• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 20 September 2018

Ciptakan Keunggulan Bisnis Lewat Value Chain Analysis

ValueChainAnalysisnewJika Anda sedang mencari cara untuk meningkatkan keunggulan bisnis Anda, maka Anda harus pertimbangkan untuk melakukan analisis rantai nilai (value chain analysis) untuk memberikan keunggulan dalam menciptakan nilai terbaik bagi pelanggan. Ini agar bisnis Anda tidak mati terkapar di tengah jalan.

Value Chain Analysis (VCA) bergantung pada prinsip ekonomi dasar yang mengarah pada keuntungan  perusahaan yang disajikan oleh sektor-sektor tertentu di sebuah perusahaan dan bisa menghasilkan keuntungan yang besar, dibandingkan dengan pesaing mereka. Secara bersamaan, perusahaan harus bertanya pada diri sendiri di sektor mana mereka dapat memberikan nilai terbaik kepada pelanggan mereka.

Untuk melakukan VCA, perusahaan harus mulai dengan mengidentifikasi setiap bagian dari proses produksi dan mengidentifikasi di mana langkah-langkah yang dapat dihilangkan atau dilakukan perbaikan. Perbaikan ini dapat menghasilkan penghematan dari sisi biaya dan kapasitas produktif yang bisa ditingkatkan. Yang tak kalah penting, hasil akhirnya adalah pelanggan mendapatkan banyak keuntungan dari produk yang mereka beli karena mendapatkan biaya yang murah. Dan ini berdampak meningkatkan bottom line perusahaan dalam jangka panjang.

Apa itu Value Chain?
Analisis rantai nilai atau Value Chain Analysis adalah rangkaian kegiatan yang dilakukan suatu perusahaan untuk menghasilkan produk atau jasa. Kumpulan aktivitas atau kegiatan dalam sebuah perusahaan yang dilakukan untuk mendesain, memproduksi, memasarkan, mengirimkan, dan mendukung keberadaan  produk terangkum dalam sebuah analisa rantai nilai.

Jadi, VCA bisa dikatakan sebagai pisau analisa yang bisa digunakan untuk membedah sebuah proses bisnis. Dengan value chain, perusahaan bisa melakukan identifikasi mengenai proses kunci apa yang penting, dan proses mana yang sekadar pendukung.

Untuk memahami bagaimana untuk melakukan analisis rantai nilai, bisnis harus terlebih dahulu tahu apa rantai nilainya. Sebuah rantai nilai adalah berbagai kegiatan – termasuk desain, produksi, pemasaran dan distribusi – usaha melalui untuk membawa produk atau layanan dari konsepsi untuk pengiriman. Bagi perusahaan yang memproduksi barang, rantai nilai dimulai dengan bahan baku yang digunakan untuk membuat produk mereka, dan terdiri dari segala sesuatu yang ditambahkan ke dalamnya sebelum dijual ke konsumen.

Value Chain Versi Porter
Michael E. Proter dari Harvard Business School merupakan orang pertama yang memperkenalkan konsep value chain. Ia mulai membahas konsep rantai nilai dalam bukunya “Competitive Advantage: Creating and Sustaining Superior Performance” yang diluncurkan tahun 1985 lalu. Porter, juga mengembangkan Five Forces Model yang banyak digunakan oleh perusahaan untuk mengetahui seberapa baik mereka dapat bersaing di pasar saat ini.

Menurut Porter, keunggulan kompetitif tidak akan dapat dipahami dengan melihat perusahaan secara keseluruhan. “Hal ini berasal dari banyaknya kegiatan yang berbeda yang dilakukan di suatu perusahaan dalam   merancang, memproduksi, pemasaran, mengirimkan, dan mendukung suatu produk. Masing-masing kegiatan ini dapat memberikan kontribusi dengan posisi biaya masing-masing di perusahaan dan menciptakan dasar untuk diferensiasi,” papar Porter.

