• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 22 January 2018

Bahrain Tolak Larangan Ekspatriat di Atas Usia 50

BahrainAnggota parlemen telah meminta blokade untuk pekerja asing yang lebih tua. Meskipun ada usulan untuk mencegah ekspatriat berusia di atas 50 tahun bekerja di Bahrain, namun usulan tersebut telah ditolak oleh Dewan Perwakilan negara tersebut.

Legislator yang mengusulkan larangan tersebut berharap langkah tersebut akan memperbaiki prospek pekerjaan bagi penduduk setempat. Saat ini, lebih dari separuh populasi Bahrain terdiri dari orang-orang asing, kebanyakan dari para ekspatriat tersebut adalah orang-orang Asia dengan keterampilan rendah yang bekerja di bidang konstruksi dan industri jasa.

Gulf News melaporkan salah satu anggota parlemen Bahrain Jalal Kadhem mengatakan bahwa lebih banyak orang asing dipekerjakan di sektor swasta, dan pada tingkat yang lebih cepat. Namun, sebagian besar rekannya merasa Bahrain akan terus mendapatkan keuntungan dari tenaga kerja berpengalaman dan terampil.

“Proposal semacam itu bentrok dengan perjanjian internasional dan bukan untuk kepentingan Bahrain,” kata Ali Al Aradi, Wakil Ketua Pertama Parlemen Bahrain. “Ada berbagai sektor yang membutuhkan orang dengan pengalaman dan keahlian.” (Ratri Suyani. Sumber: Hrm Asia)


Related Articles

BP Jamsostek: Angka Kecelakaan Kerja di Jakarta Masih Tinggi

BP Jamsostek sedikitnya telah mengeluarkan biaya santunan hingga Agustus 2014 mencapai Rp76,31 miliar, Ini merupakan biaya santunan yang diberikan kepada

Memunculkan Kreativitas Anak Muda di GE Garage

Inovasi menjadi salah satu hal yang penting bagi kemajuan sebuah perusahaan. Inovasi tidak lagi hanya ada di pusat-pusat riset, tetapi

Cuti Berkabung Karyawan Facebook Jadi 20 hari

Facebook menggandakan jumlah hari cuti bagi karyawan yang berkabung. Selain itu, Facebook juga memberikan waktu sebanyak enam minggu kepada karyawan

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*