• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 23 January 2018

6 Langkah dalam Penguasaan Karir

careerMenjadi pekerja yang sukses bukan semata-mata faktor keberuntungan atau bisa secepat kilat mendapatkan karir yang baik. Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan agar Anda bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, karir yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik yang Anda inginkan.

  1. Mengakui bahwa Anda perlu membawa karir Anda naik level. Jalan menuju penguasaan karir dimulai dengan mengetahui strategi Anda saat ini, apakah mungkin Anda akan mendapatkan apa yang Anda inginkan atau sebaliknya. Misalnya, apakah Anda siap menghindari 5 kesalahan karir di tahun 2016 lalu? 5 Kesalahan karir yang biasa terjadi yaitu Anda berasumsi bahwa pekerjaan Anda aman saat ini, Anda tidak memiliki alat penunjang karir yang siap (seperti akun di media sosial LinkedIn, blog, Twitter, dan sebagainya), tidak pernah membuat daftar wawancara dan perusahaan, tidak bisa/gagal mengetahui personal tempat kerja Anda, dan tidak berinvestasi dalam melayani jaringan Anda.
  2. Jelaskan dengan saksama nilai yang Anda berikan kepada pengusaha. Berpikirlah seperti karyawan yang disandera oleh “borgol emas” untuk pekerjaan tradisional. Sebagai gantinya, bertindaklah seperti yang sebuah bisnis inginkan yaitu menggunakan teknik sederhana untuk melacak karir Anda dengan cepat.
  3. Identifikasi orang-orang inti yang Anda perlukan untuk sukses. Anda memiliki kekuatan, tapi Anda tidak dapat melakukan semuanya. Pastikan 8 orang ini adalah bagian dari jaringan Anda sehingga Anda dapat memanfaatkan keahlian mereka, bila diperlukan. Ke-8 orang yang diperlukan adalah Visioner, Pengoptimal, Super-Connector, Builder, Pendidik, Peneliti, Prajurit, dan Mentor.
  4. Pastikan Anda bukan tim yang paling lemah. Apakah rekan kerja Anda akan menghargai Anda sama seperti Anda melakukannya? Lihatlah 9 tanda-tanda ini apakah link Anda adalah link terlemah dan bagaimana memperbaiki reputasi Anda. Ke-9 tanda tersebut adalah Jika bos Anda bertindak lebih serius kepada Anda daripada rekan tim lainnya, rekan kerja tidak meminta saran atau bantuan Anda, pertemuan mendadak terjadi saat Anda tidak ada, Anda belum mendapatkan penugasan baru, Manajer Anda semakin terbiasa dengan micromanaging (misalnya atasan Anda rutin memeriksa Anda setiap hari) kepada Anda, rekan kerja yang memulai pekerjaan padahal Anda yang dipromosikan, karyawan baru mendapatkan proyek yang biasanya masuk ke Anda, atasan meminta Anda untuk membuat daftar tanggung jawab Anda dan proses langkah-demi-langkah yang Anda gunakan untuk melakukan pekerjaan Anda tersebut, dan prosedur pemeriksaan hasil pekerjaan Anda diberlakukan.
  5. Singkirkan mentalitas yang membatasi karier. Jangan biarkan pembicaraan negatif menghalangi Anda dalam membangun keterampilan dan penguasaan karir Anda. Keempat mentalitas karir (Overthinker,  One-track-minder, All-talker, dan Open-roadster) ini bisa jadi penyebab mengapa Anda belum mencapai tujuan Anda.
  6. Pelajari ‘dasar-dasar baru’ pengembangan karir. Ada peraturan baru untuk manajemen karir saat ini. Sekolah mengajarkan kita segalanya, kecuali bagaimana mendapatkan pekerjaan yang lebih baik, karir yang lebih baik, dan kehidupan yang lebih baik. Ke-8 langkah karir ini adalah hal yang harus Anda fokuskan jika Anda benar-benar ingin memperbaiki diri.

Satu hal yang tak kalah penting adalah Anda jangan terlalu sombong untuk mencari bantuan dari luar. Ke-6 langkah ini hanyalah awal penguasaan karir. Jika Anda benar-benar ingin menemukan kepuasan dan kesuksesan profesional yang lebih besar, Anda harus menemukan berbagai cara atau alat penunjang kesuksesan karir yang dapat membantu Anda tetap termotivasi dan fokus. (Sumber: Inc.com/J.T. O’Donnell, Founder and CEO, WorkItDaily.com)


Related Articles

5 Faktor Pekerjaan yang Memotivasi

Pekerjaan jelas merupakan aspek penting yang berperan besar dalam menentukan apakah seseorang akan senang bekerja, dan kemudian menjadi produktif, atau

Mengurangi Potensi Kesalahan

Mau untung atau rugi? Mungkin kita sering sekali mendengar kalimat tersebut di dunia perdagangan maupun usaha. Dan pastinya setiap usahawan

5 Langkah Membuat Scenario Planning

Scenario Planning adalah alat perencanaan strategis yang digunakan untuk membuat rencana jangka panjang yang fleksibel serta untuk membantu membuat dan

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*