• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 22 July 2018

7 Tips Career Transition

transitionplan.jpg-825x445Transisi sebuah jabatan di perusahaan sudah menjadi hal biasa. Namun, apa jadinya bila transisi tersebut tidak sesuai dengan kompetensi jabatan, langkah apa yang harus dilakukan? Berikut tips bagaimana Anda dapat membuat transisi tersebut.

1. Identify Your Next Role.
Pertama kali, Anda harus memilih dan menentukan apa target posisi Anda berikutnya. Apakah dari IT ke HR, apakah dari Marketing ke Sales atau rotasi apa dari satu function ke function lain. Yang paling penting adalah bahwa bidang yang Anda tuju adalah bidang yang memang membuat Anda tertarik.

Ingat Anda harus memiliki gairah. Bila Anda memiliki gairah, Anda akan menikmati pekerjaan dan Anda juga akan menikmati pembelajaran. Belajarnya saja sudah asyik dan menyenangkan. Saking senengnya Anda nggak tahu bedanya belajar, bekerja dan main-main.

That’s why you will perform. Because you have passion and you enjoy working hard on it.

2. Identify What Are The Competences That You Need in That Role.
Sekarang analisa pekerjaan yang Anda targetkan dan identify kompetensi apa saja yang Anda perlukan di sana. Mestinya banyak sih. Tapi Anda bisa menentukan 6 critical competences yang paling penting (misalnya Business Accumen, Leadership, Technical Expertise, Customer Relationship … dan lain-lain)

Anda bisa mencoba menganalisa sendiri, atau menanyakan ke orang lain dan tanyakan pula ke orang yang saat ini menduduki jabatan tersebut.

And normally he should not worry. Because it will take time for you to be ready. And hopefully by that time, he will be promoted somewhere else.

3. Assess Your Competence.
Nah… sekarang, saatnya Anda mengukur kompetensi Anda sendiri saat ini terutama pada 6 critical competences yang relevan dengan pekerjaan yang Anda tuju. Sederhana saja, assess diri Anda sendiri dan evaluasi apakah untuk setiap kompetensi itu, Anda READY atau NEED DEVELOPMENT.

4. Identify Your Competence Gaps.
Berarti sekarang Anda mempunyai beberapa competence gaps (Need development). Idealnya Anda punya 2-3 competence gaps Supaya Anda bisa befokus untuk mengembangkan kompetensi tersebut selama 1-2 tahun ke depan.

Jangan sampai competence gaps-nya empat atau lebih. Akan memerlukan waktu terlalu lama untuk men-develop Anda sendiri. Balik lagi ke step 1 dan targetkan pekerjaan yang lain. Kalau Anda ternyata tidak mempunyai competence gap sama sekali, berarti pekerjaan itu kurang challenging buat Anda.

In your targeted job ideally you have 2-3 competence gaps.

5. Develop Yourself to Close The Gaps.
Time to get serius. Develop diri Anda untuk mengembangkan kompetensi Anda (sambil tetap mengerjakan pekerjaan sehari-hari Anda). Anda harus mengembangkan kompetensi Anda dengan cara: Belajar dari buku atau training; Belajar dari orang lain (coaching atau mentoring); Belajar dengan cara mengerjakannya sendiri (learning by doing).

6. Expand Your Network.
Penting sekali untuk mengembangkan network Anda, membantu orang lain, membantu fungsi lain, meskipun itu bukan tugas pokok Anda. Sebaiknya banyak orang mengenal Anda sebagai good performer yang banyak membantu dan share your knowledge.

Kalau network Anda luas, pada saat opportunity itu datang, Anda akan tahu lebih dulu. Remember, success is when preparation meets opportunity.

Your preparation includes developing your competence and expanding your network.

7. Remember to Still Perform at Your Best
Yang terakhir adalah yang paling penting. Karena hiring manager yang baru akan menanyakan (cross refference) performance Anda dengan atasan atau tim Anda sekarang.

That’s why you need to perform at your best and maximum level of performance.

Jadi ingat …. untuk career transition atau pindah dari satu pekerjaan ke pekerjaan lain step-stepnya sebagai berikut ….
1. Identify your next job
2. Identify the critical competences for that job
3. Assess your own competence level
4. Identify your competence gaps
5. Develop yourself to fill-in the competence gaps
6. Expand your network
7. Continue to perform at the maximum lebel in your current role

Kalau Anda sedang mempertimbangkan untuk pindah ke pekerjaan lain di departemen lain, mungkin Anda bisa menerapkan step-step di atas. (Sumber: Pambudi Sunarsihanto, Praktisi SDM di Jakarta)


Related Articles

5 Strategi Pengembangan Kepemimpinan di ASEAN

Sebuah studi dilakukan Gallup bekerjasama dengan Human Capital Leadership Institute (HCLI) terhadap 72 pemimpin bisnis yang sukses dari berbagai sektor

Apa Saja Pemicu Motivasi Karyawan yang Belum Dimanfaatkan?

Motivasi karyawan adalah misteri yang terus bergerak melampaui strategi utama. Membuat karyawan terinspirasi untuk melakukan pekerjaan mereka dengan baik dan

7 Kunci Sukses Keluar dari Zona Nyaman

Keluar dari zona nyaman bukan hanya merupakan pilihan, melainkan keharusan. Orang yang tidak berani keluar dari zona nyaman tidak akan

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*