• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 15 August 2018

Bertanya Kepada Top Management

foto dadang kadarusmanSaya yakin sebagian dari Anda sudah terbiasa berinteraksi dengan top management. Bertemu, berdialog, dan berdiskusi dengan top management sering sekali. Namun, bagi sebagian besar karyawan, hal itu merupakan kejadian yang sangat langka. Bahkan, boleh jadi hanya terjadi setahun sekali. Itupun sebatas dalam forum besar konfrensi tahunan yang diadakan perusahaan. Malahan, ada begitu banyak karyawan yang sudah bekerja belasan tahun namun tidak pernah mendapatkan momen itu. Bisa dibayangkan, betapa berharganya momen itu. Momen yang sangat langka sekali. Dalam forum itu, biasanya top management membuka kesempatan untuk tanya jawab. Tetapi, apa yang terjadi? Kebanyakan orang pada takut untuk sekedar mengacungkan tangan. Padahal, momen itu bisa menjadi kesempatan untuk mengubah sejarah karir mereka. Benarkah? Saya, sudah mempunyai banyak bukti soal itu. Sudahkah Anda mempunyai bukti yang sama?

Training ‘Core Values Induction’ yang saya fasilitasi untuk salah satu Holding Company yang menjadi klien kami sudah memasuki batch ke-2. Dalam setiap batch itu, Top Management perusahaan selalu hadir untuk memberikan ceramahnya. Itu sudah menjadi standar agenda dalam training ini. Maka dalam setiap batch penyelenggaraan training itu, selalu hadir boss besar yang sangat dihormati tersebut sekaligus memberikan kesempatan kepada peserta untuk mengajukan pertanyaan. Tentu tidak semua peserta mengajukan pertanyaan. Pertama, karena waktunya sangat terbatas sekali. Orang penting, tidak punya banyak waktu untuk disia-siakan. Beda dengan kebanyakan orang. Mereka menyia-nyiakan waktunya untuk melakukan hal-hal yang tidak penting. Makanya, mereka tidak pernah dan tidak akan menjadi orang penting.

Kedua, karena memang tidak semua karyawan mau, berani, dan mampu memanfaatkan kesempatan berharga itu. Untuk mengacungkan tangan. Untuk menyebutkan namanya. Untuk menjelaskan apa perannya dalam perusahaan. Untuk memberitahukan dimana dia ditugaskan. Dan tentunya, untuk menyampaikan aspirasi kepada pemimpinnya. Padahal, boleh jadi; itulah satu-satunya kesempatan yang mereka dapatkan disepanjang karirnya; untuk bisa dikenal oleh boss besarnya.

Mengapa dikenal oleh top management itu penting?

Karena top management adalah sang penguasa di perusahaan itu. Dan sebagai penguasa, mereka bisa melakukan apa saja. Termasuk mengatakan; “Siapa atasan kamu? Bilang ya sama atasan kamu, kalau kamu cocok bekerja di bidang itu. Bilang kalau saya yang mengatakan hal itu.

Believe it or not, itulah kira-kira yang dikatakan oleh top management dalam training yang saya fasilitasi tersebut. Dan itulah pula yang sering dikatakan oleh top management lainnya yang ketika beliau-beliau itu memberikan speechnya, saya turut hadir disana. Oleh karenanya, sahabatku para karyawan dan professional yang menginginkan kesuksesan karirnya. Jika Anda punya kesempatan atau momen yang langka seperti itu bersama top management, jangan sekali-kali menyia-nyiakannya. Gunakan kesempatan itu untuk membuat top management Anda mengenal Anda. Ingatlah. Ada ribuan karyawan di perusahaan Anda sehingga tidak mungkin bos besar Anda mengenalnya satu persatu. Maka membuat diri Anda dikenal oleh mereka; merupakan sesuatu yang sangat bernilai.

Caranya bagaimana?

Sederhana saja kok. Kalau Anda mengetahui boss besar akan hadir dalam pertemuan akbar tahunan di perusahaan Anda, maka ajukanlah pertanyaan kepada beliau. Cukup satu pertanyaan saja. Namun, pastikan jika pertanyaan Anda itu berbobot tinggi. Jadi, sebelum pertemuan itu terjadi; Anda harus sudah menyiapkan pertanyaannya sejak di rumah. Kalau perlu, berlatih bagaimana cara menanyakannya agar tidak grogi.

Maaf Kang Dadang, Anda hanya jago berteori. Sedangkan teori tidak sama dengan prakteknya. Jadi, artikel ini tidak ada nilainya. Hanya omong kosong yang dihasilkan dari sebuah kesombongan seorang trainer yang sok tahu. Omdo. Alias omong doang!

Saya berharap Anda tidak pernah mengucapkan kalimat itu. Bahkan untuk sekedar memikirkannya. Tahu kenapa? Karena ketika saya berprofesi sebagai seorang salesman di sebuah perusahaan multinasional. Dari ratusan salesman yang bekerja disana. Dan lebih dari 30 tahun keberadaan PMA itu di Indonesia. Sayalah satu-satunya orang dari posisi yang sering dianggap remeh, yang bisa masuk kedalam ruang kerja Presiden Direktur kami yang orang bule. Untuk berdikusi 4 mata dengan beliau. Boss-boss yang levelnya beberapa tingkat diatas saya saja belum pernah masuk ke ruang kerja Presiden Direktur. Saya? Bahkan dibuatkan minum oleh tangan beliau sendiri. Insya Allah, saya tidak membualkan hal ini.

Alhamdulillah, hal itu juga menjadi penentu perkembangan karir saya selanjutnya. Dan sahabatku. Salah satu alasan mengapa saya memilih untuk mengakhiri karir professional saya adalah; supaya saya bisa leluasa untuk berkontribusi kepada sebanyak mungkin karyawan. Agar mereka bisa membangun karirnya dengan baik. Bukan melalui teori ataupun jargon-jargon motivasi. Melainkan melalui apa yang pernah saya alami sendiri. Saya, tidak menghendaki Anda percaya kepada kata-kata saya. Namun saya berharap sekali, jika Anda berkenan. Untuk. Membuktikannya. Sendiri.

Salam hormat,

Mari Berbagi Semangat!

Dadang Kadarusman

Catatan kaki:

Bobot pertanyaan yang diajukan oleh seseorang, sering sangat menentukan masa depan orang itu. Maka, belajarlah untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berbobot.


Related Articles

Evaluasi Menuju HRVA

Istilah EVA (Economic Value Added)sudah sangat sering kita dengar. Istilah ini menjelaskan seberapa hebat sebuah perusahaan menciptakan nilai tambah secara ekonomi.

Profit Centre vs Cost Centre

Seorang CEO yang baru diangkat melalui RUPS, menerima pesan khusus dari Dewan Komisarisnya. Dia diminta dalam mempersiapkan LRP, disebut sebagai

Membangun Tim Impian Anda

Final liga Champion Eropa tahun 2011 telah menghasilkan klub asal Spanyol, Barcelona sebagai juara setelah mengandaskan tim dari Inggris, Manchester

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*