• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 20 February 2018

5 Jabatan Pekerjaan Yang Aneh

Jabatan/ThinkstockPhotosJabatan atau posisi pekerjaan yang tidak biasa atau unik mungkin bisa menyenangkan dalam konteks yang tepat. Bahkan bisa jadi nama dalam sebuah jabatan pekerjaan yang tidak biasa bisa menjadi cara untuk mengekspresikan budaya unik sebuah perusahaan.

Tapi, jangan salah. Hal ini ternyata berisiko merusak dan merugikan usaha rekrutmen perusahaan, kecuali jika nama jabatan tersebut dapat mengkomunikasikan sifat dan peran dari pekerjaan itu sendiri.

Majalah HRM telah mengumpulkan daftar lima nama jabatan atau posisi pekerjaan yang aneh dan ceroboh yang pernah menghiasi kartu nama.

  • Captain of Moonshots (Head of Research and Development di Google)
  • Scrum Master (Software Developer)
  • Digital Overlord (Website Manager)
  • Chief Executive Unicorn (CEO of software di PowToon)
  • Wet Leisure Attendant (Lifeguard atau penjaga pantai)

Menurut pakar permasalahan tempat kerja Cary Cooper, jabatan esoteric (sesuatu hal yang susah untuk dipahami) juga berisiko “mengasingkan” calon pekerja potensial. Jika sifat pekerjaan tidak segera dikomunikasikan dengan judul, kandidat cenderung memberikan stempel “tidak dikenal” atau bahkan tidak menyadarinya. Sebuah studi yang melibatkan Cooper terhadap 1.000 orang dewasa di Inggris, menemukan bahwa banyak nama sebuah jabatan pekerjaan teknik yang diiklankan secara popular, seperti “master scrum” ternyata dianggap palsu atau tidak dapat dipahami.

Semua yang mengatakan, ketika nama jabatan tidak digunakan untuk rekrutmen, maka jabatan pekerjaan yang tidak resmi bisa menjadi ungkapan positif dari sebuah karya perusahaan. Cooper mengutip contoh Yayasan Make-A-Wish, sebuah yayasan yang mengkhususkan untuk mewujudkan keinginan anak-anak yang sakit parah. Secara demografis, tentu akan lebih nyaman bertemu dengan “Magic Messenger” daripada janji dengan “PR Manager”.

Pada akhirnya, nama jabatan pekerjaan yang unik tampaknya bekerja paling baik di samping varian konvensional mereka. Selain itu, ini juga merupakan ekspresi dari karya atau budaya spesifik perusahaan. Namun tetap saja tidak semua pekerjaan bisa menjadi daya tarik yang baik bagi calon pekerja. (Ratri Suyani. Sumber: HRM Asia)


Related Articles

APTISI-KADIN: Kerjasama Tingkatkan Kualitas SDM

Menciptakan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha perlu adanya link and match antara perguruan tinggi dengan dunia

Program Pelatihan Berbasis Kompetensi Menuju Sertifikasi Manajer SDM Indonesia

Peningkatan Kompetensi Menuju Sertifikasi Manajer SDM Indonesia, itulah tajuk yang diusung PPM Manajemen dalam menyosialisasikan program sertifikasi yang mengacu pada

Pemerintah Malaysia Kaji Ulang Remunerasi Pekerja

Dalam kurun waktu lebih dari 20 tahun, peningkatan gaji pekerja di Malaysia hanya sekitar RM200 (atau sekitar Rp600 ribu), kata

No comments

Write a comment
No Comments Yet! You can be first to comment this post!

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*