Articles

HR Strategy

Kalau kita membaca konsep organisasi berfokus kepada strategi(Strategy Focused Organization/SFO) yang diperkenalkan oleh Prof. Robert Kaplan dan Dr. David Norton, maka

Skill-Will Matrix

Skill-Will Matrix adalah memetakan seseorang berdasarkan tingkat keahli­an (skill) pada sumbu mendatar (x) dan tingkat motivasi atau keinginan untuk berhasil/berkinerja

From Good to Great People

Jim Collins dalam bukunya “Good to Great” memberikan inspirasi tentang pembangunan kualitas sumber daya manusia agar perusahaan tumbuh berkembang menjadi

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*