• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 24 January 2018

Kepemimpinan di Perusahaan, ala Ki Hadjar Dewantara

AlmiraRahmaKi Hadjar Dewantara memiliki kiat kepemimpinan jitu yang dikonsepkan dalam slogan ‘ing ngarso sung tulodho, ing madyo mangun karso, tut wuri handayani’. Slogan berlandaskan asas memanusiakan manusia lainnya ini secara tidak langsung sudah diterapkan oleh William Soeryadjaya sang pendiri Astra International. Perusahaan yang ia dirikan pada tahun 1957 tersebut telah bertahan melewati berbagai krisis dan kini dianggap menjadi salah satu perusahaan yang memiliki program kaderisasi cukup matang dan menghasilkan kader-kader pemimpin tidak hanya di internal tetapi juga memimpin di perusahaan lain. Mari kita telaah lebih lanjut slogan yang sudah berusia 94 tahun ini.

Ing ngarso sung tulodho, yang artinya adalah seorang pemimpin wajib menjadi teladan dalam melaksanakan tugas. Rasanya hal ini secara konsep sudah dipahami betul oleh pemimpin di managerial level ke atas, namun pada implementasinya kita cenderung hanya menjadi teladan dalam menerapkan cara kerja pribadi dan menuntut anak buah untuk mengikuti cara kerja yang membuat kita merasa nyaman. Padahal Tom Peters mengatakan, “leaders don’t create followers, they create more leaders. Adapun untuk menciptakan pemimpin baru yang mau mengabdi, kita perlu memberikan contoh tentang bagaimana mengabdi terhadap kemajuan perusahaan dan bukan semata-mata mengabdi terhadap perusahaan untuk kemajuan pribadi dan memerintah seenaknya. Ingat! Bawahan adalah manusia, sama-sama mudah menilai atasan sebagaimana kita menilai mereka.  Ketika atasan tidak dapat menunjukkan contoh, maka bawahan dengan mudah abai terhadap perkembangan perusahaan.

Ing madyo mangun karso, berarti seorang pemimpin perlu secara giat membangun prakarsa bersama-sama. Training motivasional tidak akan pernah cukup apabila tidak ada sentuhan langsung dari pemimpin terhadap bawahan. Peran pemimpin tidak hanya mengarahkan dan memberi perintah, tetapi juga perlu membangun dialog untuk memastikan antusiasme dan semangat anak buah untuk berkarya bisa tetap terpacu. Memang berkarya dengan membangun dialog bersama seluruh jajaran petinggi maupun level staf di sebuah perusahaan terkadang dirasa mustahil, seiring waktu yang amat sedikit kita miliki. Namun perlu kita ingat, bahwa waktu memang tidak pernah cukup dan kita perlu meluangkannya, serta menentukan skala prioritas untuk bisa membangun sebuah tim yang efektif dan memiliki komitmen terhadap perusahaan.ki-hajar-dewantara

Tut wuri handayani merupakan elemen yang paling penting bagi seorang pemimpin untuk bisa mempertahankan perusahaan menghadapi perubahan zaman, namun juga merupakan yang paling sulit dijalani. Kalimat penutup slogan ini memiliki arti bahwa seorang pemimpin harus bisa memberi kebebasan kepada anak buahnya untuk berkreasi tetapi juga mengawasi dan menjadi partner yang dapat membimbing mereka untuk berdiskusi. Kreativitas adalah hal yang urgent dalam adaptasi dengan perkembangan zaman, padahal ada koridor tidak tertulis dalam kreativitas bisnis yang hanya bisa dipahami oleh orang-orang berpengalaman. Anak buah tidak bisa serta merta bertindak kreatif di luar koridor tersebut, mengingat potensi risiko bisnis yang besar. Proses ini menjadi akan menjadi lebih mudah ketika memberi sudut pandang risiko secara tepat dan tidak membantah gagasan tersebut dengan alasan pengalaman kita di masa lalu mengatakan bahwa itu tidak akan berhasil.

Lalu bagaimana aplikasi tiga hal ini di perusahaan untuk berhasil? Tentu tidak bisa hanya mengandalkan satu orang. Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan membentuk tim yang kuat di level direksi, yang bersedia saling mendukung untuk tercapainya tujuan jangka panjang. Akan ada hal-hal yang dikorbankan untuk bisa mewujudkan target jangka panjang, tapi tantangan bagi kita adalah bagaimana mengelola agar pengorbanan yang kita berikan seimbang dengan kemajuan perusahaan di masa mendatang.

Almira Rahma
Senior Executive, Firstasia Consultants


Related Articles

Love (Hate) Your Boss

Orang bijak berkata, “Anda menikahi pekerjaan Anda”. Betapa tidak, saat bangun tidur, Anda memikirkannya, membawanya ke meja makan, atau bahkan

Modernisasi Payroll System

Saat ini, kata modernisasi identik dengan penggunaan aplikasi sebagai produk kemajuan teknologi informasi. Penggunaan aplikasi menjanjikan kemudahan, kecepatan dan keakuratan

Tips Mempertahankan Talent Potensial

“A great employee is like a four leaf clover, hard to find and lucky to have.” -Tammy Cohen- Memiliki talent potensial

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*