• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 17 August 2018

Formula Rahasia Dibalik Penetapan Gaji Karyawan

MUHAMMAD-BARLIAN

MUHAMMAD-BARLIAN

“Treat your employees like customers.”

-Herb Kelleher-

Sebagian kalangan menyebut karyawan sebagai aset penting perusahaan yang menggerakan usaha untuk mencapai target revenue perusahaan. Sebagian lain bahkan menyebut karyawan adalah partner kerja dalam menjalankan bisnis ataupun mencapai visi dan misi perusahaan. Oleh karenanya, memperlakukan mereka dengan baik adalah kewajiban perusahaan, memberikan suasana kerja yang nyaman, tantangan kerja yang menarik dan yang tidak kalah penting adalah penetapan kompensasi oleh perusahaan.

Perusahaan dalam menentukan kebijakan kompensasi sebetulnya tidak memiliki acuan yang baku. Setiap perusahaan memiliki aturannya masing-masing dalam meramu kompensasi yang diberikan kepada karyawannya. Walaupun demikian, Hasibuan (2009) memaparkan bahwa terdapat beberapa faktor yang dipertimbangkan oleh perusahaan dalam menentukan nilai kompensasi karyawannya.

Apabila kita bahas satu persatu, faktor yang pertama adalah jumlah penawaran dan permintaan. Permintaan kerja untuk jabatan dengan jumlah tenaga kerja yang terbatas dan ketrampilan yang spesifik cenderung mendapatkan kompensasi yang tinggi. Sebaliknya, jabatan dengan jumlah tenaga kerja yang banyak cenderung mendapatkan kompensasi yang lebih rendah.

Faktor lainnya terkait dengan kapasitas dan kemampuan perusahaan itu sendiri, perusahaan dapat mengatur kompensasinya untuk mempengaruhi daya tawar di pasaran. Perusahaan juga bisa melakukan positioning dipasar tenaga kerja, menentukan mana kandidat atau pelamar yang memang tepat untuk ukuran perusahaan. Hal lain yang bisa dilakukan perusahaan adalah membuatkan formulasi paket offering yang lebih attractive. Contohnya dengan memberikan gambaran tuntutan dan suasana kerja, ataupun pengaturan waktu kerja.

Kuatnya pengaruh serikat/organisasi karyawan juga menjadi salah satu faktor dalam penentuan besar kecilnya kompensasi. Hal ini tidak terlepas dari kewajiban pemerintah yang mendengarkan aspirasi serikat buruh. Kemudian, mengeluarkan peraturan dan kebijakan dalam menetapkan besarnya batas upah minimum. Tentunya, kebijakan pemerintah juga tidak terlepas dari perbedaan biaya hidup atau disebut dengan kebutuhan hidup layak yang di satu daerah dengan daerah lainnya berbeda.

Faktor lain adalah produktivitas kerja karyawan itu sendiri, semakin baik produktivitasnya maka kompensasi akan semakin besar. Demikian juga dengan tingkat jabatan dari karyawan, semakin tinggi jabatan karyawan akan memperoleh tingkat kompensasi yang lebih tinggi dibandingkan jabatan yang ada dibawahnya. Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Edwin B. Flippo mengenai definisi dari kompensasi sebagai pemberian imbalan jasa yang layak dan adil kepada karyawan-karyawan karena mereka telah memberi sumbangan kepada pencapaian organisasi.Pict-01-edt

Disamping faktor-faktor yang telah dijelaskan sebelumnya, hasil benchmark dengan perusahaan lain juga menjadi bahan pertimbangan. Perusahaan melalui HR melakukan penelitian perbandingan dengan perusahaan lain. Caranya dengan berkomunikasi dengan reka nsejawat HR dari perusahaan lain ataupun survei gaji secara independen. Contohnya, melalui pengolahan database proses seleksi karyawan yang melamar ke perusahaan. Disamping itu, perusahaan bisa menggunakan hasil survei gaji yang dikeluarkan oleh konsultan ataupun melalui media masa.

Biasanya penggunaan data benchmark hanya bersifat acuan umum. Hasil survey butuh dianalisa lebih jauh lagi, sehingga tidak bisa dijadikan sebagai patokan yang utama dalam menentukan kompensasi di perusahaan. Proses analisa tersebut membutuhkan kejelian dan keahlian untuk dapat membaca data tersebut, baik dari perbedaan industrinya, maupun perbedaan ukuran perusahaan yang dilakukan benchmark. Namun kita bisa menggunakan data ini untuk melihat perkembangan di pasar tenaga kerja, kebijakan yang dijalankan kompetitor dengan sistem kompensasi mereka.Tujuannya, agar perusahaan dapat menempatkan diri dalam persaingan.

 

“Don’t reduce your impacts to match what you earn.”

-IsraelmoreAyivor-


Related Articles

Pentingnya Nilai-nilai Bersama Bagi Perumusan Strategi

Bagaimana menganalisis seberapa bagus organisasi Anda berhasil mencapai sasaran yang diinginkan? Pertanyaan ini telah diajukan selama bertahun-tahun, dan jawabannya sangat

Membangun “The Dream Team”

Bagi sebagian penggemar olahraga bola, terutama yang mengikuti Liga Utama Inggris, pasti mengetahui kehebohan tim Leicester City yang beberapa hari

Jangan Malu, Jangan Takut, Jangan Ragu untuk Berubah

Namanya Nicholas Hayek. Orangnya sederhana dan ngomong apa adanya. Keturunan Libanon dan tinggal di Swiss, makanya dia lancar berbahasa Inggris,

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*