Kekurangan Tenaga Kerja, Jepang Giatkan Talent Pool

JapanDalam menghadapi krisis tenaga kerja karena populasi yang menua, pemerintah Jepang telah mengumumkan beberapa tindakan untuk meningkatkan talent pool tenaga kerja lokal.

Beberapa strategi yang dilakukan pemerintah Jepang seperti menaikkan usia pensiun publik menjadi 71 tahun. Saat ini, orang-orang di Jepang dapat memilih untuk mengumpulkan uang pensiun mereka kapan saja, mulai dari usia 60 hingga 70 tahun. Negara ini juga telah mengambil langkah awal dengan menaikkan usia pensiun wajib 60-65 untuk pegawai negeri sipil.

Selain itu, Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe telah meminta para penasihat untuk mempertimbangkan cara terbaik untuk memperluas talenta dengan merekrut pekerja asing di negara tersebut. Hal ini termasuk mengkaji peraturan visa untuk tenaga kerja asing terampil dan tenaga kerja terampil tinggi. “Saya ingin memberikan beberapa petunjuk dengan menerima pekerja asing pada musim panas tahun ini,” katanya, dalam sebuah pertemuan Dewan Kebijakan Ekonomi dan Fiskal baru-baru ini.

Populasi Jepang saat ini memang unik. Sebagian besar penduduk Jepang berusia lanjut berkat peningkatan harapan hidup, yang membuat harapan hidup rata-rata di Jepang usia 83,7 tahun. Hal ini berdasarkan data yang dihimpun oleh WHO (World Health Organization) yang menunjukkan harapan hidup orang Jepang termasuk yang paling lama di dunia.

Memburuknya masalah ini juga disebabkan tingkat kelahiran yang menurun. Saat ini jumlah kelahiran di Jepang turun di bawah 1 juta pada tahun lalu. Hal ini merupakan pertama kalinya sejak penghitungan dimulai lebih dari satu abad yang lalu. Ini jelas berdampak pada kekurangan tenaga kerja yang membuat beberapa bisnis yang beroperasi di sektor jasa menjadi terganggu dan telah mengurangi operasinya.

Negara ini juga baru saja membuka pintunya yang lebih luas bagi pekerja disapora Jepang generasi keempat. Beberapa keturunan warga Jepang yang bermigrasi ke luar negeri dapat mengajukan permohonan program baru, dengan asumsi mereka berusia antara 18 sampai 30 tahun, dapat berbicara bahasa Jepang dasar, dan memiliki sponsor untuk memberikan dukungan dan bantuan dokumen.

Saat ini, generasi kedua dan etnis Jepang generasi ketiga sudah bisa bebas tinggal dan bekerja di negara ini sebagai “penghuni jangka panjang” atau sebaliknya. Inisiatif baru ini dimaksudkan untuk mempromosikan pertukaran Budaya Jepang, namun juga diharapkan dapat membantu meringankan tekanan pasar tenaga kerja. (Ratri Suyani. Sumber: HRM Asia)


Related Articles

Lenovo VIBE P1M: Untuk Bekerja Dengan Harga Terjangkau

Lenovo Indonesia meluncurkan VIBE P1m, smarphone model terbaru yang lebih power, namun terjangkau. Lenovo ini diciptakan untuk memenuhi kebutuhan konsumen

Korsel Ingin Perekrutan Karyawan Tidak Lagi Berdasarkan penampilan

Presiden Korea Selatan Moon Jae-In menegaskan jika proses perekrutan yang ada di negara gingseng ini tidak lagi berdasarkan penampilan semata.

Coca-Cola Filipina Akan PHK 600 Karyawan

Coca-Cola FEMSA Philippines, perusahaan patungan antara The Coca-Cola Company dan perusahaan minuman anggur Perancis FEMSA, tengah bersiap-siap untuk mengurangi tenaga

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*