Ir. Aburizal Bakrie: Islam, Agama Yang Rahmatan Lil A’lamin

Foto-ARB-1Majelis Ta’lim Menara Kadin Indoneia selama bulan suci Ramadhan ini mengadakan acara sholat Dzhuhur berjama’ah dilanjutkan dengan ceramah agama setiap hari senin sampai Kamis, pukul 12.00 hingga pukul 13.00 wib.

Tanggal 25 Juni 2015, Majlis Ta’lim ini mengundang penceramah yang sudah dikenal yaitu, Ir. Aburizal Bakrie (ARB).  ARB menyampaikan ceramahnya dengan Tema “Islam, agama yang rahmatan lil a’lamin”. Menurut ARB, rahmatan lil a’lamin itu meliputi berbagai dimensi kehidupan. Misalnya nilai-nilai spiritual tentang kebenaran, akhlak dan moral, serta kasih sayang.

Rahmatan lil a’lamin, kata ARB merupakan rasa kasih sayang Allah SWT. Karunia dan nikmat yang diberikan kepada  makhluknya di seluruh alam semesta. “Jadi Islam rahman lil a’lamin adalah Islam yang kehadirannya di tengah kehidupan masyarakat yang mewujudkan rasa kedamaian dan rasa tentram bagi manusia dan alam semesta, serta rahmat yang diberikan meliputi segala dimensi kehidupan manusia,“ ungkapnya.

Lebih lanjut, ARB berkata, Allah mengutus Rasulnya, Muhammad SAW sebagai petunjuk kepada manusia. Agar manusia senantiasa berjalan di jalan yang benar. Islam itu membawa rahmat dan kesejahteraan. Tidak hanya manusia saja, melainkan seluruh alam semesta termasuk hewan, tumbuhan, jin, dan sesama manusia.

ARB mengutip firman Allah dalam surat Al-Anbiya ayat 7 yang artinya, “Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.” Ini berarti bahwa alam semesta mendapat manfaat dari diutusnya Nabi Muhammad SAW sebagai rahmat bagi orang yang beriman. Datangnya utusan Allah adalah sebuah  rahmat yang nantinya akan membawa kepada cahaya keimanan, mendapatkan syafaat,  dan kemuliaan di dunia dan akhirat.

Selain itu, kata ARB, Nabi Muhammad SAW menyempurnakan ajaran yang disampaikan oleh kitab-kitab sebelumnya melalui kitab suci Al-Qur’an. “Beliau adalah penutup nabi-nabi dan tidak ada nabi setelah diutusnya Nabi Muhammad SAW,” ujar Ketua Pembina Majlis Ta’lim Menara Kadin Indonesia ini.

“Beliau mengajarkan, bagaimana menjalani kehidupan yang sesuai dengan kaidah syariat serta mengajarkan toleransi kehidupan, mengingatkan manusia terhadap fitrahnya,  mengajarkan tatanan sosial, cara hidup yang lengkap, menciptakan kedamaian, dan kesejahteraan dalam kehidupan,“ tambahnya.

Di akhir ceramahnya, ARB berdoa, semoga Alla SWT menerima semua amal ibadah kita di bulan suci yang penuh hidayah ini, barokah dan maghfiroh. Aamiin Yaa Rabbal Alamiin. Dan selesai ceramahnya,  para karyawan dan karyawati gedung Menara Kadin Indonesia, berfoto bersama dengan mantan Ketua Umum  Kadin itu. (Ridwan Effendi)


Related Articles

Memunculkan Kreativitas Anak Muda di GE Garage

Inovasi menjadi salah satu hal yang penting bagi kemajuan sebuah perusahaan. Inovasi tidak lagi hanya ada di pusat-pusat riset, tetapi

Karir IT Jadi Kunci Pertumbuhan Indonesia

Saat ini Indonesia sudah siap menjadi ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara karena orang-orang Indonesia memiliki kemampuan IT dan interpersonal

Implementasi Outsourcing Terhadap PerMen No.19

Persoalan outsourcing masih terus menjadi polemik di kalangan buruh, pengusaha, dan pemerintah. Peraturan baru pun dikeluarkan untuk mengatur pelaksanaan outsourcing

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*