Berdasarkan LearnMarketing, kalimat Porter menunjukkan bahwa kegiatan dalam sebuah organisasi juga memasukkan unsur nilai pada layanan dan produk yang dihasilkan perusahaan. Artinya semua kegiatan ini harus dijalankan pada tingkat optimal jika organisasi ingin mendapatkan keuntungan kompetitif yang nyata. Jika mereka berjalan secara efisien, nilai yang diperolehpun harus melebihi biaya yang dikeluarkan. Misalnya, pelanggan selalu kembali ke perusahaan dan bertransaksi secara bebas dan sukarela.

Dengan VCA, perusahaan dapat melakukan semacam business reengineering. Ini untuk membuat sebuah operasi bisnis menjadi lebih efisien dan mampu memberikan value added yang optimal.

Manajemen Rantai Nilai
Value Chain menjadi sebuah blue print atau benang merah suatu bisnis. Ada enam fungsi bisnis  dari pembuatan rantai nilai, yaitu:

  • Penelitian dan pengembangan
  • Desain Produk.
  • Layanan atau proses Produksi
  • Pemasaran dan penjualan
  • Distribusi
  • Layanan Pelanggan.

Dalam bukunya, Porter mengatakan kegiatan bisnis bisa dibagi menjadi dua kategori yaitu kegiatan utama dan kegiatan pendukung. Kegiatan utama (primary activities) meliputi:

  1. Logistik Masuk (Inbound Logistics), adalah aktivitas atau kegiatan yang dihubungkan dengan penerimaan, penyimpanan dan penyebaran input/bahan baku, seperti penanganan bahan baku, pergudangan, kontrol inventory, jadwal kendaraan dan pengembalian kepada supplier.
  2. Operasional (Operations), adalah kegiatan yang dihubungkan dengan mengubah input atau bahan baku menjadi bentuk produk akhir, seperti permesinan, pengemasan, perakitan, perawatan perlengkapan, testing, pencetakan dan yang lainnya yang berkaitan dengan prose operasi atau produksi.
  3. Logistik Keluar (Outbound Logistics), adalah kegiatan yang diasosiasikan dengan pengumpulan, penyimpanan dan distribusi produk ke pembeli, seperti pergudangan produk jadi, penanganan material, operasi pengiriman, proses pemesanan dan penjadwalan.
  4. Pemasaran dan penjualan (Marketing and Sales), adalah kegiatan dalam membujuk atau menarik pembeli untuk membeli, seperti pengiklanan, promosi, tenaga penjual, quota dan harga.
  5. Pelayanan (Service), adalah kegiatan yang diasosiasikan dengan penyediaan layanan untuk meningkatkan dan mempertahankan nilai produk, seperi instalasi, perbaikan, pelatihan dan penambahan produk.

Sedangkan kegiatan pendukung (support activities) secara umum, terbagi dalam 4 kategori kegiatan, yaitu:

  1. Procurement atau pengadaan, berkaitan dengan bagaimana bahan baku untuk produk yang diperoleh.  Ini mengacu pada fungsi pembelian seperti pembelian bahan mentah, persedian dan jenis jenis barang lainnya yang dapat dijadikan aset seperti mesin-mesin, perlengkapan laboratorium, kantor dan bangunan.
  2. Technology Development atau pengembangan teknologi, terdiri dari berbagai kegiatan yang dapat dikelompokkan ke dalam usaha untuk meningkatkan produk dan proses. Pengembangan teknologi sangat penting untuk keunggulan kompetitif dalam semua industri.
  3. Human Resource Managementpengelolaan sumberdaya manusia meliputi kegiatan rekrutmen, pelatihan, pengembangan SDM. Hal ini berkaitan dengan kegiatan dalam mempekerjakan dan mempertahankan karyawan yang tepat untuk membantu desain, membangun dan memasarkan produk.
  4. Firm Infrastructure , aktivitas infrastruktur perusahaan terdiri dari sejumlah aktivitas termasuk pengelolaan umum, perencanaan, keuangan, akuntansi, dan manajemen kualitas.

Dalam setiap kategori kegiatan/aktivitas, baik itu yang utama maupun yang pendukung, ada tiga jenis kegiatan yang memiliki peran berbeda dalam kegiatan tersebut, yaitu:

Langsung (direct), aktivitas yang melibatkan langsung dalam pembuatan nilai kepada pembeli, seperti perakitan, iklan, desain produk, rekrutmen dan lain sebagainya.

