• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 17 August 2018

5 Perusahaan Mengurangi Jumlah Karyawannya

PHK-KaryawanTingkat pengangguran di Amerika Serikat (AS) sepanjang 2014 lalu adalah yang terendah sejak 2007. Namun dalam catatan yang dilansir CNN, Jumat (28/5/2015), masih ada beberapa perusahaan yang banyak memangkas atau melakukan PHK terhadap karyawannya. Perusahaan yang memangkas karyawannya sebagian didominasi oleh pengeboran minyak dan gas bumi dengan alasan melesunya harga minyak dunia sisanya perusahaan berbasis teknologi.

Akibat melesunya harga minyak di pasar dunia pada 2014 mengakibatkan beberapa perusahaan pengeboran minyak terbesar mengalami kesulitan sehingga mereka melakukan pengurangan karyawan. Halliburton misalnya, perusahaan penyedia jasa pengeboran minyak dan gas ini telah memangkas lebih dari 10% karyawannya.

Perusahaan yang berbasis di Houston, AS, ini telah memangkas 9.000 karyawan dalam dua kuartal terakhir dengan alasan turunnya aktivitas pengeboran minyak. Bulan lalu, Halliburton telah memberi peringatan, akan ada pengurangan pegawai lanjutan.

Namun, ada  kabar baik untuk pegawai minyak, harga minyak dunia beberapa pekan terakhir telah mengalami kenaikkan.

Selain Halliburton, Schlumberger juga melakukan hal yang sama. Perusahaan tersebut pada April 2015 mengumumkan pemangkasan terhadap 11.000 karyawannya. Ini dilakukan karena perusahaan mengalami sepi order sehingga perusahaan kehilangan hampir 60% proyeknya sejak Oktober 2014 lalu.

Menyusul Baker Hughes juga melakukan pengurangan terhadap karyawannya. Perusahaan yang berbasis di Texas ini, pada Januari 2015 mengumumkan rencananya memangkas 7.000 karyawan, dan mengurangi investasi 20% dari rencana. Pada bulan lalu, perusahaan ini menambah rencana pengurangan karyawan menjadi 10.500 orang, atau 17% dari total pegawainya.

Selain itu, perusahaan ini juga menutup sekitar 140 fasilitas pengeboran migasnya di seluruh dunia, dan mengurangi penggunaan inventaris, untuk menghemat US$ 700 juta, atau sekitar Rp 9 triliun per tahun. Memang sejak harga minyak jatuh 50% lebih, perusahaan di AS telah mengumumkan pemangkasan lebih dari 51.000 karyawannya.

PERUSAHAAN BERBASIS TEKNOLOGI

Selain tiga perusahaan minyak dan gas dua perusahaan yang berbasis teknologi juga melakukan pengurangan karyawan. Untuk pertama kalinya sejak resesi besar di 2007-2008, jumlah karyawan Microsoft menyusut. Perusahaan di belakang Windows dan Office ini mengumumkan pemangkasan 18.000 karyawan pada musim panas tahun lalu. Pemangkasan dilakukan untuk pegawai dari Nokia, yang telah dibeli Microsoft.

Di akhir Maret 2015, jumlah pegawai Microsoft mencapai 118.584 orang, turun dari posisi di Juni 2014 yang sebanyak 128.076 orang. Namun tetap masih lebih tinggi 2 kali lipat dari jumlahnya di 2005 lalu. Lebih dari 50% pegawai Microsoft berada di Amerika Serikat (AS). CEO Microsoft, Satya Nadella, memang menjadi pemegang gagasan efisiensi Microsoft yang membantu sahamnya terus naik 16% sepanjang 2014 lalu.

Berbeda dengan Microsoft, Hewlett Packard (HP) memangkas karyawannya hanya karena memisahkan diri. Perusahaan ini mengumumkan rencana memangkas sebanyak 21.000 karyawan sepanjang 2014 lalu. Menurut konsultan kepegawaian, Challenger, Gray & Christmas, rencana HP merupakan yang terbesar yang pernah diumumkan oleh perusahaan di AS sejak Maret 2014. Langkah PHK dilakukan karena HP ingin memisahkan diri menjadi 2 perusahaan dagang pada akhir 2015. Satu perusahaan akan fokus menjual server dan software. Sedangkan satu lagi berjualan PC dan printer.

Pada Mei 2014, HP mengumumkan rencana PHK 16.000 karyawan, dan pada Oktober berencana menambah 5.000 karyawan lagi yang akan kena PHK. Sejak 2012, perusahaan ini sudah mengumumkan rencana PHK terhadap 34.000 karyawan.

Daftar lima perusahaan yang mengurangi karyawan: Halliburton, Schlumberger, Baker Hughes, Microsoft, dan Hewllet Packard. (sumber: Detik.com)


Related Articles

Symantec Mengatasi Tantangan Pusat Data

Symantec (NASDAQ: SYMC) mengumumkan versi terbaru solusi software NetBackup dan Storage Foundation pada Simposium Symantec Indonesia 2014 di Mulia Hotel,

Industri Kertas Harus Lebih Inovatif

Jelang diberlakukannya perdagangan bebas di  kawasan Asia Tenggara ASEAN atau Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 menjadi peluang bagi industri pulp

For you to When Picking out Virtualised Online hosting Remedies

The particular recent You. S. The ‘Prism programme’ has made it simpler for to distributed fears and even anxiety close

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*