Demo Pekerja Rest Area di Istana Negara

pekerja-rest-areaSekitar 1000 orang pekerja yang tergabung dalam Paguyuban Gerakan Pekerja Rest Area berunjuk rasa di depan Istana Negara kemarin. Dalam aksinya, mereka menuntut pencabutan surat edaran BPH Migas No.937/07/Ka.BPH/2014 tentang larangan menjual premium (BBM bersubsidi) di Rest Area jalan tol.

Menurutnya, larangan penjualan premium di rest area jalan tol ini sangat tidak adil dan diskriminatif serta akan membuat sebagian orang kehilangan pekerjaan.

“Rest area jalan tol merupakan area publik, yang dapat menciptakan lapangan pekerjaan. Apabila penjualan premium di rest area ini ditutup, maka banyak orang yang akan kehilangan pekerjaan sehingga berdampak pada bertambahnya pengangguran, kebijakan ini sangat tidak efektif.” ujar Miswanto, Koordinator Paguyuban Gerakan Pekerja Rest Area.

Pekerja di lingkungan rest area jalan tol di seluruh Indonesia mencapai 15.000 orang pekerja, dengan jam operasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, dan 12 bulan setahun non stop tanpa hari libur. Dengan adanya larangan ini potensi orang yang akan kehilangan pekerjaan sekitar 5.000 orang pekerja.


Related Articles

ATA Carnet: Membuka Lapangan Kerja

Sistem ATA Carnet merupakan salah satu “intrumen fasilitas perdagangan” yang dapat dimanfaatkan para pengusaha, individu, profesional, dan institusi, untuk melakukan

Evolusi dan Dunia Kerja Idaman di Masa Depan

Mulai 2016 tenaga kerja akan didominasi oleh Gen Y (Millenial), lalu faktor apa yang mempengaruhi kehidupan kerja mereka, dan apa

APTISI-KADIN: Kerjasama Tingkatkan Kualitas SDM

Menciptakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha perlu adanya link and match antara perguruan tinggi dengan dunia

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*