• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 20 February 2018

Aksi Sequis Dukung Cegah Difteri, Adakan Vaksinasi Difteri Untuk Karyawan

Karyawan-Sequis---Suntik--DifteriPenyakit difteri yang mewabah di penghujung tahun 2017 bahkan disebut sebagai kejadian luar biasa (KLB). Berdasarkan Data Kemenkes RI bahwa sejak Januari hingga November 2017, terdapat 20 provinsi yang melaporkan adanya difteri dengan 593 kasus dan 32 kematian. Hal ini meningkat sekitar 42 persen dari tahun 2016. Menyadari bahaya dari risiko penyakit difteri serta mendukung program pemerintah untuk penanggulangan difteri, perusahaan Sequis melakukan kegiatan vaksinasi bagi ratusan karyawan, yang bertempat di kantor pusat Sequis di Sequis Center Jakarta Selatan. Kegiatan ini disambut positif dan diikuti oleh lebih dari 300 karyawanSequis.

Headof Corporate Branding, Marketing &Communication Sequis Felicia Gunawanmengatakan,  bahwa Sequis mendukung program pemerintah untuk memberikan imunisasi difteri,  khususnya kepada orang dewasa. “Meski kasus difteri dinyatakan angkanya cukup rendah di area Jakarta, namun kami merasa bahwa karyawan kami tetap perlu waspada. Mengingat tingginya mobilitas karyawan Sequis yang berdomisili di luar Jakarta, seperti dari Depok, Tangerang Selatan, dan area lainnya. Ditambah cuaca yang tidak kondusif, kami memandang penting untuk menyediakan imunisasi difteri bagi para karyawan Sequis,” ujar Felicia.

Kegiatan imunisasi difteri yang dilakukan Sequis, bekerja sama dengan RS Premier Bintaro ini dilakukan karena tingginya antusias karyawan Sequis mulai dari level jajaran direksi hingga karyawan lainnya. Sebagai perusahaan asuransi yang senantiasa  mengampanyekan pentingnya hidup sehat, Felicia menganggap kegiatan imunisasi  ini adalah  salah satu cara untuk mengajak masyarakat agar mulai hidup sehat demi hari esok yang lebih baik.

“Sangat penting untuk untuk dilakukan vaksinasi. Setelah penyuntikan, anti bodi baru akan terbentuk bulan berikutnya untuk itu karyawan yang berasal dari daerah KLB sebaiknya diberikan 3 kali penyuntikan, yaitu bulan pertama, ke-2 dan bulan ke-7 agar terbentuk anti bodi 100 %,” ujar Supervisor dokter umum RS Premier Bintaro Dr. Endang Kinali S yang melakukan kegiatan vaksin di Sequis.

Menurutnya, imunisasi difteri dapat dilakukan oleh semua orang dewasa asalkan dalam keadaan sehat dan jangan menunggu hingga terjangkit. Dengan melakukan vaksin berarti kita ikut mendukung program pemerintah untuk mencegah difteri. “Walaupun seorang dewasa mungkin sudah pernah disuntik pada usia sekolah, namun sebaiknya tetap melakukan imunisasi difteri. Terutama bagi orang dewasa dengan aktivitas dan mobilitas tinggi yang sangat memerlukan anti bodi,” tambah Dr. Endang.

“Sebagai karyawan yang memiliki tanggung jawab pada pekerjaan dan  peran penting dalam keluarga tercinta, kita perlu menerapkan gaya hidup sehat dan membantu pencegahan penularan penyakit seperti difteri, antara lain dengan  dengan memperhatikan asupan makanan, menggunakan masker penutup hidung ketika berada di ruang publik atau ruang terbuka,” imbuh Felicia.

Kerja sama yang dilakukan oleh Sequis dan RS Premier Bintaro  sudah dimulai sejak peluncuran kartu kesehatan terbaru dari Sequis Q Infinite MedCare Rider. Dengan menggunakan kartu ini nasabah bisa mendapatkan layanan VVIP dari RS Premier (Ramsay Sime Darby Health Care), yaitu RS Premier Bintaro, RS Premier Jatinegara, dan RS Premier Surabaya. Layanan VVIP dari RS Premier yaitu layanan pendampingan pasien, fasilitas ambulan bebas biaya bagi pasien rawat inap dan layanan penjemputan bebas biaya bagi pasien dari luar kota. Melalui kerja sama ini diharapkan semakin banyak kemudahan yang diterima masyarakat luas di dalam melakukan perawatan kesehatannya. (Ratri Suyani)


Related Articles

Coca-Cola Filipina Akan PHK 600 Karyawan

Coca-Cola FEMSA Philippines, perusahaan patungan antara The Coca-Cola Company dan perusahaan minuman anggur Perancis FEMSA, tengah bersiap-siap untuk mengurangi tenaga

PPM Dukung SDM Indonesia lewat The Future Leader 7

Kualitas SumberDaya Manusia (SDM) Indonesia  khususnya di bidang manajemen tidak boleh kalah bersaing dengan SDM asing. Apalagi dalam menghadapi pasar

Perjalanan Panjang Merger XL-Axis

Merger dan akuisisi sebuah perusahaan tidak selamanya berjalan sesuai rencana, pro-kontra antara manajemen dan karyawan kerap terjadi. PHK menjadi bayang-bayang

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*