• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 24 January 2018

Human Capital Financial Metrics

Harnis-newApa yang terpikir saat menghubungkan kinerja bisnis dengan kinerja sumberdaya manusia (SDM) organisasi? Apa ukuran atau indikator yang bisa dipergunakan untuk menjelaskan keberhasil­an manajemen SDM dari sudut pandang finansial? Pertanyaan tersebut mendorong praktisi dan pakar manajemen SDM untuk mendefinisikan dan mereko­mendasikan sejumlah ukuran atau indikator keberhasil­an dan kegagalan SDM yang berkaitan dengan aspek finansial organisasi.

Pada tahun 1999, Saratoga Institute di Amerika Serikat memperkenalkan setidaknya ada 3 ukuran yang bisa dipergunakan untuk menilai manajemen SDM dari sudut finansial (disebut juga dengan Human Capital Financial Metrics), yang pada dasarnya bagian dari indikator Human Resources (HR) Scorecard.

Adapun ketiga ukuran tersebut adalah sebagai berikut:

Pertama, Human Capital Revenue Index (HCRI), yakni nilai pendapatan per karyawan FTE (Full Time Equivalent Employee). Pendapatan di sini termasuk seluruh hasil penjualan produk dan jasa perusahaan (pendapatan operasional dan non-operasional). FTE adalah seluruh karyawan tetap yang masuk dalam penggajian plus seluruh karyawan kontrak, temporer, dan karyawan lain yang tidak termasuk dalam penggajian langsung oleh perusahaan. HCRI merupakan indikator sejauh mana kemampuan SDM perusahaan dalam menciptakan nilai dalam bentuk finansial. HCRI juga sama dengan tingkat produktifitas SDM dari aspek finansial. Semakin tinggi HCRI, maka semakin tinggi produktifitas dan kinerja SDM perusahaan.

HCRI merupakan indikator yang bisa diperban­dingkan dengan perusahaan lain (benchmarking), khususnya untuk industri yang sama, dalam upaya melihat seberapa produktif atau tinggi kinerja SDM perusahaan. Indikator ini, bahkan, bisa diperbandingkan dengan perusahaan-perusahaan di negara lain, karena ukuran finansial bersifat global – tentunya dengan mengkonversikannya kepada mata uang global seperti dolar Amerika Serikat. Perusahaan-perusahaan yang ingin menjadi worldclass company harus menggunakan HCRI ini sebagai acuan atau ukuran untuk mengetahui sejauh mana mereka berhasil mewujudkan visi worldclass company tersebut.

HC-Financial-MatrixKedua, Human Capital Profit Index (HCPI), yakni total pendapatan dikurangi dengan biaya-biaya per karyawan FTE. Adapun laba yang dikaitkan dengan investasi SDM adalah total pendapatan perusahaan dikurangi dengan seluruh biaya terkait dengan aspek non-SDM (semua biaya kecuali remunerasi) dibagi dengan karyawan FTE. Indeks ini juga menjelaskan bagaimana SDM menciptakan nilai bagi perusahaan, dalam hal ini melalui penciptaan laba. HCRI dan HCPI merupakan 2 indikator yang dikembangkan Saratoga Institute sejak pertengahan 90-an untuk menunjukkan ROI (Return on Investment) dari manajemen SDM.

Ketiga, Human Capital Cost Index (HCCI), yakni total biaya SDM dibagi dengan seluruh karyawan FTE. Biaya SDM di sini kompensasi dan benefit yang ada dalam sistem penggajian, termasuk biaya tenaga kerja kontrak dan temporer serta biaya akibat tingkat absensi dan tingkat turnover karyawan. Kedua biaya terakhir – biaya SDM akibat absensi dan turnover – biasanya diabaikan dalam penghitungan biaya tenaga kerja, walaupun sangat jelas bahwa tingkat absensi dan turnover pegawai yang tinggi menyebabkan biaya SDM yang juga tinggi.

HCCI merupakan indikator untuk mengetahui seberapa efisien biaya SDM sebuah perusahaan. Tentu saja, HCCI tidak bisa dipakai sebagai indikator tunggal manajemen SDM karena akan bisa menyesatkan (misleading). Artinya, HCCI yang tinggi atau rendah belum tentu bermakna bagus kalau tidak dikaitkan dengan indikator finansial lainnya – HCRI dan HCPI. Sebab, bisa saja HCCI perusahaan rendah (baik dari sisi efisiensi dibandingkan pesaing), namun HCRI dan HCPI yang diciptakan boleh jadi jauh lebih rendah dibandingkan pesaing. Bila sebuah perusahaan memiliki HCRI dan HCPI lebih tinggi dengan HCCI lebih rendah dari para pesaing, maka perusahaan memiliki kinerja SDM lebih baik daripada pesaing. Selamat mengukur seberapa produktif dan efisien SDM perusahaan Anda.

Syahmuharnis


Related Articles

Core Competence dan Competitive Advantage Amazon.com

Tidak ada yang menyangka Amazon.com bisa sesukses sekarang. Didirikan oleh Jeff Bezos di Seattle, Amerika Serikat, Juli 1994 dengan modal

Five Global Megatrends

Hasil survey oleh PwC Network Leadership Team 2014 menyimpulkan adanya 5 megatrend global yang akan terjadi dalam beberapa dekade ke

HR Strategy

Kalau kita membaca konsep organisasi berfokus kepada strategi(Strategy Focused Organization/SFO) yang diperkenalkan oleh Prof. Robert Kaplan dan Dr. David Norton, maka

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*