• 0
  • 0
  • 0
  • 0
  • 17 August 2018

Breaking News

  • Manajemen Risiko SDM

    Manajemen risiko di bidang sumberdaya manusia (SDM) merupakan bagian yang sangat penting dari sistem manajemen risiko

    ...

  • Sulitnya Menyehatkan Masyarakat

    Meski masih banyak masalah yang dihadapi akibat lahirnya Sistem Jaminan Kese­hatan Nasional (JKN), tetapi kehadirannya telah

    ...

  • Kritik Terhadap Implementasi Competency Based HR Management

    Konsep Competency Based Human Resources Management (CBHRM) telah secara me­luas diadopsi oleh banyak organisasi. Hanya saja,

    ...

  • HR Outside In

    Ketika fungsi SDM berbicara tentang pelanggan, maka yang disebut dengan pelanggan itu adalah pelanggan internal, yakni

    ...

Rating 123 Asuransi Versi InfoBank 2014

InfoBankBelum lama ini Biro Riset Infobank (birI) mengumumkan hasil risetnya di perusahaan-perusahaan asuransi jiwa dan umum. Hasil riset ini menunjukkan bahwa pertumbuhan industri asuransi di Indonesia mengalami peningkatan meskipun masih ada beberapa perusahaan asuransi yang mengalami penurunan. Dari 46 perusahaan asuransi jiwa ada 12 perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan premi. Sedangkan dari 78 perusahaan asuransi umum yang ada, 9 perusahaan yang preminya merosot.

Dari kinerja hasil investasi, ada 18 perusahaan asuransi yang mengalami penurunan hasil investasi. “Ada 17 perusahaan asuransi umum dan 10 perusahaan asuransi jiwa menderita penurunan hasil investasi, bahkan hasil investasi dua perusahaan asuransi umum dan empat perusahaan asuransi jiwa yang mengalami minus, sebagian besar diantaranya mengalokasikan investasi di saham dan reksadana cukup signifikan,” ujar Karnoto Mohamad, Direktur Biro Riset Infobank (birI) pada acara press conference Rating 123 Asuransi Versi Infobank 2014.

Hasil kajian Biro Riset Infobank (birI) ini, tertuang dalam Rating 123 Asuransi versi InfoBank 2014. Hasil rating ini juga menunjukkan bahwa mayoritas perusahaan asuransi berkinerja sehat namun hanya 40% yang berhasil meraih predikat “sangat bagus”.

Dalam Rating 123 Asuransi versi InfoBank 2014, birI melakukan pendekatan terhadap laporan keuangan publikasi terhadap perusahaan asuransi jiwa dan perusahaan asuransi umum di Indonesia dengan 10 kriteria.

Adapun 10 kriteria tersebut adalah: risk based capital (RBC), rasio likuiditas, dana jaminan/cadangan teknis, investasi/cadanganteknis+utang klaim, Aktiva tetap/modal sendiri, perubahan pendapatan premi bruto dan modal sendiri, premi bruto/rata-rata modal sendiri, pendapatan investasi neto/rata-rata investasi, rasio beban klaim neto/pendapatan premi neto, rasio laba dengan rata-rata modal sendiri.

Berikut 5 Perusahaan Asuransi Jiwa Berpredikat Sangat Bagus:

Premi bruto Rp 1 triliun ke atas: Commonwealth Life, Asuransi Jiwa Adisarana Wanaartha, Asuransi Jiwa Inhealth, Panin Dai-ichi Life, dan Asuransi Jiwa Bringin Jiwa Sejahtera.

Premi bruto Rp 250 miliar sampai dengan di bawah Rp 1 triliun adalah: Asuransi Aviva Indonesia, Heksa Life Insurance, Equity Life Indonesia, Sun Life Financial Indonesia, dan MNC Life Assurance.

Untuk yang premi brutonya di bawah Rp 250 miliar ada perusahaan yaitu: Asuransi Jiwa Recapital dan Pasaraya Life Insurance.

Sedangkan untuk 5 Perusahaan Asuransi Umum yang meraih predikat Sangat Bagus adalah:

Premi Bruto Rp 1 triliun ke atas adalah: Asuransi Bangun Askrida, Tugu Pratama Indonesia, Asuransi MSIG Indonesia, Asuransi Bina Dana Arta, dan Asuransi Adira Dinamina.

Premi Bruto Rp 250 sampai dengan di bawah Rp 1 triliun adalah: Asuransi Sompo Japan Nipponkoa, Asuransi Ekspor Indonesia, Asuransi Indrapura, Asuransi Bringin Sejahtera Artamakmur, dan Asuransi Tripakarta.

Premi Bruto di bawah Rp 250 miliar adalah: Asuransi Umum BCA, Asuransi Maipark Indonesia, China Taiping Insurance Indonesia, Panin Insurance, dan Arthagraha General Insurance.

Dalam rating 123 Asurtansi versi InfoBank 2014, ada dua perusahaan asuransi yang berpredikat Tidak Bagus, dan ada Enam perusahaan tidak ikut dirating karena status mutual dan ada yang laporan keuangannya tidak lengkap serta tiga diantaranya berstatus PKU.


Related Articles

Perkembangan Industri di Indonesia Menuju Peningkatan

Prospek perkembangan industri di Indonesia semakin membaik, ini dilihat dari sisi ketenagakerjaan. Berdasarkan survei yang dilakukan terhadap 219 perusahaan responden

Investor Indonesia Anggap Enteng Pengeluaran di Masa Pensiun

Investor Indonesia ternyata memiliki risiko yang tinggi akibat kurang siap menghadapi realitas finansial di masa pensiun nanti. Hal ini terungkap

Berapa Gaji HR Indonesia di Tahun 2018?

Perusahaan spesialis rekrutmen profesional Robert Walters merilis hasil survei gaji tahunan para pegawai dengan posisi tinggi di beberapa sektor industri

2 comments

Write a comment
  1. I Nyoman Werna
    I Nyoman Werna 29 January, 2015, 20:30

    saya membutuhkan info ini untuk pemahaman pribadi sbg dapat membeli produk asuransi yang aman dan nyaman

    Reply this comment
    • imam adi
      imam adi 12 October, 2015, 09:49

      saran buat bpk inyoman
      pilih asuransi yg bersifat internasional.jangan yang lokal indonesia aja.karena aset yg dimiiki perush asuransi sangat berpengaruh buat keamanan dan klancaran ktika klaim.lbh jelasnya silahkan hubungi saya di no 085335101717.

      Reply this comment

Write a Comment

Your e-mail address will not be published.
Required fields are marked*