• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 18 October 2018

BPJS Ketenagakerjaan dari Kepesertaan Sampai Manfaat Tambahan

bpjs-ketenagakerjaanBadan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan merupakan kepanjangan tangan pemerintah dalam penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan. Jaminan sosial merupakan kebutuhan dasar yang mutlak harus bisa dinikmati oleh masyarakat Indonesia, terlebih para pekerja. Untuk itu, pemerintah terus mendorong agar kepesertaannya semakin meningkat. 

“Ya kita terus dorong BPJS ketenagakerjaan ini untuk meningkatkan kepesertaannya, baik pekerja formal maupun di informal,” ungkap Menteri Ketenagakerjaan RI (Menaker) M. Hanif Dhakiri pada acara pembukaan Musyawarah Nasional VI Serikat Pekerja (SP) BPJS Ketenagakerjaan di Mason Pine Hotel, Bandung beberapa waktu lalu.

Saat ini, Kementerian Ketenagakerjaan RI (Kemnaker) bersama BPJS Ketenagakerjaan terus berkoordinasi untuk meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan. Berbagai inovasi pun terus dilakukan, agar seluruh profesi pekerjaan di Indonesia, baik formal maupun informal, dapat terjangkau kepesertaannya.

Terobosan terus dilakukan BPJS Ketenagakerjaan melalui program-program pengembangan dan inovasi-inovasi baru agar dapat menjangkau kepesertaan secara menyeluruh yang mencakup seluruh pekerjaan agar pekerja/buruh mendapatkan jaminan hari tuanya kelak.

Sebagaimana diketahui yang selama ini sering diperbincangkan adalah soal Jaminan Hari Tua (JHT), sementara BPJS Ketenagakerjaan juga memiliki program Total Benefit selain 4 program pokok BPJS Ketenagakerjaan. Menaker pun menegaskan bahwa pemerintah selalu terbuka dengan aspirasi dari berbagai pihak tentang pelaksanaan program JHT tersebut.

Program JHT pada awalnya diatur melalui Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 tentang Penyelenggaraan Jaminan Hari Tua kemudian direvisi dengan Peraturan Pemerintah RI Nomor 60 Tahun 2015 tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 46 Tahun 2015 tentang Jaminan Hari Tua. Perubahan sendiri terjadi di Pasal 26 tentang Tata Cara Pembayaran Jaminan Hari Tua.

Pemerintah juga terus berkoordinasi dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam rangka meningkatkan pelayanan dan pelaksanaan manfaat program. Baik pemerintah maupun BPJS Ketenagakerjaan selalu terbuka terhadap aspirasi-aspirasi yang masuk. Sehingga, Menaker tidak menutup kemungkinan adanya perubahan-perubahan pada penyelenggaraan jaminan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.

“Pada dasarnya pemerintah ini selalu mendengarkan apa yang menjadi aspirasi dari temen-teman serikat pekerja. Tapi memang dibutuhkan kajian dan sekaligus kesepakatan. Kalau memang maunya begitu ya pemerintah membuka diri terhadap kemungkinan itu,” paparnya.

Benefit Tambahan Bagi Pekerja
Sementara itu untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi bagi para pekerja/buruh Kemenaker mengusulkan agar Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberikan benefit (manfaat) tambahan untuk itu. Peningkatan layanan manfaat tambahan itu ditujukan untuk meningkatkan kualitas SDM dan produktivitas pekerja sekaligus meningkatkan kesejahteraan pekerja yang menjadi peserta BPJS.

“Kita terus dorong agar BPJS Ketenagakerjaan terus memperbaiki pelayanan dan meningkatkan manfaat tambahan, peningkatan keterampilan dan kompetensi yang dibutuhkan para pekerja,” ujar Menaker pada keterangan persnya di Jakarta pada Kamis (11/8).

Kemenaker berharap BPJS Ketenagakerjaan dapat memberikan informasi yang jelas tentang keuntungan dan manfaat yang akan diterima oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan, sehingga menjadi menarik dan membawa dampak terhadap meningkatnya jumlah kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan secara signifikan.

Lebih lanjut Hanif mengatakan, peningkatan layanan dan informasi tentang keuntungan mengikuti program BPJS Ketenagakerjaan  dan adanya benefit tambahan bagi pekerja juga akan sangat efektif untuk menambah lebih banyak lagi jumlah pesertanya, seperti diketahui kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan baru mencapai 19,4 juta pekerja.

“Intinya adalah kita ingin memastikan agar coverage dari kepesertaan kita ini semakin menyeluruh mencakup seluruh pekerjaan dan sebanyak-banyaknya pekerja yang menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan, Agus Susanto mengatakan akan segera membentuk tim dan mengkaji secara mendalam terkait usulan Menaker soal penambahan benefit peningkatan keterampilan dan kompetensi pekerja.

“Kita akan rumuskan nanti dengan tim, menurut kami itu lebih simple dan credible jadi bisa diimplementasikan. Tapi tentu kami membutuhkan kajian yang lebih mendalam,” kata Agus.

Selama ini BPJS Ketenagakerjaan  memiliki 4 program pokok Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kematian (JKM), dan Program Pensiun.

Selain itu BPJS Ketenagakerjaan juga telah mengembangkan Total Benefit meliputi program housing benefit, food benefit, transportation benefit, education benefit, dan health benefit yang dapat dinikmati oleh peserta BPJS Ketenagakerjaan. (Kristiadi, sumber: kemnaker.go.id)


Related Articles

Tingkatkan Nilai Produk dengan Manajemen Produk yang Baik

Pemahaman dan pengetahuan berkenaan dengan manajemen produk baru sangat penting, terutama untuk meningkatkan nilai produk yang mereka hasilkan dan tentunya

Membuka Akses Pasar Komoditi Indonesia

Guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) melakukan pertemuan dengan 40 Dubes dari negara-negara sahabat yang

The right way to Optimize Video Based Webpage

The dawn of World Wide Web was a significant contemporary in the history of man. Today, the Internet has become

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*