• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 24 January 2018

Kiat Hadapi Revolusi Industri 4.0

00927Setiap terjadi revolusi industri selalu ada perusahaan yang menjadi korban dan ada juga perusahaan yang naik menjadi perusahaan besar. Menurut Indra Sosrodjojo, Direktur Andal Software, etiap terjadi revolusi industri ada perusahaan yang menjadi korban. “Tetapi ada juga perusahaan yang menjadi besar,” ujar Indra dalam acara seminar berjudul “Industri 4.0 Peluang atau Ancaman”, yang diadakan hari Rabu (16/9) di Balai Kartini Jakarta.

Diakui Indra, di setiap terjadinya revolusi industri, perusahaan-perusahaan yang tidak memanfaatkan teknologi yang terbaru, justru tidak dapat bersaing dengan perusahaan yang baru muncul dengan menggunakan teknologi baru. “Sudah dipastikan karena biaya produksi dengan menggunakan teknologi baru jauh lebih murah,” tuturnya. Revolusi Industri 4.0, yang dimulai dari Jerman, menyebabkan pabrik dapat memproduksi barang yang sesuai dengan pesanan tanpa harus mengubah mesinnya, karena setiap mesin didesain dapat melakukanpekerjaan yang berbeda. Sehingga Revolusi Industri 4.0 ini akan membuat biaya produksi lebih murah lagi, dan tentunya berdampak pada harga barang hasil produksi akan jauh lebih murah lagi.

Teknologi merupakan salah satu faktor yang mendorong perubahan dunia, hampir semua kebutuhan manusia dibuat melalui proses industri, dari makanan yang sederhana, hingga kekebutuhan elektronik, bahkan sekarang pertanian sudah memasuki era industri, dengan adanya vertical farming. Semua itu tidak lepas dari campur tangan teknologi, sehingga bila perkembangan teknologi yang cukup cepat, maka akan berdampak pada perkembangan di industri.

Bermunculannya industri baru yang merambah hampir ke semua sektor, dan menjungkir balikan industri 00840yang sudah mapan, merupakan suatu tanda di mana industri yang telah mapan tidak dapat melakukan seperti apa yang dilakukan oleh perusahaan baru. Seperti toko buku yang terbesar sekarang ini bukan lagi Barns and Noble yang telah menguasai distribusi buku puluhan tahun, toko musik terbesar di dunia sekarang ini bukan dikuasai oleh Record Label yang sudah ratusan tahun menguasai industri musik, bahkan sekarang ini bioskop juga sudah mulai bergeser di mana orang menonton film didistribusikan oleh perusahaan yang relatif baru, perusahaan taksi yang sedang ramai di seluruh dunia, dan banyak lagi lainnya. Semua itu terjadi karena perkembangan dunia digital yang begitu pesat. Perkembangan dunia digital untuk kehidupan manusia sekarang ini masih boleh dibilang awal, karena pertumbuhannya akan lebih besar lagi.

Ram Charan seorang advisor yang sangat disegani di dunia dalam bukunya yang berjudul Global Tilt yangditulis pada tahun 2013, mengatakan bahwa akan terjadi pergeseran kemakmuran dari negara-negara Eropa menuju ke negara Asia, salah satu faktornya adalah tenaga kerja yang lebih murah. Dan sekarang ini memang sedang terjadi. Eropa sendiri mengalami stagnasi dalam perekonomiannya. Negara di Eropa yang paling kuat adalah Jerman, yang pada awal abad ke 21, adalah salah satu negara yang terpuruk di Eropa. Dalam buku hasil research yang ditulis oleh petinggi di MC Kinsey yang berjudul No Ordinary Disruption, menjelaskan bagaimana Jerman dapat bangkit dari keterpurukan ekonominya dalam waktu yang relatif singkat. Kanselir Helmut Kohl pada saat itu menggalakan pendidikan keterampilan para pekerja, dan memotong tunjangan hari tua para pensiunan. Hasil dari peningkatan pendidikan sekarang ini terlihat dengan jelas, Jerman merupakan negara yang menjadi percontohan, bahkan dari Barack Obama hingga Presiden Cina Xi Jin Ping ikut belajar dari Jerman. Jerman menyatakan bahwa sekarang ini sudah memasuki industri 4.0, dikatakan industri 4.0 karena dunia sekarang ini memasuki revolusi industri yang ke empat.01095edt

Pada revolusi Industri ke-1, ditemukan mesin uap, beberapa pabik tekstil di Inggris mengganti dari alat manual ke mesin uap, perusahaan ini menjadi besar, dan yang tetap manual banyak yang tutup. Revolusi Industri ke-2, ditemukan listrik dan ban berjalan, Ford Motor Co memanfaatkan ban berjalan, dan menjadi perusahaan mobil yang mendominasi pada saat itu, sedangkan banyak perusahaan mobil lainnya yang tutup. ”Dalam revolusi industri faktor pemicu yang paling kuat adalah ditemukannya teknologi baru,” lanjut Indra.  (Ratri Suyani)


Related Articles

Trakindo Raih Penghargaan di The Asia Corporate Excellence & Sustainability Awards 2015

PT Trakindo Utama (Trakindo), penyedia solusi alat berat Caterpillar, kembali menegaskan komitmennya dalam hal pengembangan masyarakat melalui penghargaan berskala internasional

Bahaya Lensa Kontak Ketika Bekerja di Ruang Ber-AC

Setiap orang khususnya pelajar mau pun yang sedang mencari pekerjaan, selalu melihat setiap kesempatan untuk sukses dalam hidup. Dengan penglihatan

“Best Employer Award 2017” untuk Home Credit Indonesia

PT Home Credit Indonesia kembali meraih penghargaan “Best Employer Award 2017”. Ajang penghargaan yang diselenggarakan oleh Universitas Telkom dengan tajuk

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*