• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 18 October 2018

Ketika Petronas Alami “Turbulensi”

PetronasPerusahaan raksasa minyak dan gas (migas) Malaysia, Petronas, memiliki cara tersendiri agar organisasi tersebut bisa terus berkembang. Petronas atau kependekan dari Petroliam Nasional Berhad, adalah perusahaan migas yang didirikan pada tanggal 17 Agustus 1974 dan dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Malaysia. Perusahaan ini mendapatkan hak atas seluruh sumber daya minyak dan gas di Malaysia dan diberi kepercayaan mengembangkan dan menambah nilai sumber daya tersebut.

Sejak dibentuk, Petronas tumbuh menjadi perusahaan minyak dan gas internasional dengan kepentingan bisnis di 35 negara. Pada akhir Maret 2005, Petronas Group memiliki 103 anak perusahaan penuh, 19 anak perusahaan sebagian, dan 57 perusahaan terkait. Perusahaan-perusahaan tersebut membentuk Petronas Group yang terlibat dalam berbagai aktivitas berbasis minyak dan gas. Financial Times menyebut Petronas sebagai satu dari “tujuh bersaudara baru”, serta perusahaan minyak dan gas nasional milik pemerintah non-OECD paling berpengaruh di dunia.

Grup ini terlibat dalam berbagai spektrum aktivitas minyak bumi, termasuk eksplorasi hulu dan produksi minyak dan gas sampai pengilangan minyak hilir; pemasaran dan distribusi produk minyak bumi; perdagangan; pemrosesan dan pencairan gas; operasi jaringan pipa gas; pemasaran gas alam cair; pembuatan dan pemasaran petrokimia; pengapalan; rekayasa otomotif; dan investasi properti.

Petronas menjadi sumber pendapatan utama bagi pemerintah Malaysia. Sebanyak 45% anggaran pemerintah bergantung pada dividen Petronas. Perusahaan ini berkantor pusat di Menara Kembar Petronas yang resmi dibuka pada Hari Nasional Malaysia ke-42 tanggal 31 Agustus 1998, bersamaan dengan ulang tahun perusahaan ke-24. Petronas termasuk di antara perusahaan terbesar di dunia versi Fortune Global 500. Fortune menempatkan Petronas sebagai perusahaan terbesar ke-95 di dunia pada tahun 2008 dan ke-80 pada tahun 2009. Majalah ini juga menyebut Petronas sebagai perusahaan paling menguntungkan ke-13 di dunia dan ke-1 di Asia.

Shazlina Shahriman, Head, Talent Management, Group HR Management, Petronas dalam acara HR Summit & Expo Asia 2017 yang diadakan pada 3-4 Mei 2017 di Singapura kemarin, menceritakan kunci sukses agar perusahaan tersebut bisa terus berkembang. “Mengembangkan para pemimpin kami merupakan satu-satunya cara agar perusahaan ini bisa terus berkembang,” papar Shariman.

Menurutnya, saat ini sektor migas sedang mengalami turbulensi  dan bisa jadi suatu kondisi yang dianggap sepele. Kondisi Petronas sama dengan “burning platform” (platform pembakaran). “Harga minyak berada pada rekor terendah. Karena itu, kita perlu mencari bisnis baru,” katanya lagi. Ia menambahkan, Petronas tidak bisa hanya berada di bisnis migas saja. Karena itu, Petronas membutuhkan para pemimpin yang menggunakan “topi pemikir” mereka untuk bisa berpikir bagaimana organisasi dapat berkembang dalam jangka panjang.

Dengan jumlah tenaga kerja sebanyak 52.000 karyawan dan tersebar di lebih dari 33 negara, Petronas bersaing dengan perusahaan global lainnya agar bisa mengembangkan sumber daya manusianya.  Karena itu, perusahaan sangat memerlukan para pemimpin yang bisa memimpin di generasi berikut dan memajukan perusahaan. “Pengembangan kepemimpinan adalah salah satu upaya utama kami untuk memastikan bahwa bisnis kami berkelanjutan. Hal ini akan mendarah daging  dalam budaya kami dan bagaimana kami beroperasi. Itu semacam DNA orang-orang kita, “katanya.

Selain itu, Petronas juga merekrut kandidat secara eksternal. Organisasi tersebut memiliki kebijakan ketat untuk memastikan bahwa karyawan barunya sepenuhnya berasimilasi ke dalam budaya Petronas. “Orang-orang yang kami cari adalah mereka yang tangkas, fleksibel dan mampu menyesuaikan diri dengan situasi yang tidak biasa di dunia yang tidak stabil, tidak pasti, kompleks dan ambigu (VUCA world),” tegas Shahriman. “Mereka perlu mengetahui cara berwirausaha dan menemukan cara baru dan baru untuk bertahan hidup.”

Selama ini, framework atau kerangka pengembangan kepemimpinan Petronas lebih diutamakan pada calon dari internal. Sebanyak 75% pemimpin Petronas telah “dipersenjatai” secara internal, termasuk Presiden dan CEO Grup saat ini Datuk Wan Zulkiflee, dan sebagian besar para wakil presiden Petronas. Shahriman mengatakan bahwa organisasi tersebut secara khusus mengetahui bahwa Datuk Wan memiliki potensi dan dipersiapkan untuk peran yang begitu besar. “Kami tahu bahwa 75% yang melakukannya ke puncak akan berhasil dan mencapai potensinya. Kami juga tahu program pengembangan yang mereka butuhkan untuk mencapai puncak, “jelasnya.

Hal ini dipermudah oleh kenyataan bahwa inisiatif manajemen bakat Petronas di semua unit operasi dan bisnis serupa dengan bagaimana perusahaan beroperasi pada tingkat perusahaan. “Kita membutuhkan struktur karena kita adalah organisasi yang sangat besar,” kata Shahriman. Ini berarti bahwa untuk para talent terbaik perusahaan, mereka harus memiliki peta jalan rintangan perencanaan suksesi serupa dan mereka kemudian dapat berasimilasi di tingkat perusahaan. “Inilah satu-satunya jalan bagi Petronas untuk mempertahankan dirinya sendiri,” ujar Shahriman. (Ratri Suyani. Sumber: Wikipedia, Hrm Asia)


Related Articles

17 Gubernur Ditegur Mendagri Karena Langgar Ketentuan UMP

17 Gubernur ditegur Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo karena tidak mengikuti standar penetapan upah minimum provinsi sesuai Peraturan Pemerintah Nomor

Indonesia HR Summit 2016: HR Harus Memiliki Learning Agility

Indonesia HR Summit merupakan ajang tahunan antar professional Human Resources (HR) yang telah ada sejak 2009, The 8th Indonesia HR

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*