• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 15 August 2018

5 Saran Dari Isran Noor Untuk Stakeholders

Sidang-IsranPagi itu, Senin (10/11/2014) adalah pagi yang penuh ketegangan sekaligus kegembiraan, khususnya bagi H. Isran Noor, katua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI). Hari itu merupakan hari dimana Isran Noor menghadapi sidang terbuka promosi doktornya yang bertempat di Universitas Padjajaran Bandung-Jawa Barat.

Dengan langkah semangat dan penuh keyakinan Isran memasuki ruang sidang. Dihadapan pimpinan sidang dan sekitar 400 orang tamu undangan yang hadir yang terdiri dari para duta besar negara-negara sahabat, tokoh nasional, bupati dan walikota, Isran menguraikan paparan disertasinya yang berjudul “Desentralisasi Pemberian Izin Pertambangan Batubara dalam Penyelenggaraan Otonomi Daerah di Kabupaten Kutai Timur Provinsi Kalimantan Timur”.

Dalam paparannya Isran mengatakan, meski secara faktual kontribusi dari hasil pertambangan batubara cukup besar dalam penerimaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dan meningkatkan pendapatan serta memperbaiki tingkat kesejahteraan masyarakat, sektor ini pengaruhnya bisa lebih besar lagi sumbangannya jika pemerintah daerah (Pemda) memiliki kewenangan yang luas dalam pengelolaan kawasan hutan dan perkebunan. Namun, kondisi pertambangan seringkali tumpang tindih, tegasnya.

“Tentu saja, kewenangan luas itu tetap memerhatikan kondisi lingkungan hidup, hubungan interorganisasional, dan sumber daya untuk pelaksana. Sebab, tumpang tindih perizinan sangat merugikan para investor pertambangan batubara,” ujar Isran usai acara pelantikannya sebagai Doktor kepada para wartawan.

Dalam penelitiannya, Isran mengungkapkan bahwa temuan barunya adalah percepatan proses pelaksanaan desentralisasi pemberian izin pertambangan batubara bagi para investor. Proses itu ditentukan oleh beberapa faktor yang antara lain budaya pelayanan, yang harus mengedepankan layanan prima yang dilakukan dengan hati, cepat, mudah, transparan, dan adil.

Adapun faktor yang lainnya adalah pola hubungan yang belum harmonis antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, dan pemerintah kabupaten/kota. Khususnya dalam melaksanakan urusan pemerintahan yang bersifat konkuren, dalam urusan energi dan sumber daya mineral yang diurus secara bersama.

Lewat temuan-temuannya inilah Isran Noor berhasil meraih gelar doktor dengan predikat yudisium cum laude dari Universitas Padjajaran. Komitmennya sangat tinggi terhadap pembangun daerah, ini dibuktikan dengan dibuatnya disertasi yang berhasil mengungkapkan temuan-temuan pada kebijakan daerah.

IsranTerkait dengan itu, ia memberi usulan dengan lima saran praktis yang harus dilaksanakan oleh stakeholders agar otonomi daerah berjalan sebagaimana mestinya. Kelima saran praktis tersebut adalah: Pertama, perlu segera mengakhiri kondisi tumpang tindih dalam pengaturan kewenangan pemberian izin pertambangan batubara antara pemerintah pusat dan pemda.

Kedua, perlu dilaksanakan desentralisasi pemberian izin pertambangan batubara dalam penyelenggaraan otonomi daerah yang diharapkan dapat memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), membuka kesempatan kerja yang signifikan, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Ketiga, perlu dipertegas tujuan dari desentralisasi pemberian izin pertambangan batubara dalam penyelenggaraan otonomi daerah terutama dalam upaya untuk mengakomodasi kebutuhan masyarakat.

Keempat, pemerintah kabupaten/kota perlu lebih siap untuk melaksanakan desentralisasi pemberian izin pertambangan batubara. Dan kelima, perlu strategi khusus untuk melakukan penataan internal terkait dengan optimalisasi empat faktor yang menentukan desentralisasi pemberian izin pertambangan batubara secara komprehensif. Yaitu faktor kondisi lingkungan, hubungan antarorganisasi, sumber daya yang tersedia, dan karakter instansi pelaksana.

Dengan lima saran yang disampaikannya ia percaya dampaknya sangat besar dan positif bagi perekonomian Kabupaten Kutai Timur, dan daerah-daerah lain yang mencoba menerapkannya. Ia juga berharap kondisi ini dapat terwujud di masa mendatang. (Kristiadi)


Related Articles

Drs. Pujianto Apt. MM: Transformasi Bisnis Kimia Farma Hadapi Persaingan Global

Lima tahun terakhir, PT. Kimia Farma gencar melakukan transformasi bisnis  dari  yang semula sebagai pharmaceutical company menjadi health care company.

Heriyanto Agung Putra: Menjaga Talent

Berhasil mencetak orang-orang yang berkualitas dan memiliki value yang tinggi dan dikenal di dunia merupakan obsesi Heriyanto Agung Putra, Executive

Abdul Qodir A. Syakur: Work With Heart & Conscience

Lesunya roda ekonomi di sektor pertambangan dan energi beberapa waktu belakangan ini masih berdampak hingga saat ini. Namun, di tengah

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*