• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 22 July 2018

73% Karyawan Tidak Puas dengan Pekerjaan Mereka

Tabel-Karyawan-tidak-puasKetidaksesuaian latar belakang pendidikan membuat karyawan tidak memiliki work-life balanced (keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi) yang berujung pada ketidakpuasan terhadap pekerjaannya. Belum lama ini JobStreet melakukan survei pada 17.623 koresponden tentang kepuasan keryawan terhadap perkerjaan mereka.

Sebanyak 73% karyawan merasa tidak puas dengan pekerjaannya yang disebabkan beberapa faktor salah satunya ketidaksesuaian pekerjaan yang ada dengan latar belakang yang mereka miliki. Badan Pusat Statistik Nasional pada Mei 2014 mengumumkan tingginya angka pengangguran di Indonesia sebesar 7,2 juta orang. Sebanyak 54% karyawan terpaksa bekerja tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Tanpa disadari, hal ini berdampak serius pada penurunan produktivitas kerja hingga kecilnya jenjang karier. Faktanya sebanyak 60% koresponden mengaku tidak memiliki jenjang karier dikantor mereka sekarang.

Selain dari ketidaksesuaian latar belakang pendidikan, sebesar 85% koresponden juga mengaku bahwa mereka tidak memiliki work-life balance (keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi). Survei JobStreet.com pada bulan September lalu bahkan menyebutkan bahwa 62% karyawan mengaku sulit tidur karena masih memikirkan pekerjaannya. Padahal hasil penelitian yang dilakukan Morgan Redwood di Inggris menyebutkan bahwa perusahaan yang mendorong karyawan untuk memiliki kesimbangan baik antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan memperoleh pendapatan/tahun 20% lebih besar daripada perusahaan yang tidak mendorong work-life balance.

Ditambah lagi dengan 53% karyawan yang mengaku memiliki atasan dengan gaya kepemimpinan militer (bangga pada pangkat dan jabatan untuk menggerakan bawahan), paternalis (tidak pernah memberikan kesempatan pada bawahan untuk mengembangkan daya kreatifitasnya) dan laisez faire (membiarkan bawahannya bekerja semaunya, jabatan hanya sebagai simbol dan tidak pernah mau tahu). Buruknya karakter atasan juga dapat mempengaruhi tingginya turn over karyawan disebuah perusahaan. Lebih jauh lagi hal itu juga akan berdampak pada citra perusahaan.

Riset yang dilakukan oleh American Psychological Association menunjukan bahwa karyawan yang puas dengan pekerjaan mereka akan bekerja lebih produktif. Hal tersebut juga mempengaruhi kesehatan pikiran dan tubuh mereka. Masih mau bekerja ditempat yang salah? (Kristiadi, sumber: JobStreet.com)


Related Articles

Terungkap: Perusahaan Top Untuk Kepemimpinan

Procter & Gamble, General Electric dan Coca-Cola adalah salah satu perusahaan terkemuka dengan praktek kepemimpinan terbaik. Perusahaan-perusahaan terbaik bagi kepemimpinan

1 dari 3 Pekerja Tidak Percaya Bos Mereka

Para pemimpin di berbagai organisasi di dunia memiliki masalah besar. Hampir 1 dari 3 pekerja ternyata tidak percaya kepada pemimpin

Pekerja Wanita Terlalu PD, Kurang Berpengaruh Dibanding Pekerja Pria?

Menurut Anda, apa yang salah dengan menjadi seseorang yang penuh percaya diri (PD)? Tidak ada sama sekali, kecuali jika Anda

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*