• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 20 February 2018

ATA Carnet: Membuka Lapangan Kerja

Foto ATA CarnetSistem ATA Carnet merupakan salah satu “intrumen fasilitas perdagangan” yang dapat dimanfaatkan para pengusaha, individu, profesional, dan institusi, untuk melakukan kegiatan ekspor atau impor barang dari ke satu atau sejumlah negara tanpa melalui formalitas kepabeanan.

“Dengan sistem ATA Carnet ini kegiatan ekspor atau impor sementara akan lebih mudah, lebih sederhana, lebih murah, dan lebih cepat daripada melalui proses kepabeanan. Secara umum ATA Carnet dapat memberikan kemanfaatan, karena pengguna ATA Carnet dapat mendorong kegiatan industri, membuka lapangan kerja, mendorong pertumbuhan ekonomi, dan pada akhirnya meningkatkan kesejahteraan rakyat,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kebijakan Moneter, Fiskal, dan Publik, Hariyadi Sukamdani beberapa waktu yang lalu.

Bagi pengusaha atau pelaku usaha, ATA Carnet akan mempermudah dalam administrasi, karena mengurangi banyak dokumen tertulis, mengurangi konflik hukum, mengurangi  waktu dan biaya perizinan kepabeanan, serta mengurangi resiko.

“Penggunaan ATA Carnet, bagi pemerintah akan  meningkatkan produktivitas, dan  adanya jaminan pembayaran terhadap semua kewajiban pajak kepabeanan,”ungkap Hariyadi

Sementara itu,  menurut Wakil Ketua Komite Tetap Bidang Kepabeanan dan Cukai, Kadin Indonesia Wirawan Sahli,  ATA Carnet ini menyederhanakan prosedur untuk pembebasan bea masuk, pajak, dan menghindari kerumitan dalam import atau ekpos sementara barang, karena dijamin oleh rantai jaminan internasiinal.

Setelah melalui proses panjang, kurang lebih empat tahun, akhirnya keinginan pemerintah dan Kadin Indonesia untuk mengeluarkan ATA Carnet menjadi kenyataan. Pemerintah melalui Peraturan Presiden nomor 89 tahun 2014 sudah melakukan aksesi pada Konvensi Istambul tentang “ Temporary Admission of Goods ( ekspor atau impor sementara) dengan menggunakan ATA carnet.

Sebagai tindak lanjut proses aksesi tersebut, pemerintah,dalam hal ini,  Menteri Keuangan sudah mengeluarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) nomor 228/PMK.04/2014 tentang ekspor sementara dengan menggunkan  ATA Carnet, di mana barang-barang yang di ekspor setelah jangka waktu tertentu harus dibawa kembali ke negara eksportir tanpa membayar bea masuk dan pajak.

Selanjutnya PMK nomor 228  ditindaklanjut idengan PMK nomor 386/KMK.04/2015 tentang penunjukan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin Indonesia) sebagai Lembaga Penerbit dan Penjamin Nasional yang akan mengeluarkan ATA Carnet

Atas dasar peraturam-peraturan tersebut, Kadin Indonesia sudah menandatangani dan menyerahkan berbagai dokumen kepada International Chamber of Commerce, World Custom Organizatio (ICC-WCF), yang pada intinya berisikan ketentuan-ketentuan yang harus dipatuhi oleh Kadin Indonesia sebagai Lembaga Penerbit dan Penjamin Nasional untuk dapat menerbitkan dan menjamin ekspor dan impor sementara.

Dengan penyerahan berbagai dokumen tersebut, maka sejak tanggal 15 Mei 2015, ICC-WCF memberitahukan kepada 74 negara anggota rantai jaminan internasional bahwa Kadin Indonesia dinyatakan sebagai Lembaga Penerbit Dan Penjaminan Nasional yang ke-75. “Dengan demikian Kadin Indonesia sudah menjadi anggota dari rantai jaminan internasional, dan dapat menerbitkan ATA Carnet sejak tanggal 15 Mei 2015”, jelas Wirawan saat sosialisasi sistem ATA Carnet, di Menara Kadin, Jakarta

Masalah barang-barang yang diperbolehkan masuk ke Indonesia dengan menggunakan ATA Carnet, kata Wirawan,  sudah  diatur dalam Peraturan Mentari Keuangan (PMK) nomor 228 tahun 2014 mengenai  impor sementara yaitu barang-barang untuk tujuan, antara lain :  pertama,untuk keperluan pertunjukan atau digunakan dalam pameran, pekan raya, pertemuan atau kegiatan sejenis.

Kedua, untuk tujuan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Ketiga, untuk keperluan pribadi wisatawan, dan barang yang impor buat olahraga. Keempat, untuk peralatan profesional atau tenaga ahli.  kelima, untuk tujuan kemanuasiaan.

Tentang persyaratan penerbitan  ATA Carnet, antara lain disebutkan,  salinan copy identitas diri pemegang  Carnet atau yang mewakili, surat kuasa pemegang carnet kepada yang mewakili, salinan copy kartu tanda keanggotaan Kadin,  rencana perjalanan barang, surat undangan penyelenggaraan dari Negara asal, dan menandatangani surat pernyataanyang  bermaterai.

Semua dokumen ATA Carnet dikeluarkan oleh Kadin Indonesia. Dengan alamat email;  atacarnet@kadin-indonesia.or.id  atau atacarnetindonesia@gmail.com Dengan mencantumkan  subject  emailnya, Pengajuan ATA Carnet.  (Ridwan Effendi)


Related Articles

Kewajiban Imbalan Kerja Perusahaan LQ45 Meningkat 16%, Jadi Rp107,1 triliun

Milliman Inc, sebuah perusahaan konsultasi dan aktuaria global, melaporkan jika jumlah kewajiban imbalan kerja perusahaan LQ45 di Indonesia meningkat sebesar

Layanan qiscus, Suasana Kerja Yang Aman?

qiscus merupakan perusahaan start-up teknologi yang didirikan oleh pengembang Indonesia dan Singapura. qiscus meluncurkan sebuah sistem messaging yang dirancang untuk

Kadin Kembangkan Pusat Database Tenaga Kerja Nasional

Pasal 27 ayat 2 Undang-Undang Dasar 1945 menyatakan bahwa seluruh warga negara Indonesia, selayaknya dijamin haknya atas pekerjaan dan penghidupan

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*