• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 20 February 2018

Lampaui Target, Berkat Keterlibatan Karyawan

HomeCredit-Foto-12017 merupakan tahun yang membanggakan bagi Home Credit Indonesia. Bagaimana tidak, di tahun ini beberapa prestasi telah ditorehkannya, salah satunya adalah penghargaan The Best Employer 2017, penghargaan ini bukan dari versi Home Credit sendiri melainkan penghargaan dari sebuah lembaga survei di Amerika Serikat, Aon Hewitt. Dalam penghargaan ini Home Credit Indonesia menerima kategori Best Aon Best Employer 2017 bersama 3 negara lainnya di Asia yakni: China, India, dan Filipina.

Penghargaan tersebut merupakan hasil dari studi yang dilakukan oleh Aon Hewitt, berdasarkan kriteria Home Credit karena memiliki tingkat keterlibatan karyawan yang tinggi, merek perusahaan yang menarik, kepemimpinan yang efektif dan budaya kinerja tinggi, diterjemahkan ke dalam angkatan kerja yang berkomitmen dan produktif yang memberikan hasil bisnis yang lebih kuat.

Inilah salah satu yang menjadikan Home Credit mencapai kesuksesan di 2017. Keterlibatan karyawan yang begitu kuat dalam mencapai target-target yang dicanangkan oleh organisasi merupakan sebuah prestasi yang patut diberi apresiasi. Tidak hanya penghargaan terhadap keterlibatan karyawannya Home Credit juga mengalami pertumbuhan yang signifikan di bidang bisnis lainnya.

“2017 merupakan tahun yang sangat berkesan bagi Home Credit Indonesia, di tengah persaingan di industri, kami berhasil mencatat pembiayaan lebih dari Rp5,3 triliun, meningkat hampir tiga kali lipat dibanding total pembiayaan di tahun 2016 untuk periode yang sama dan hingga akhir 2017, kami telah melayani lebih dari 1,7 juta pelanggan di Indonesia,” ujar Jaroslav Gaisler, Chief Executive Officer PT Home Credit Indonesia dalam paparan presentasinya kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Sebagai perusahaan pembiayaan Home Credit tidak melulu mengejar profit, Home Credit juga turut berpartisipasi dalam mencerdaskan kehidupan masyarakat Indonesia melalui bagaimana cara mengelola keuangan dengan baik. Adalah program literasi keuangan yang diluncurkan pada pertengahan 2017. Dimana Home Credit telah berhasil mengedukasi masyarakat secara langsung, dengan jumlah peserta sebanyak 2.443 orang di Indonesia dengan total 20 kelas, diantaranya di Surabaya, Yogyakarta, Medan, Makassar, Palembang, Cirebon, dan tentunya Jabodetabek. Kampanye Nasional Literasi Keuangan ini akan dilanjutkan di tahun 2018.HomeCredit-Foto-2

Tepat pada 4 Februari 2018 lalu Home Credit Indonesia menginjak usianya yang ke 5, bertepatan dengan itu Home Credit secara resmi meluncurkan logo baru dan kampanye yang bertajuk “Indonesia Bisa!”. Sebuah kampanye yang berangkat dari kisah inspiratif para konsumen Home Credit yang berani melakukan perubahan untuk membuat hidup mereka lebih berarti. Lewat Kampanye ini, Home Credit ingin mengajak lebih banyak masyarakat Indonesia untuk berani memberdayakan dirinya.

Pada kampanye “Indonesia Bisa!” Home Credit Indonesia menghadirkan 2 sosok inspiratif yang sudah cukup dikenal di Tanah Air yaitu Achmad Zulkarnain, fotografer difabel dan Henry Jufri, seorang developer aplikasi Android, yang sebelumnya bekerja sebagai kuli panggul di pelabuhan.

“Kami mengundang 2 sosok inspiratif ini dengan tujuan untuk menguatkan pesan dari kampanye “Indonesia Bisa!” yang bertujuan untuk menginspirasi masyarakat agar berani menggapai mimpi dan harapan mereka terlepas dari keterbatasan yang dimilikinya,”ujar Andy Nahil Gultom, Chief External Affairs PT Home Credit Indonesia. (Kristiadi)


Related Articles

Pekerja Asia Terbuka Terhadap Kesempatan Kerja

Karyawan di Kawasan Asia selalu mencari prospek yang lebih baik di pasar kerja yang sangat kompetitif. Mereka juga mengharapkan kenaikan

Tugas HR Menjembatani Followers dan Leader

Leader dan Followers menjadi dua hal yang sangat penting terhadap keberhasilan maupun kegagalan sebuah perusahaan. Karena itu, sebaiknya perusahaan tidak hanya terfokus pada

Policy Consultation to Strengthen Indonesian Economy’s Capacity

Korea Development Institute (KDI) bekerjasama dengan Kementerian Keuangan Republik Indonesia menyelenggarakanKnowledge Sharing Program (KSP) dengan judul “Policy Consultation to Strengthen Indonesian

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*