Tidak langsung (indirect), aktivitas yang memungkinkan untuk melakukan kegiatan langsung secara berkelanjutan, seperti perawatan, penjadwalan, administrasi penelitian dan lain sebagainya.

Jaminan kualitas (Quality Assurance), adalah aktivitas yang menjamin kualitas dari aktivitas lain seperti, monitoring, inpeksi, testing, pemeriksaan dan lain sebagainya.

Proses mengatur semua kegiatan ini sehingga mereka dapat dianalisis dengan baik disebut manajemen rantai nilai. Tujuan dari manajemen rantai nilai adalah untuk memastikan bahwa orang-orang yang bertanggung jawab atas setiap tahap dari rantai nilai berkomunikasi dengan satu sama lain, untuk membantu memastikan produk semakin di tangan pelanggan sebagai mulus dan secepat mungkin.

Tujuan dan hasil
Idealnya, VCA dapat membantu perusahaan dalam mengidentifikasi daerah-daerah yang dapat dioptimalkan untuk efisiensi maksimum dan profitabilitas. Misalnya dalam bisnis perbankan, value chain yang amat penting adalah pada sisi penggalangan dana dan penyaluran kredit. Dalam industri manufaktur, tentu saja yang paling penting adalah pada mata rantai proses procurement bahan baku, quality assurance, proses produksi, marketing & sales, dan servis. Sedangkan pada bisnis jasa  consulting, rantai proses yang paling memberikan value adalah materi/modul, fasilitator, dan sales. Dalam organisasi yang Anda tekuni sekarang, proses value chain analysis itu perlu dijalankan agar diketahui pada area apa saja terdapat proses yang paling memberikan valued added bagi kinerja organisasi.

Tahapan selanjutnya dalam area yang teridentifikasi sebagai high value added areas, semua sumber daya untuk menopang proses tersebut harus dioptimalkan. Mulai dari sumber daya peralatannya, teknologi, sistem operasi, hingga SDM yang menjalaninya. Sayangnya, banyak organisasi yang luput melakukan hal yang sangat elementer (namun fundamental) tersebut. Banyak perusahaan dan organisasi yang gagal melacak key value chain dalam dirinya, dan kemudian gagal juga dalam mengalokasikan sumber daya secara cerdas.

Ambil misalnya, dalam hal pengelolaan SDM. Banyak perusahaan yang menganggap seluruh SDM dalam organisasinya bersifat sama, tanpa memandang apakah sebagian diantara mereka masuk dalam key value chain atau tidak. Akibatnya, treatment pengembangan kepada semua SDM itu dilakukan sama dan seragam. Ini bukan saja melelahkan tapi juga merupakan pemborosan. Kenapa tidak fokus saja pada SDM yang berada pada high value added areas, dan “menggodok” talenta-talenta kelas dunia yang berada pada area itu. Inilah yang dilakukan oleh perusahaan kelas dunia seperti IBM, Google, Microsoft, Apple dan juga General Electric. Ratri Suyani (dari berbagai sumber)

Berita terkait; http://humancapitaljournal.com/ciptakan-keunggulan-bisnis-lewat-value-chain-analysis/


Related Articles

Benarkah Teknologi Belum Berdampak Besar Pada E-learning?

Pengaruh teknologi memang merubah segalanya termasuk seluruh aspek bisnis yang ada di dunia. Bahkan pengaruh teknologi tidak hanya berpeluang untuk

Membedah Solusi Corporate Competency Excellence (CORE)

Metodologi menyusun kamus kompetensi organisasi sangat menentukan kualitas manajemen kompetensi organisasi. Kompetensi organi­sasi harus benar-benar komprehensif, unik, dan membuat organisasi

Melihat Peluang Pertumbuhan Bisnis dengan Matriks BCG

Metode analisis BCG merupakan salah satu metode yang digunakan dalam menyusun suatu perencanaan unit bisnis stratejik dengan melakukan pengklasifikasian terhadap

1 comment

Write a comment
  1. Ana
    Ana 12 October, 2016, 22:11

    Menarik sekali ulasan nya, bagaimana cara saya untuk bisa discuss mengenai VCA ini. Thanks

    Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*