• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 22 July 2018

Djoko Kusumowidagdo: Bangun Karakter SDM dengan Outbond

Djoko Kusumowidagdo

Djoko Kusumowidagdo

Profesionalisme dan etika bagaikan dua sayap yang tidak boleh patah atau hilang bagi setiap orang terutama para profesional bisnis, pejabat dan pengusaha. Bagi Djoko Kusumowidagdo, jika salah satu sayap patah atau hilang, maka kehancuran yang muncul.

Berbicara kualitas SDM Indonesia, diyakini CEO Outward Bound Indonesia (OBI) kualitas SDM Indonesia tak kalah dengan SDM dari negara-negara lain. Namun, ada satu hal yang disayangkan pria kelahiran  Tegal, Jawa Tengah, 3 November 1948 ini yaitu minimnya etika. “Kita lihat banyak politisi, pejabat Indonesia yang masuk penjara. Mereka memang bagus secara professional, tapi secara etika justru kurang. Padahal penting bagi para profesional untuk menjaga etika. Jadi mereka tidak mencuri dan korupsi,” ujar pria yang meraih Master of Bussiness Administration di Portland State University, Portland Oregon (USA) tahun 1975 dan peraih gelar Bachelor of Science in Chemistry, Portland State University, Portland Oregon (USA) tahun 1972 lalu dengan antusias.

Karena itu, pendidikan karakter sangat penting. Diakui Djoko, alam adalah media dan guru yang paling cocok untuk membantu perkembangan kepribadian orang. Hal ini pula yang mendasari dirinya untuk membuka lembaga pelatihan berbasis alam Outward Bound Indonesia. “Lulus kuliah di AS, saya melanglang buana kerja di sana. Kemudian saya bertemua dengan seseorang dari Outward Bound Inggris dan mengajak saya bergabung,”  papar Djoko yang pernah menjadi anggota Komite Bisnis Indonesia – New Zealand tahun 1988 – 1998, anggota Indonesian Swedish Association tahun 1986 – 1992, anggota Canadian Bussines Association, 1985 – 1996, dan anggota dewan direksi Outward Bound International pada 2004 – 2007 lalu.

Baru pada tahun 1990, ia pulang dan menetap di Indonesia. Dari sini mulai timbul ide dalam diri Djoko untuk mendirikan Outward Bound di Indonesia dengan tetap berinduk pada Outward Bound di Inggris. Dan dipilihlah Waduk Jatiluhur sebagai tempat pelatihan, karena lokasinya sangat ideal. Waduk ini mempunyai diameter lebih dari 10 km dan dikelilingi bukit bukit yang cukup besar. Meski awalnya beberapa orang meragukannya, ia tidak goyah dan yakin OBI bisa berkembang dan diminati banyak orang. “Saya suka alam sejak kecil. Buat saya, alam itu  media dan guru yang paling cocok untuk membantu perkembangan kepribadian manusia,” tutur pria yang dijuluki Bapak Outbond Indonesia.

Selama pelatihan, para peserta  peserta diterjunkan ke alam bebas. Dari kegiatan ini, peserta diajak untuk berefleksi dan mengambil hikmah dari semua hal yang sudah mereka lakukan. Djoko sengaja mendirikan bangunan yang hampir semua materialnya menggunakan bambu. Bahkan ba­ngunan tersebut sempat memperoleh penghargaan sebagai bangunan unik yang ramah lingkungan. “Kompetensi seseorang bisa ditingkatkan melalui pengembangan pengetahuan, skill, dan karakter. Konsep training outdoor bertujuan menggali dan meningkatkan skill dan karakter seseorang,” ujar Djoko seraya menambahkan bahwa di OBI, berbagai fasilitas pendukung pendidikan sudah sesuai standar internasional dan OBI memiliki instruktur berpengalaman.

Hasilnya, hingga saat ini OBI tetap berdiri dan dipercaya menangani pendidikan karakter para karyawan dari berbagai perusahaan di Indonesia. OBI juga menginspirasi berbagai lembaga training outdoor sehingga training outdoor semakin berkembang pesat di Indonesia. “Itu sebuah kebanggaan. Bahkan menyambut MEA mendatang, OBI juga sudah mempersiapkan berbagai hal termasuk materi pengembangan karakter SDM di Indonesia,” tambah Djoko. (Ratri Suyani)


Related Articles

Menikmati Hidup dengan Berpikir Positif

Dalam berkarir, spent of control dan disiplin merupakan prinsip pria berdarah Bandung ini. “Spent of control itu bagus, jangan semua

Potret Diri Setiap Karyawan

Kinerja ekselen perusahaan berplat merah kini semakin gencar digaungkan. Hal ini sejalan dengan ditetapkannya kinerja BUMN berbasis Kriteria Kinerja Ekselen

Pepey Riawati Kurnia : This is My Passion

Berkecimpung di dunia  Research and Development (R&D) menciptakan kepuasan tersendiri tersendiri bagi Drh. Pepey Riawati Kurnia, MM, PhD, salah satu

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*