• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 22 June 2018

Kehadiran Tool Rekrutmen Versi Facebook dan Google

JobSeekerSelama ini, dalam perlombaan merekrut via jejaring sosial, posisi LinkedIn saat ini belum tergeser dan masih menjadi pilihan utama. Namun sejak diluncurkan tahun lalu, Google+ kini mencuri perhatian, di mana salah satu fiturnya, yakni “Circle” bisa dimanfaatkan untuk melacak track record dari seorang kandidat. Seolah tidak mau kalah bersaing, Facebookjuga membuka diri bekerjasama dengan pihak ketiga melalui vendor aplikasi. Hasilnya, kini Facebook bergerak sebagai alat perekrutan yang berguna, terutama dengan aplikasi jaringan profesional seperti BranchOut dan BeKnown yang membantu pengguna menemukan pekerjaan melalui teman-teman Facebook mereka. BranchOut GM Enterprise belum lama ini menyebutkan, 18,4 juta orang Amerika mengaku menemukan pekerjaan mereka saat ini melalui Facebook.

Tak hanya itu. Para perekrut di berbagai perusahaan sebentar lagi akan segera mendapatkan kemudahan untuk mendapatkan tenaga kerja melalui dua jejaring sosial tersebut. Hal ini berdasarkan pengumuman terbaru dari perusahaan raksasa teknologi yaitu Facebook dan Google pada bulan November lalu. Mereka berencana mengeluarkan tool baru yang semakin mempermudahkan para perekrut untuk mencari calon tenaga kerja potensial dengan memberikan kesempatan para perekrut untuk beriklan, menemukan calon tenaga kerja, dan mem-branding perusahaan mereka lewat Facebook.

Facebook tengah berupaya menghapuskan batas antara jaringan pribadi dan professional dengan menambahkan postingan pekerjaan dan beberapa fungsionalitas aplikasi dengan memasukan tool Facebook Pages. Saat ini Facebook sedang menguji sebuah opsi baru yang memungkinkan pengusaha untuk menempatkan lowongan pekerjaan dalam sebuah kotak khusus di status terbaru perusahaan.

Selain itu, perusahaan juga bisa menampilkan dan mempromosikan iklan yang menargetkan pengguna tertentu sesuai dengan pendidikan, geografi atau kriteria lainnya yang sudah diatur oleh Facebook. Para pencari kerja yang tertarik bisa meng-klik pada tombol “Apply Now” tombol untuk memulai mengisi formulir aplikasi dengan berbagai informasi dari profil publik pengguna Facebook. Kemudian, formulir ini akan dikirim ke administrator halaman sebagai pesan Facebook. “Ini hanyalah salah satu eksperimen dari sejumlah fitur perekrutan fitur Facebook,” kata Facebook.

“Tidak bisa dihindari, sepertinya Facebook mencoba untuk mendapatkan lebih banyak berbagai hal dalam kehidupan masyarakat,” kata Martin Burns, seorang pemimpin konsultasi strategis di HireClix, sebuah biro iklan perekrutan digital yang berbasis di Boston, Amerika.

Ada vendor lain yang menawarkan jasa untuk membangun halaman pekerjaan di Facebook, tapi pengumuman secara resmi ini di-posting secara langsung melalui situs untuk para pengusaha. “Upaya ‘Past’ untuk masuk dalam situs mini karir ke halaman Facebook belum bekerja sangat baik dalam hal lalu lintas dan konversi,” kata Burns. “Aku ingin tahu apakah itu karena mereka adalah aplikasi pihak ketiga atau [karena] orang enggan mencari pekerjaan saat mereka berada di Facebook. Idenya terdengar bagus dalam teori, tetapi belum tentu benar-benar bekerja.”

Postingan pekerjaan manual dan berurusan dengan kiriman aplikasi sebagai pesan di Facebook ini akan menjadi tantangan tersendiri bagi perusahaan besar yang terbiasa mengandalkan lowongan pekerjaan otomatis dan pengiriman aplikasi ke dalam sistem pelacakan aplikasi pemohon mereka. “Apakah mereka pengguna Facebook atau tidak dapat meng-upload resume atau menggunakan profil LinkedIn mereka. Tetapi mungkin ini bagian yang sulit bagi banyak pengusaha untuk menerimanya,” kata Joel Cheesman, seorang veteran industri teknologi merekrut dan pendiri Ratedly.

“Jika Anda adalah admin Facebook untuk perusahaan Fortune 500, semoga saja berhasil karena Anda akan ‘dibantai’. Karena itu, Anda harus melihat dan menyaring saluran itu dengan hati-hati. Anda juga harus memastikan hanya orang-orang yang tepat yang melihat iklan tersebut,” kata Burns.

Menurut Burns dan Cheesman, tool yang mungkin paling menarik untuk perusahaan kecil dan lokal adalah perusahaan yang kesulitan mendapatkan orang yang tepat untuk mengisi posisi. Diakui Burns, hal ini bisa menjadi pasar bagi perusahaan yang membutuhkan halaman versi LinkedIn tetapi tidak memiliki anggaran untuk membayar untuk itu.

Namun para ahli sepakat bahwa Facebook memiliki potensi untuk meningkatkan keterlibatannya dengan pencari kerja pasif. Jadi, mereka yang aktif di Facebook akan mendapatkan perhatian yang lebih baik sehingga para anggota Facebook akan memiliki keterlibatan dengan para perekrut. Jika para perekrut bisa mencari, beriklan dan mendapatkan pencari kerja lewat Facebook, sudah bisa dipastikan akan terjadi “pertempuran sengit” antara Facebook dan LinkedIn.

Sementara itu, Google juga memiliki strategi khusus dalam hal rekrutmen. Google telah mengembangkan alat baru dengan potensi untuk lebih meningkatkan perekrutan yaitu Google Cloud Jobs API (Application Programming Interface). Mesin pintar ini akan membantu untuk memahami tentang sebuah posisi pekerjaan dan keterampilan yang berhubungan satu sama lain serta mampu mendeskripsikan pekerjaan tertentu, lokasi, dan tingkat senioritas yang paling cocok untuk para pencari kerja.

Menurut Google, kehadiran API ini adalah untuk mengatasi kesenjangan antara posisi pekerjaan, deskripsi pekerjaan, dan keterampilan yang dibutuhkan, yang selama ini para industri kurang detil mendefinisikan dan menggambarkan sebuah pekerjaan dan bagaimana mereka menyelaraskan keterampilan tertentu. (Ratri Suyani, sumber: HRM-Asia.com)


Related Articles

Pekerja di Singapura dan Hong Kong Tidak Fokuskan Work-life Balance

Para pengusaha di Singapura, Hong Kong dan Malaysia terus mengabaikan pentingnya keseimbangan kehidupan kerja (work-life balance) akibat preferensi karyawan meningkat

Lombok Sumbawa Pearl Festival 2015

Kementerian Pariwisata mendukung Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyelenggarakan event yang bertaraf internasional yang bernama Lombok Sumbawa Pearl Festival (LSPF)

Pemerintah Lakukan Pelanggaran Soal BPJS

Kalangan pekerja menilai pemerintah telah melakukan pelanggaran terhadap UU No. 24/2011 tentang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) di mana sampai

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*