Five Global Megatrends

FCE-ilustrasiHasil survey oleh PwC Network Leadership Team 2014 menyimpulkan adanya 5 megatrend global yang akan terjadi dalam beberapa dekade ke depan.

1. Demographic shifts
Pergeseran demografi benar-benar akan mewarnai dunia di masa depan. Akan ada negara-negara yang mengalami ledakan pertumbuhan penduduk, tetapi pada saat yang sama ada negara-negara yang mengalami penurunan populasi. Beberapa negara memiliki populasi anak muda yang terus meningkat, sumber tenaga kerja dan konsumen yang menjanjikan. Namun, di sisi lain, secara keseluruhan terdapat populasi global yang kian menua, yang ditandai de­ngan meningkatnya proporsi penduduk yang berusia 60 tahun ke atas. Tahun 2050, sekitar 21% populasi dunia akan berusia 60 tahun ke atas.
Implikasi sosial-ekonominya tentu sangat luas. Akan ada 360 juta orang yang akan meninggalkan dunia kerja sebelum 2050. Sebaliknya, pertumbuhan populasi muda yang tinggi membutuhkan pangan, sandang, papan, pendidikan, dan lapangan kerja.

2. Technological Breakthrough
Berbagai lompatan teknologi dalam R&D, mulai dari teknologi nano hingga robotic, membuka banyak peluang baru bagi bisnis dan individu. Hal ini memungkinkan industri baru muncul dengan cepat, membawa implikasi besar terhadap ukuran dan bentuk perusahaan manufaktur dan teknologi tinggi. Modal akan mengikuti inovasi, di mana banyak penyedia modal terus mencari peluang pembiayaan di seluruh dunia.
Dalam banyak hal, perkembangan teknologi yang berbeda akan saling memperkuat. Sebagai contoh, kemajuan dalam teknologi nano akan membantu pemenuhan kemampuan penghitungan mesin komputer untuk mendukung kecerdasan buatan (artificial intelligence). Penyebarluasan komunikasi mobile sangat menguntungkan inovasi dalam setiap bidang sehingga bisa dinikmati oleh setiap orang di dunia bilamana mereka membutuhkan. Semuanya ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi hingga akhir dekade mendatang.

3. Resource Scarcity & Climate Change
Dengan populasi 8,3 miliar sebelum tahun 2030, dunia membutuhkan 50% energi lebih banyak, 40% air lebih banyak, dan 35% makanan lebih banyak daripada saat ini. Diperkirakan emisi karbon akibat pembakaran fosil – minyak, gas, dan batubara – naik 16% dari saat ini hingga 2030. Pada